Cerita Horor Jepang

Cerita Horor Jepang
Episode 13


__ADS_3

Setelah berhasil melarikan diri dari Jorogumo dan membawa pulang Zha Chuncao, Satoshi kembali ke desanya. Dia merasa lega karena telah menggagalkan serangan makhluk mengerikan itu, tetapi kelegaannya tidak bertahan lama.


Beberapa malam setelahnya, desa itu terperangkap dalam kegelapan. Hujan deras turun dari langit, menciptakan suasana yang suram dan mencekam. Satoshi merasa bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi, dan dia benar.


Ketika hujan semakin deras, penduduk desa terbangun oleh suara yang menakutkan. Ada rengekan dan teriakan yang muncul dari kegelapan. Mereka melihat sesosok makhluk besar berjalan melalui hujan, menghancurkan rumah-rumah dengan cepat.


Jorogumo telah kembali, dan kali ini dia muncul dalam wujud yang lebih menakutkan. Rambutnya yang panjang kini berubah menjadi jaring laba-laba yang berkilauan, dan matanya bercahaya dengan kebencian dan kemarahan. Dia telah mengambil bentuk laba-laba raksasa yang mengerikan.


Penduduk desa berteriak ketakutan saat Jorogumo mulai menghancurkan segala yang ada di jalannya. Dia tidak hanya mengincar satu korban, dia ingin membalaskan dendamnya kepada seluruh desa yang telah mencoba mengalahkannya.

__ADS_1


Satoshi segera menyadari bahwa dia harus bertindak. Dengan hati-hati, dia membawa tanaman Zha Chuncao yang telah dia kumpulkan, berharap bahwa itu akan memiliki efek mengusir pada makhluk ini. Namun, Jorogumo lebih kuat daripada yang dia duga.


Ketika Satoshi mencoba menggunakan Zha Chuncao, Jorogumo dengan cepat meresapkan benang-benang laba-labanya yang kuat ke dalam tanaman itu, menghancurkannya. Dia tertawa dengan tajam dan berkata, "Kau pikir tanaman itu bisa mengalahkanku?"


Penduduk desa bergegas mencoba melarikan diri dari kejaran Jorogumo yang mematikan, tetapi makhluk ini terlalu cepat dan kuat. Rumah-rumah terus dihancurkan, dan suara tangis dan teriakan orang-orang memenuhi udara hujan.


Satoshi merasa putus asa saat dia melihat desanya hancur berantakan dan penduduknya dalam bahaya. Dia tahu bahwa dia harus menemukan cara untuk mengalahkan Jorogumo, atau desa ini akan musnah.


Satoshi, yang telah berusaha dengan putus asa untuk melindungi desanya, berusaha untuk menghadapi Jorogumo. Dia tahu bahwa satu-satunya cara untuk mengalahkan makhluk ini adalah dengan menemukan cara untuk meruntuhkan kekuatannya.

__ADS_1


Satoshi mencoba menggunakan Zha Chuncao lagi, meskipun makhluk itu telah menghancurkan beberapa bagian dari tanaman tersebut. Namun, Jorogumo dengan cepat meresapkan benang-benangnya ke dalam tanaman itu lagi, menghancurkannya dengan kejam. Tanpa senjata yang efektif, Satoshi merasa putus asa.


Jorogumo, yang semakin marah dan sadis, menghampiri Satoshi dengan langkah-langkah besar. Matanya yang bercahaya penuh dengan kebencian, dan senyuman tajamnya memamerkan taring-taringnya yang mengerikan. Dia tidak berhenti pada satu kali serangan. Dia ingin memastikan bahwa desa ini dan Satoshi akan musnah.


Satoshi mencoba bertahan, tetapi serangan Jorogumo yang mematikan terlalu kuat. Makhluk itu menggerogoti dirinya dengan kejam, menghancurkan harapannya dan menyebabkannya mengeluarkan darah dalam jumlah besar.


Ketika Satoshi jatuh ke tanah, melihat sekelilingnya di desa yang hancur dan penduduk yang tewas, dia tahu bahwa dia telah kalah. Jorogumo meraihnya dengan cengkeramannya yang mematikan, menyelubungi tubuhnya dalam benang-benang laba-laba yang kuat.


Dengan tarian mengerikan, Jorogumo mulai mengikat Satoshi dalam jaring laba-laba yang mematikan. Dia mengejar setiap detik penyiksaannya, mencicipi darah dan rasa sakit korban barunya.

__ADS_1


Ketika Satoshi merasa nyawanya semakin memudar, dia tahu bahwa dia telah gagal dalam misinya untuk melindungi desanya. Jorogumo tidak hanya menghancurkan desa, tetapi dia juga telah memadamkan nyawa Satoshi dan penduduknya dengan kejam.


Dengan senyum tajam yang penuh kemenangan, Jorogumo meninggalkan puing-puing desa yang terbakar dan menghilang dalam kegelapan hutan. Legenda Jorogumo berlanjut, dan teror yang dia bawa terus menghantui pikiran mereka yang masih hidup, mengingatkan mereka akan kengerian yang selalu mengintai dalam kegelapan.


__ADS_2