Cerita Horor Jepang

Cerita Horor Jepang
Episode 28


__ADS_3

Setelah peristiwa mengerikan dengan Jirou, ketakutan melanda desa. Penduduknya semakin berhati-hati dan menjauhi hutan yang menjadi tempat persembunyian Futakuchi-Onna. Mereka tahu bahwa bertemu dengan wanita itu bisa berarti akhir yang mengerikan.


Namun, ada satu wanita di desa itu yang tidak begitu percaya pada legenda Futakuchi-Onna. Namanya adalah Akiko, seorang ibu rumah tangga yang selalu merasa bahwa cerita-cerita itu hanyalah dongeng untuk menakuti anak-anak. Dia adalah wanita yang sangat penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang apa yang sebenarnya terjadi di hutan itu.


Suatu hari, ketika anak-anaknya sedang bermain di luar rumah, Akiko memutuskan untuk menyelinap ke hutan. Dia merasa bahwa dia harus mencari tahu kebenaran tentang Futakuchi-Onna. Dia tahu itu berbahaya, tetapi rasa ingin tahunya lebih kuat.


Saat dia menjelajahi hutan, dia merasa aura misterius yang mengelilinginya. Pohon-pohon tua dan rimbun tampak menakutkan di bawah sinar matahari yang terhalang oleh dedaunan. Dia mendekati gua tempat Jirou dulu mencari harta karun, tetapi ada perasaan yang tidak enak di dalam hatinya.

__ADS_1


Akiko tidak menyadari bahwa Futakuchi-Onna telah melihatnya sejak dia memasuki hutan. Wanita itu melihat Akiko sebagai mangsa potensial berikutnya. Dengan rambut panjangnya yang menyamar sebagai rambut biasa, Futakuchi-Onna meluncur diam-diam mendekati Akiko.


Saat Akiko berjongkok untuk melihat-lihat gua, Futakuchi-Onna dengan cepat bergerak. Rambutnya yang panjang melilit tubuh Akiko, mencegahnya bergerak. Akiko merasakan sesuatu yang salah dan mencoba berteriak, tetapi rambut itu dengan cepat menutup mulutnya.


Futakuchi-Onna kini memiliki Akiko dalam cengkeramannya yang mematikan. Dia merasa kegembiraan bahwa kutukannya akan membalas dendam pada seseorang yang tidak percaya padanya. Dengan mata mulut yang kelaparan, dia siap untuk menyiksa Akiko sebagaimana yang dia lakukan pada korban-korbannya sebelumnya.


Futakuchi-Onna mengungkapkan rahang mulut di belakang kepalanya dan membiarkan lidahnya yang panjang menjulur keluar. Dia menjulurkan lidahnya yang penuh duri dan menusuk-nusuk kulit Akiko. Rasa sakitnya begitu tidak terlukiskan, membuat Akiko ingin merasakan maut daripada melanjutkan penyiksaan ini.

__ADS_1


Sambil terus mengalami penderitaan, Akiko mencoba memahami mengapa Futakuchi-Onna melakukan ini. Dia mengingat legenda yang pernah didengarnya, bahwa wanita ini adalah kutukan yang dijatuhkan kepada mereka yang berdosa, yang rakus dan kejam. Tidak mungkin ada jalan untuk bertobat, tidak ada pengampunan.


Futakuchi-Onna merasa kepuasan melihat penderitaan Akiko. Dia menarik rambutnya yang panjang, membuatnya semakin masuk ke dalam daging Akiko. Darah mulai mengalir, dan rasa sakitnya membuat Akiko hampir kehilangan kesadaran.


Namun, saat Futakuchi-Onna semakin lalai dalam penyiksaannya, sesuatu yang ajaib terjadi. Sosok bayangan muncul dari dalam gua, sosok yang tampaknya memiliki kekuatan supernatural. Bayangan itu mengeluarkan suara mendalam yang menggema, dan rambut Futakuchi-Onna tiba-tiba bergerak mundur.


Akiko yang hampir tak sadarkan diri melihat dengan mata terbelalak saat Futakuchi-Onna mengalami penderitaan. Bayangan itu menjulurkan tangan dan menyentuh rambut Futakuchi-Onna, membuatnya melolong kesakitan.

__ADS_1


"Kau tidak punya hak untuk menyiksa orang," kata bayangan itu dengan suara bergetar.


__ADS_2