Cerita Horor Jepang

Cerita Horor Jepang
Episode 17


__ADS_3

Kisah kengerian Teke-Teke telah menyebar di seluruh kota Tokyo. Setelah insiden tragis yang menimpa Yumi dan teman-temannya, orang-orang menjadi semakin waspada dan takut melewati jalan terkutuk itu di malam hari. Namun, banyak yang masih meragukan keberadaan Teke-Teke, menganggapnya hanya sebagai legenda urban.


Di sebuah sekolah menengah di dekat area tersebut, seorang siswa bernama Kenji tidak percaya pada cerita tentang Teke-Teke. Dia adalah seorang yang skeptis dan suka menantang hal-hal yang seram. Kenji bahkan menantang teman-temannya untuk bersama-sama menjelajahi jalan terkutuk itu di malam hari, mencoba membuktikan bahwa Teke-Teke hanya cerita seram.


Pada malam yang gelap dan berkabut, Kenji dan dua temannya, Hiroshi dan Emi, memutuskan untuk mencoba peruntungan mereka. Mereka membawa senter, menciptakan suasana yang menegangkan di sepanjang jalan yang suram.


Mereka berjalan-jalan dengan cemas, mencoba untuk menenangkan diri mereka sendiri dengan bercanda dan berbicara tentang berbagai hal. Namun, semakin dalam mereka masuk ke dalam hutan, semakin gelap dan hening menjadi sekeliling mereka.

__ADS_1


Tiba-tiba, mereka mendengar suara langkah yang mendekat. Suara itu serupa dengan cerita yang telah mereka dengar tentang Teke-Teke. Kenji memutuskan untuk mencoba menguji kebenaran cerita tersebut.


"Dengar, ini kesempatan kita untuk membuktikan bahwa Teke-Teke hanya cerita seram," kata Kenji dengan nada percaya diri. "Ayo cari tahu siapa yang ada di balik suara ini."


Mereka berjalan mendekati sumber suara itu, dan ketegangan semakin meningkat. Mereka memusatkan perhatian pada sumber suara yang semakin mendekat.


Kenji, Hiroshi, dan Emi bergerak mendekati sumber suara yang misterius. Mereka menyalakan senter mereka untuk menerangi jalur yang semakin gelap dan membingungkan. Tegangan di udara semakin terasa ketika langkah kaki yang mendekat semakin terdengar nyata.

__ADS_1


Teman-teman itu membeku ketakutan. Mereka sekarang menyaksikan dengan mata mereka sendiri keberadaan makhluk yang mereka pikir hanyalah cerita seram. Sebelum mereka bisa bereaksi, Teke-Teke dengan cepat mendekati mereka.


Dalam sekejap, Teke-Teke melompat ke depan Kenji, menggunakan tangan dan siku yang kuatnya untuk menyerang dengan kejam. Kenji berteriak dengan putus asa saat tubuhnya terpotong oleh hantu mengerikan ini. Darah segar bercucuran di tanah, dan kengerian melanda teman-temannya.


Hiroshi dan Emi berusaha melarikan diri, tetapi Teke-Teke dengan kecepatan mengerikan mengejar mereka. Dia muncul di depan mereka dan dengan satu gerakan tajam, dia mengakhiri nyawa Hiroshi dengan cara yang mengerikan.


Emi, yang terjatuh dalam ketakutan, mengetahui bahwa dia adalah korban berikutnya. Dia berusaha berteriak minta tolong, tetapi suaranya tercekat dalam ketakutan. Teke-Teke mengepungnya, dan saat dia menatap mata kebencian hantu itu, Emi mengerti bahwa dia juga akan mengalami nasib yang sama dengan teman-temannya.

__ADS_1


Dengan kejam, Teke-Teke mengakhiri hidup Emi, dan jalur itu menjadi sunyi lagi. Hanya darah segar dan mayat yang menggantung yang menjadi saksi keberadaan makhluk mengerikan ini.


Legenda horor Teke-Teke terus berlanjut, dan kengerian yang dia bawa tetap mengintai dalam malam gelap kota Tokyo. Kini, orang-orang tahu bahwa cerita tentang Teke-Teke bukanlah sekadar mitos belaka, tetapi kenyataan yang menakutkan.


__ADS_2