
Saat cahaya terang dari mantra perlindungan Hiroshi menyinari kuil yang gelap, Kuchisake-onna meringis dalam kesakitan yang tak terbayangkan. Tubuhnya mulai memudar, dan Hiroshi merasa harapan tumbuh dalam dirinya. Mungkin, dia bisa mengalahkan roh jahat ini dan menghentikan teror Kuchisake-onna selamanya.
Namun, harapan itu hanya berlangsung sebentar. Kuchisake-onna tiba-tiba mengeluarkan teriakan yang sangat menakutkan, dan dengan kekuatan misterius, dia memadamkan mantra perlindungan Hiroshi. Cahaya tiba-tiba padam, meninggalkannya dalam kegelapan total.
Hiroshi merasa terjebak, tangan dan kaki terasa lumpuh oleh kekuatan Kuchisake-onna. Dia tahu bahwa dia tidak akan bisa melarikan diri kali ini, dan saat dia berusaha untuk berbicara dengan wanita itu, senyum terbelahnya mengerikan menggema di dalam kegelapan.
"Aku tidak akan bisa membiarkanmu pergi... aku haus akan darah... dan aku haus akanmu..."
__ADS_1
Tanpa ampun, Kuchisake-onna mengayunkan guntingnya yang tajam ke arah Hiroshi. Darahnya mengalir deras saat senjata itu menyayat tubuhnya. Hiroshi berteriak dalam penderitaan, tetapi tidak ada yang bisa mendengarnya di dalam kuil yang gelap ini.
Kuchisake-onna terus mengayunkan guntingnya dengan kejam, memotong dan melukai Hiroshi tanpa belas kasihan. Tubuhnya semakin lama semakin penuh dengan luka-luka yang dalam, dan nyawanya semakin melemah.
Hiroshi tahu bahwa ini adalah akhirnya. Dia telah gagal dalam misinya untuk mengungkap misteri Kuchisake-onna, dan sekarang dia akan menjadi korban terbaru dari legenda yang sangat mengerikan ini.
Dalam sekejap, dunia mulai memudar untuknya, dan ketakutan yang tak terbayangkan menyelimuti pikirannya. Hiroshi akan meninggalkan dunia ini dengan pertanyaan yang tak terjawab tentang Kuchisake-onna, dan teror ini akan terus menghantui kota kecil itu.
__ADS_1
Kuchisake-onna, dengan ekspresi kejam di wajahnya yang terbelah, mengucapkan kata-kata yang membuat Hiroshi merasa ketakutan setengah mati. "Kau adalah korban terbaruku... darahmu akan memuaskan hausku... dan jiwa jahatku akan semakin kuat..."
Saat Kuchisake-onna mengayunkan guntingnya untuk serangan terakhir, Hiroshi dengan putus asa mencoba untuk melawan. Namun, tubuhnya yang sudah lemah dan luka-lukanya yang parah membuat usahanya sia-sia. Goresan terakhir dari gunting Kuchisake-onna mengakhiri hidupnya yang mengerikan.
Hiroshi jatuh ke lantai kuil, menghela nafas terakhirnya. Darahnya mengalir di sekelilingnya, dan kegelapan menelan semuanya. Kuchisake-onna tertawa dengan kepuasan yang jahat, tahu bahwa dia telah mendapatkan korban lain untuk memuaskan hausnya yang gelap.
Setelah tindakan mengerikan ini, Kuchisake-onna menghilang dalam kegelapan, meninggalkan kuil yang gelap dan dingin. Nyawanya yang jahat tetap terjaga, dan dia akan terus menghantui kota kecil itu dengan terornya yang tak terbayangkan.
__ADS_1
Berita tentang kematian Hiroshi menjadi berita utama di seluruh kota, dan ketakutan akan Kuchisake-onna semakin kuat. Tidak ada yang berani mengungkapkan keberadaannya, dan mereka yang telah melihatnya tahu bahwa mereka akan menjadi korban selanjutnya.
Kisah Kuchisake-onna tetap menjadi misteri yang mengerikan di kota kecil itu, dan siapa pun yang mendengarnya akan berpikir dua kali sebelum menjelajahi hutan misterius atau mencari tahu lebih banyak tentang legenda yang sangat menakutkan ini.