Cerita Horor Jepang

Cerita Horor Jepang
Episode 7


__ADS_3

Hiroshi merasa nafasnya terhenti ketika Kuchisake-onna berdiri di depannya dengan senyuman mengerikan yang terbelah hingga ke telinganya. Wanita itu mengenakan mantel merah yang melambai-lambai di angin malam yang dingin. Mata Hiroshi membesar dalam ketakutan saat dia menyadari bahwa dia telah terjebak dalam situasi yang sangat berbahaya.


Dengan nafas terengah-engah, Hiroshi mencoba untuk menjelaskan bahwa dia hanya ingin memahami lebih banyak tentang legenda Kuchisake-onna, bukan untuk menyakiti wanita itu. Namun, Kuchisake-onna hanya menatapnya dengan mata kosong, seolah-olah tidak memiliki niat lain selain menyerang.


Tanpa peringatan, Kuchisake-onna mengayunkan tangannya yang penuh dengan luka dan darah, mencoba untuk memotong Hiroshi. Insting melindungi diri memaksanya untuk menghindar, tetapi serangan itu hampir mengenai wajahnya. Secepat kilat, Hiroshi berlari menjauh, berusaha mencari tempat berlindung.


Sementara dia berusaha melarikan diri, Hiroshi mengingat semua cerita yang telah dia dengar tentang Kuchisake-onna. Dia tahu bahwa roh jahat ini selalu mengejar korban-korbannya dengan tekun dan tidak akan berhenti hingga mendapatkan darah yang diinginkannya.


Hiroshi mencapai tebing kecil yang menghadap ke lembah yang dalam. Dia tahu bahwa dia harus mencari cara untuk mengalahkan Kuchisake-onna atau mengungkap misteri yang mengitari roh jahat ini. Dia mengeluarkan kamera inframerahnya dan mencoba mengambil gambar Kuchisake-onna, tetapi wanita itu terus bergerak dengan kecepatan yang luar biasa.

__ADS_1


Saat dia berusaha untuk mengejar wanita itu dengan kamera, dia melihat bayangan aneh yang terpantul di balik pepohonan di lembah. Sesuatu yang sangat besar dan menakutkan tampaknya bergerak di sana, dan Hiroshi tahu bahwa inilah saatnya untuk mengungkap misteri yang lebih besar di balik legenda Kuchisake-onna.


Dengan hati yang berdebar, Hiroshi mengambil keputusan untuk turun ke lembah dan menyelidiki apa yang ada di sana. Dia menyadari bahwa mungkin inilah satu-satunya kesempatan yang dia miliki untuk menghadapi kengerian yang telah menghantui kota kecil ini selama bertahun-tahun.


Namun, dia juga menyadari bahwa risikonya sangat besar. Kuchisake-onna masih menguntit di belakangnya, dan sesuatu yang jauh lebih menakutkan tampaknya juga ada di sana, menunggu di dalam kegelapan lembah.


Hiroshi dengan hati-hati menuruni tebing dan memasuki lembah yang gelap. Bayangan besar yang telah dia lihat semakin jelas, dan dia menyadari bahwa itu adalah sebuah kuil kuno yang telah lama terlupakan. Dia tidak mengerti bagaimana bisa ada kuil di lokasi seperti ini.


Namun, yang lebih mengejutkan adalah melihat apa yang ada di tengah kuil. Di atas altar yang sudah berdebu, ada sosok Kuchisake-onna yang berdiri di tengah api unggun kecil. Dia tampak berbeda dari yang sebelumnya. Matanya sekarang bersinar merah, dan senyum terbelahnya terlihat lebih mengerikan dari sebelumnya.

__ADS_1


Kuchisake-onna mengenakan pakaian serba merah yang terbuat dari sutra, dan di tangannya dia memegang gunting yang terlihat sangat tajam dan bercahaya dalam cahaya api. Hiroshi menyadari bahwa dia telah terjebak di dalam upacara yang sangat mengerikan.


Tanpa kata, Kuchisake-onna mulai berbicara dengan suara yang menggema di dalam kuil yang gelap. "Aku haus akan darah... aku haus akan jiwa yang hancur... korban ini adalah pemberian untukku..."


Dengan kecepatan yang luar biasa, Kuchisake-onna mendekati Hiroshi, guntingnya mengayun dengan kejam. Dia mencoba melawan, tetapi senjatanya terlalu tajam dan cepat. Hiroshi merasakan rasa sakit yang tajam saat gunting itu memotong wajahnya, membuatnya berteriak dalam kesakitan.


Kuchisake-onna tampak senang dengan penderitaan Hiroshi. Dia terus mengayunkan guntingnya dengan kejam, memotong dan melukai tubuhnya. Darah Hiroshi mengucur, dan rasa sakitnya menjadi semakin tak tertahankan.


Namun, di tengah penderitaannya, Hiroshi tidak menyerah. Dengan tekad terakhir, dia mengeluarkan peralatan paranormalnya dan mencoba membaca mantra perlindungan. Cahaya terang menyinari kuil yang gelap, membuat Kuchisake-onna meringis dalam kesakitan.

__ADS_1


Tetapi apakah mantra itu cukup kuat untuk mengalahkan roh jahat ini atau Hiroshi akan menjadi korban selanjutnya dari legenda Kuchisake-onna yang mengerikan?


__ADS_2