Cerita Horor Jepang

Cerita Horor Jepang
Episode 9


__ADS_3

Kuchisake-onna tetap berada di bayangan warga kota kecil yang teror dengan keberadaannya yang mengerikan. Legenda ini telah membuat orang-orang takut keluar di malam hari, dan cerita-cerita tentang penampakan wanita berwajah terbelah terus menghantui pikiran mereka.


Suatu malam, di sudut kota yang gelap, seorang anak perempuan bernama Mika sedang dalam perjalanan pulang dari rumah temannya. Dia berjalan sendirian melalui jalan sempit yang dipenuhi pepohonan tua. Angin malam yang sepoi-sepoi membuat rambutnya berkibar.


Saat Mika melintasi jembatan kecil yang membentang di atas sungai yang gelap, dia merasa ada yang aneh. Langkah-langkah lembut mengikuti langkah-langkahnya, dan dia mulai merasa tidak nyaman. Dia berusaha untuk tidak memikirkan legenda Kuchisake-onna yang dia dengar dari temannya.


Namun, ketika dia tiba di tempat yang gelap dan sepi, dia mendengar suara yang mengerikan. Itu adalah suara langkah kaki, langkah kaki yang mengikuti dengan hati-hati setiap gerakan Mika. Dia berbalik dengan cepat dan menatap ke dalam kegelapan.


Di sana, dia melihat sesuatu yang membuatnya membeku ketakutan. Seorang wanita dengan mantel merah melambai-lambai di angin malam, langkahnya berhenti persis di balik bayangan yang gelap. Tubuhnya tertutup rapat, kecuali untuk mulutnya yang terbelah.

__ADS_1


Mika mencoba untuk menjauh dan berlari, tetapi Kuchisake-onna tiba-tiba muncul di depannya. Wanita itu berbicara dengan suara yang lembut dan tajam, "Apakah aku cantik?"


Mika, dalam ketakutan yang tak terkendali, menjawab dengan gemetar, "Y-ya, kamu cantik..."


Namun, jawaban itu adalah kesalahan besar. Kuchisake-onna tiba-tiba mengungkapkan senyumannya yang mengerikan, mulutnya yang terbelah membuka lebar. Dia tahu bahwa dia telah menangkap korban baru.


"Apakah aku masih cantik sekarang?" Kuchisake-onna berkata dengan suara yang tajam.


Mika berada dalam ketakutan yang tak terbayangkan ketika Kuchisake-onna mendekatinya dengan gunting tajam yang berkilauan. Dia mencoba berteriak, mencoba berlari, tetapi Kuchisake-onna dengan cepat mengejarnya, menangkapnya dengan mudah.

__ADS_1


Wanita itu menatap Mika dengan mata kosong, senyum terbelahnya yang mengerikan menggema di dalam kegelapan. "Kau adalah pemberian yang sempurna... darahmu akan memuaskan hausku..."


Dengan kejam, Kuchisake-onna mengayunkan guntingnya, dan Mika merasakan rasa sakit yang luar biasa saat senjata itu menyayat tubuhnya. Darah segar mengucur dari luka-luka yang terbuka, dan Mika terjerembab di tanah, mencoba meredakan rasa sakitnya.


Tetapi Kuchisake-onna tidak akan membiarkannya pergi begitu saja. Dia mengayunkan guntingnya lagi dan lagi, memotong dan melukai Mika tanpa ampun. Teriakan putus asa memenuhi udara malam, tetapi tidak ada yang mendengarkan.


Saat Mika kehilangan lebih banyak darah dan nyawanya semakin melemah, Kuchisake-onna tampaknya semakin puas. Dia mencicipi darah korban barunya dengan kegembiraan yang jahat, merasakan kekuatan misterius yang mengalir melalui dirinya.


Saat Mika merasa dirinya hampir mati, Kuchisake-onna menghentikan serangannya sejenak dan berkata dengan tajam, "Ketika kau mencapai dunia setelah kematian, beri tahu mereka bahwa Kuchisake-onna masih haus akan darah dan masih hidup dalam ketakutan..."

__ADS_1


Mika hanya bisa mendengarkan kata-kata itu dengan mata yang semakin redup. Rasa sakitnya mereda, dan dunia pun perlahan memudar baginya. Mika menjadi korban terbaru dari Kuchisake-onna, yang terus berlanjut dalam pencariannya untuk memuaskan hausnya yang gelap.


Sementara itu, kota kecil tersebut terus hidup dalam ketakutan dan teror, dengan cerita-cerita tentang Kuchisake-onna yang semakin kuat. Tidak ada yang tahu bagaimana menghentikan roh jahat ini, dan kengerian legenda ini akan terus mengintai di malam-malam gelap yang mendatang.


__ADS_2