Cerita Horor Jepang

Cerita Horor Jepang
Episode 23


__ADS_3

Beberapa tahun telah berlalu sejak teror Rokurokubi mereda di desa kecil di pegunungan Jepang. Penduduk desa masih mengenang ketakutan yang mereka rasakan, tetapi mereka berharap bahwa kengerian tersebut telah berakhir selamanya.


Namun, di malam yang gelap dan sunyi, sebuah peristiwa yang menakutkan terjadi lagi. Seorang pria muda bernama Ichiro tinggal di rumah kayu yang terpencil di tepi hutan. Dia sering mendengar cerita-cerita tentang Rokurokubi yang pernah menghantui desa itu, tetapi dia tidak pernah benar-benar percaya pada makhluk-makhluk supernatural.


Suatu malam, ketika bulan bersinar cerah di langit, Ichiro sedang duduk di depan rumahnya, menikmati keindahan malam. Dia merasa sesuatu yang aneh, bayangan hitam yang bergerak di antara pepohonan di hutan.


Bayangan itu semakin mendekat, dan Ichiro melihat sosok wanita yang tampak sangat cantik berjalan menuju rumahnya. Namun, ada sesuatu yang aneh tentang wanita itu. Wajahnya tidak bisa dilihat dengan jelas dalam kegelapan malam.


Wanita itu mendekati Ichiro dengan langkah perlahan dan misterius. Dia mengenakan kimono putih yang kontras dengan kegelapan malam, dan rambut panjangnya terurai. Ketika dia berdiri di depan Ichiro, dia berbicara dengan suara lembut.


“Dapatkah kamu memberiku bantuan?” tanya wanita itu.


Ichiro, yang masih terpesona oleh kecantikan wanita itu, setuju untuk membantunya. Namun, saat dia melangkah lebih dekat, dia melihat sesuatu yang mengerikan. Wajah wanita itu terbelah menjadi dua, dan dia memiliki leher yang sangat panjang yang menyerupai ular.


Ichiro berteriak ketakutan, tetapi sudah terlambat. Lehernya yang panjang dengan cepat melilitnya, dan dia merasakan darahnya mengalir keluar. Dia mencoba melawan, tetapi wanita itu memiliki kekuatan yang luar biasa.


Dalam sekejap, Ichiro menjadi korban terbaru dari Rokurokubi yang mengerikan. Wanita itu memandangnya dengan mata kosong, dan senyum mengerikan terukir di wajahnya yang terbelah.


Kengerian yang pernah menghantui desa itu telah kembali, dan kini terdapat korban baru yang tidak bersalah


Ichiro, yang telah menjadi korban baru dari Rokurokubi yang mengerikan, terus berjuang untuk bertahan hidup. Kekuatan makhluk itu sangat besar, dan dia merasa tubuhnya semakin lemah karena kehilangan darah.


Rokurokubi yang telah menggigit lehernya dengan ganas, membawa Ichiro ke dalam hutan yang gelap. Di malam yang sunyi itu, suara jeritan putus asa Ichiro tidak didengar oleh siapa pun.


Di dalam hutan yang gelap, Rokurokubi melepaskan cengkeramannya pada leher Ichiro dan membiarkannya terjatuh di antara pepohonan yang lebat. Wanita itu kemudian mengambil bentuk manusianya yang cantik, seolah-olah tidak terlibat dalam kekejaman yang baru saja dia lakukan.

__ADS_1


“Tidak ada yang bisa mendengarmu di sini,” kata Rokurokubi dengan suara yang lembut tetapi berbahaya. “Kamu adalah korban baru saya.”


Ichiro mencoba merangkak menjauh dari Rokurokubi, tetapi dia merasa sangat lemah dan terluka. Dia merasa bahwa hidupnya berada di ujung tanduk.


Rokurokubi mendekati Ichiro dan tersenyum mengerikan. “Apa yang kamu pikirkan, manusia? Apakah kamu berpikir kamu bisa melarikan diri dariku?”


Ichiro merasa putus asa, tetapi kemudian dia mengingatkan dirinya sendiri untuk tetap tenang. Dia mencari-cari sesuatu yang bisa digunakan sebagai senjata untuk melawan Rokurokubi.


Saat dia meraba-raba di antara dedaunan yang lebat, tangannya menemukan sebuah batu besar. Dengan segenap kekuatan yang tersisa, Ichiro meraih batu tersebut dan dengan cepat berbalik menghadap Rokurokubi.


Dengan wajah yang penuh ketakutan, Ichiro melemparkan batu itu ke arah Rokurokubi. Batu itu mengenai kepala makhluk tersebut dengan keras, menyebabkan wanita itu terjatuh dan terkejut.


Momen tersebut memberi Ichiro kesempatan untuk melarikan diri. Meskipun dia terluka dan lemah, dia berlari secepat mungkin melalui hutan yang gelap menuju desa, berharap untuk mencari bantuan.


Sementara itu, Rokurokubi, yang marah dan terluka, meratap dalam kegelapan hutan. Dia tahu bahwa dia tidak bisa lagi tinggal di desa yang sama setelah upayanya yang jahat. Dan dia bersumpah untuk mencari Ichiro dan menyelesaikan apa yang telah dia mulai.


Ichiro berusaha sekuat tenaga untuk melarikan diri dari Rokurokubi yang mengerikan, namun sayangnya, Rokurokubi tidak akan membiarkannya begitu saja. Wanita itu dengan cepat mengejar Ichiro, mengambil bentuk manusianya yang cantik kembali.


Dia menghadang Ichiro di tengah hutan yang sunyi, dan dengan kecepatan yang melebihi manusia biasa, dia mengepungnya. Ichiro, yang telah terluka akibat perjuangan sebelumnya, tidak memiliki banyak kekuatan untuk melawan.


Dengan kejam, Rokurokubi mulai menyiksa Ichiro. Dia mencabik-cabik pakaian Ichiro dengan tangan panjangnya yang seperti ular, mengiris kulitnya dengan lembut namun menyakitkan. Ichiro berteriak dan merintih kesakitan, tetapi tidak ada yang bisa mendengarnya di tengah hutan yang terpencil.


Rokurokubi tersenyum mengerikan saat melihat penderitaan Ichiro. Dia tahu bahwa dia memiliki waktu yang lama untuk menyiksa manusia ini, dan dia akan melakukannya dengan penuh kenikmatan.


“Dapatkah kamu merasakan kelemahanmu?” kata Rokurokubi dengan suara yang dingin. “Manusia selalu begitu lemah dan rentan.”

__ADS_1


Ichiro, yang semakin melemah, mencoba mengumpulkan kekuatan terakhirnya. Dia merasa bahwa ini adalah saat terakhirnya, dan dia harus berjuang sekuat tenaga untuk bertahan hidup.


Dalam satu upaya putus asa, dia mencoba melawan Rokurokubi, tetapi wanita itu dengan mudahnya mengatasi usahanya. Dia merobek kulit Ichiro dengan lebih ganas lagi, menyebabkan darah mengalir deras.


Ichiro, yang hampir kehilangan kesadaran, tahu bahwa dia mungkin tidak akan selamat dari penyiksaan ini. Tetapi dalam keadaan terakhirnya, dia berdoa agar seseorang mendengar jeritannya dan datang menyelamatkannya.


Kengerian berlanjut di hutan yang gelap, dan masa depan Ichiro yang mungkin sudah tiada bergantung pada siapa yang akan mendengar jeritan putus asanya.


Ichiro terus disiksa oleh Rokurokubi dengan kejam di dalam hutan yang gelap. Wanita itu, yang telah berubah menjadi makhluk yang sadis, menikmati penderitaan yang dia sebabkan pada manusia yang tidak berdaya ini.


Dengan panjangnya leher yang seperti ular, Rokurokubi menjepit dan melilit leher Ichiro, menyebabkan napasnya semakin sesak. Dia merobek kulit Ichiro dengan kuku panjangnya, dan darah segar terus mengalir dari luka-luka yang terbentuk.


“Kau tidak akan pernah lolos dariku,” Rokurokubi berkata dengan suara tajam. “Kau akan mengingat saat-saat terakhir ini selamanya.”


Ichiro, meskipun terluka parah dan hampir tidak dapat bernapas, merasa kemarahan dan tekad yang membara dalam dirinya. Dia tahu bahwa jika dia tidak melawan dengan sekuat tenaga, dia akan menjadi korban Rokurokubi selamanya.


Dengan sisa-sisa kekuatannya, Ichiro mencoba untuk memerangi Rokurokubi. Dia menggigit tangan makhluk tersebut dengan giginya yang tajam, mencoba melepaskan cengkeramannya pada lehernya. Rokurokubi mengeluarkan jeritan kesakitan, tetapi dia tidak melepaskan Ichiro begitu saja.


Kengerian di dalam hutan mencapai puncaknya, dengan suara jeritan kesakitan yang menusuk hati dan darah yang meresap ke tanah. Ichiro terus berjuang dengan putus asa, tetapi Rokurokubi terlalu kuat.


Akhirnya, Rokurokubi mencapai puncak penyiksaannya. Dengan satu gerakan akhir yang ganas, dia memutuskan leher Ichiro dengan kejam. Tubuh Ichiro jatuh ke tanah, kehilangan kesadaran seiring darahnya yang terus mengalir.


Ketika Ichiro terbangun, dia menemukan dirinya dalam kondisi yang mengerikan. Lehernya terputus, dan dia tidak dapat lagi berbicara atau bergerak dengan normal. Dia telah mengalami kecacatan permanen yang disebabkan oleh penyiksaan Rokurokubi yang mengerikan.


Rokurokubi tersenyum penuh kemenangan saat melihat penderitaan Ichiro yang tak berujung. Dia tahu bahwa korban barunya akan menghabiskan sisa hidupnya dengan kecacatan yang mengerikan, mengingat kengerian yang pernah dialaminya.

__ADS_1


Kisah kengerian ini terus berlanjut, dengan Rokurokubi yang semakin ganas dan manusia yang harus berjuang untuk bertahan hidup dalam bayang-bayang teror makhluk ini.


__ADS_2