
Beberapa bulan telah berlalu sejak penduduk desa menemukan rahasia mengerikan Futakuchi-Onna. Meskipun mereka masih menjauhinya, mereka menjadi lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan mereka, berusaha untuk tidak jatuh ke dalam perangkap serakah seperti yang telah menimpa wanita itu.
Di tengah ketenangan yang sementara itu, ada seorang pria bernama Jirou, yang terkenal dengan ketamakannya yang legendaris. Dia adalah seorang pedagang kaya yang terus mengejar kekayaan tanpa pandang bulu. Jirou tidak peduli dengan cerita tentang Futakuchi-Onna atau kutukannya. Dia hanya ingin menambahkan lebih banyak harta ke dalam perbendaharaannya yang sudah melimpah.
Suatu hari, Jirou mendengar desas-desus tentang harta karun yang tersembunyi di sebuah gua terpencil di hutan. Dia percaya bahwa ini adalah kesempatan emas untuk menambah kekayaannya, bahkan jika itu berarti harus mengabaikan peringatan tentang Futakuchi-Onna.
Jirou berangkat ke hutan, membawa sekop besar dan ember untuk mengumpulkan harta karun yang dia yakini akan membuatnya menjadi lebih kaya daripada yang pernah ia bayangkan. Dia tidak tahu bahwa hutan itu adalah tempat persembunyian Futakuchi-Onna.
__ADS_1
Saat Jirou tiba di depan gua dan mulai menggali, Futakuchi-Onna yang terlupakan dalam isolasinya merasakan kehadiran orang asing. Ketika dia melihat Jirou, mata mulutnya yang mengerikan berkilat dengan rasa lapar dan marah. Itu adalah kesempatan baginya untuk memenuhi kebutuhan kutukannya.
Dengan langkah hati-hati, Futakuchi-Onna mendekati Jirou, membiarkan rambut panjangnya menyembunyikan bagian belakang kepalanya yang mengerikan. Jirou, terlalu terfokus pada harta karun yang ingin dia dapatkan, tidak menyadari bahaya yang mengintainya.
Saat Jirou terus menggali tanah di depan gua, Futakuchi-Onna semakin mendekatinya dengan hati yang penuh dengan niat jahat. Dia tahu bahwa Jirou adalah seorang yang kikir, dan itu membuatnya semakin marah. Kutukan yang selama ini dia alami memang mengerikan, tetapi sekarang dia memiliki kesempatan untuk membalaskan dendam pada seseorang yang pelit seperti Jirou.
Namun, saat dia berbalik dengan senyuman kemenangan, pandangannya bertemu dengan wajah mengerikan Futakuchi-Onna. Dia melihat mata mulut yang lapar dan tajam di belakang kepalanya yang ditutupi oleh rambut panjang. Serangan panik pun melanda Jirou.
__ADS_1
Futakuchi-Onna dengan cepat menutupi Jirou dengan rambutnya yang panjang, mencegahnya bergerak atau berteriak. Jirou merasakan rambut yang mengikatnya, dan dia menyadari bahwa dia telah jatuh ke dalam perangkap yang mengerikan.
Mulut di belakang kepala Futakuchi-Onna mulai menyerang. Dia mengunyah perlahan, membuat Jirou merasakan rasa sakit yang tak terbayangkan. Dia mencoba berteriak, tetapi rambut yang menutupi mulutnya mencegah suaranya keluar.
Futakuchi-Onna terus menyiksa Jirou, mengambil kepuasan dari rasa lapar dan kemarahannya yang selama ini tertahan. Rambutnya mulai menyelam lebih dalam ke dalam daging Jirou, membuat luka-luka yang sangat dalam dan menyakitkan.
Ketika Jirou semakin lemah dan tidak berdaya, Futakuchi-Onna menghentikan penyiksaaannya sejenak dan dengan lembut mengatakan, "Inilah harga yang harus kau bayar atas ketamakanmu, Jirou. Kutukan ini akan membantu kau mengerti arti berbagi, bahkan jika itu terlambat."
__ADS_1
Lalu, dengan sekali gerakan yang tajam, Futakuchi-Onna menggigit leher Jirou dengan mulutnya yang mengerikan, mengakhiri hidupnya dengan cara yang sangat mengerikan.