Cerita Horor Jepang

Cerita Horor Jepang
Episode 30


__ADS_3

Futakuchi-Onna yang haus akan penderitaan manusia merasa keinginan yang tak terbendung untuk mencari korban baru. Dia berjalan-jalan di sepanjang hutan yang gelap, mencari tanda-tanda kehidupan. Bulan purnama terang bercahaya, memberikan cahaya samar yang cukup untuk membuat bayangannya yang menyeramkan semakin menakutkan.


Tak lama kemudian, dia mendengar suara langkah kaki lemah yang mendekat. Futakuchi-Onna tersenyum licik dan mengikuti suara tersebut. Ketika dia tiba di tempat asal suara itu, dia menemukan seorang pria muda yang terluka dan tersesat di hutan.


Pria muda itu tampak lemah dan tidak berdaya. Futakuchi-Onna dengan perlahan mendekati pria itu, senyum sadis terukir di wajahnya. Dia tahu bahwa pria ini akan menjadi korban berikutnya yang akan menderita di tangannya.


Futakuchi-Onna mengelus-elus rambutnya yang panjang dan tajam, seperti merayu pria muda itu. Dengan suara lembut, dia berkata, "Kau tampak lelah dan kelaparan, bukan? Aku bisa membantumu."

__ADS_1


Pria muda itu, yang tidak tahu apa-apa tentang siapa yang berbicara dengannya, merasa lega melihat seorang wanita yang tampaknya akan membantunya. Tanpa curiga, dia menerima tawaran bantuan Futakuchi-Onna.


Futakuchi-Onna membawa pria itu ke sebuah pondok terpencil yang dia gunakan sebagai tempat penyiksaan. Dia merasakan kegembiraan saat dia mulai memperlakukan pria itu dengan sangat perlahan. Dengan setiap potongan daging yang dia ambil, dia memastikan bahwa pria itu merasakan rasa sakit yang tak terbayangkan.


Pria itu berteriak dan merintih dalam keputusasaan, tetapi Futakuchi-Onna tidak menghiraukannya. Dia menikmati setiap saat dari penyiksaan ini, merasa bahwa rasa laparnya akan terobati dengan penderitaan pria muda itu.


Futakuchi-Onna yang haus akan penderitaan manusia tidak pernah merasa puas. Pria yang menjadi korban penyiksaannya masih hidup, meskipun dalam kondisi yang mengerikan. Rambut tajam Futakuchi-Onna tetap bergerak perlahan memotong daging pria tersebut, dan tangisannya yang merdu penuh derita memenuhi pondok terpencil itu.

__ADS_1


Meskipun telah mengambil sebagian besar darah dan daging pria itu, Futakuchi-Onna masih belum merasa puas. Dia merasa bahwa satu korban saja tidak cukup untuk menghilangkan dahaganya yang tak terkendali akan penderitaan. Dia tahu bahwa dia harus mencari lebih banyak korban untuk memuaskan nafsunya yang gelap.


Futakuchi-Onna meninggalkan pondok terpencil itu, meninggalkan pria yang tersiksa di belakangnya. Dia melanjutkan perjalanannya melalui hutan yang gelap, mencari tanda-tanda kehidupan lainnya. Dia tahu bahwa di dunia ini banyak manusia yang menderita, dan dia ingin menjadi penyebab penderitaan mereka.


Saat malam tiba, bulan purnama masih terang di langit, mengawasinya dalam misinya yang mengerikan. Futakuchi-Onna melanjutkan pencariannya, mata laparnya terus mencari tanda-tanda korban berikutnya. Dia adalah monster yang tak kenal belas kasihan, siap untuk menyiksa siapa pun yang berani mendekatinya.


Detik demi detik berlalu, dan Futakuchi-Onna masih bergerak maju, mencari mangsa yang akan menutup mulutnya yang lapar akan penderitaan. Dia adalah kutukan yang hidup, monster yang tidak pernah akan berhenti mencari korban. Dan di malam itu, seperti di malam-malam sebelumnya, Futakuchi-Onna masih keluar di dunia, siap untuk melanjutkan kekejamannya.

__ADS_1


Akhir cerita ini hanya menunjukkan bahwa kutukan Futakuchi-Onna tak pernah berakhir. Penderitaan yang dia sebarkan masih berlanjut, dan tidak ada yang bisa menghentikannya. Sampai detik ini, Futakuchi-Onna masih mencari korban berikutnya untuk memuaskan nafsunya yang gelap.


__ADS_2