
Setelah menyiksa Ichiro dengan kejam dan meninggalkannya dengan kecacatan permanen, Rokurokubi telah menjadi semakin ganas dan haus akan darah. Dia terus berkeliaran di malam yang gelap, mencari korban berikutnya yang akan dia siksa dengan kejam.
Pada suatu malam, Rokurokubi melihat seorang lelaki muda yang berjalan sendirian di tepi jalan desa. Lelaki itu adalah Hiroyuki, seorang pemuda tampan yang terkenal suka selingkuh dengan wanita-wanita di desa itu.
Rokurokubi melihat dalam diri Hiroyuki peluang untuk mengejar kenikmatannya yang gelap. Dengan cepat, dia berubah menjadi wanita cantik yang memikat, mengenakan kimono yang memperlihatkan kecantikannya.
Dia mendekati Hiroyuki dengan senyuman manis. “Apakah kamu tidak ingin bermain bersamaku?” kata Rokurokubi dengan suara lembut.
Hiroyuki, yang terpesona oleh kecantikan wanita tersebut, tidak bisa menolak. Mereka berdua berjalan ke dalam hutan yang sunyi, tanpa sadar bahwa ini akan menjadi pertemuan terakhirnya.
Saat mereka mencapai tempat yang sunyi di dalam hutan, Rokurokubi mengungkapkan wujud aslinya yang mengerikan. Dia menjepit Hiroyuki dengan lehernya yang panjang dan mulai menyiksa pria itu dengan kejam.
Rokurokubi mencabik-cabik pakaian Hiroyuki, mengiris kulitnya dengan lembut namun menyakitkan, persis seperti yang dia lakukan pada korban sebelumnya. Hiroyuki berteriak kesakitan dan putus asa, tetapi tidak ada yang bisa mendengarnya di tengah hutan yang sunyi.
“Kau sama seperti yang lain,” kata Rokurokubi dengan suara yang dingin. “Kau lelaki yang suka menyakiti hati wanita, dan sekarang kau merasakan bagaimana rasanya menjadi korban.”
Siksaan Rokurokubi terhadap Hiroyuki berlanjut dengan kejam, dan saat bulan bersinar terang di atas, darah mereka bersamaan mengalir ke tanah yang keras. Hiroyuki yang dulunya suka selingkuh kini menjadi korban dari makhluk mengerikan ini.
Kengerian di dalam hutan mencapai puncaknya, dan Rokurokubi yang haus darah semakin ganas dalam pencariannya untuk memuaskan nafsu kejamnya.
Rokurokubi terus menyiksa Hiroyuki dengan kejam di dalam hutan yang sunyi. Wanita yang tampak cantik ini kini telah mengungkapkan sisi kejamnya yang sesungguhnya, dan Hiroyuki sekarang menjadi korban yang harus menderita akibat dosanya.
__ADS_1
Dengan leher yang panjang seperti ular, Rokurokubi menjepit Hiroyuki dengan keras, membuatnya sulit bernapas. Dia tidak hanya merobek-robek pakaian Hiroyuki, tetapi juga merobek kulitnya dengan kuku-kukunya yang tajam.
“Kau sudah lama bermain dengan perasaan wanita, bukan?” tanya Rokurokubi dengan suara dingin sambil terus menyiksa Hiroyuki.
Hiroyuki berteriak dan merintih kesakitan, tetapi tidak ada yang bisa menolongnya di tempat ini. Dia merasakan kekuatannya terus meninggalkannya, dan pandangannya menjadi kabur karena kehilangan darah.
Dengan penuh nafsu kejam, Rokurokubi merasa puas dengan menyiksa Hiroyuki yang dulunya tampan. Dia ingin memastikan bahwa pria ini tidak akan pernah lagi mengecewakan atau menyakiti wanita lain.
Dia terus menyiksa Hiroyuki, membuatnya semakin cacat dan tak berdaya. Kulit Hiroyuki kini dipenuhi dengan luka yang parah, dan wajahnya yang dulu tampan telah menjadi tidak dikenali lagi.
Siksaan yang dialami Hiroyuki berlanjut dengan penderitaan yang tak terperi, sementara Rokurokubi mengendurkan cengkeramannya hanya sesaat sebelum melanjutkan penyiksaan itu lagi. Malam terus berlalu, dan ketika matahari terbit, Hiroyuki yang dulunya gagah kini tinggal puing-puing manusia yang menderita.
Rokurokubi terus menyiksa Hiroyuki dengan kejam dan dengan setiap siksaan, pria itu semakin cacat. Tidak puas dengan penderitaan fisik, Rokurokubi sekarang memutuskan untuk menyiksa Hiroyuki dengan cara yang lebih psikologis.
Dengan cengkeramannya yang seperti ular, Rokurokubi merayap menuju otak Hiroyuki. Dia merasuki pikiran pria itu, menyebabkan Hiroyuki mengalami gejala-gejala yang mengerikan. Hiroyuki merasa pusing yang tak tertahankan, mual, dan menderita disorientasi yang parah.
“Kau pernah membuat wanita merasa terpuruk, sekarang rasakan sendiri kehancuran mentalmu,” bisik Rokurokubi dengan suara dingin di telinga Hiroyuki.
Hiroyuki berusaha bertahan dalam keadaan yang semakin mencekam, tetapi dia merasa bahwa pikirannya semakin hancur setiap saat. Rokurokubi terus memanipulasi pikirannya, menghadirkannya dengan kenangan-kenangan yang penuh dengan penyesalan dan penderitaan.
Namun, Rokurokubi tidak puas sampai di situ. Dia memutuskan untuk melakukan tindakan yang lebih sadis. Dengan cengkeramannya yang panjang, dia memaksa Hiroyuki untuk berdiri di depan rel kereta api yang terletak tak jauh dari hutan.
__ADS_1
Hiroyuki, yang sudah sangat lemah dan menderita gegar otak, tidak bisa lagi berpikir dengan jernih. Dia hanya bisa melihat sekelilingnya dengan mata kosong, tanpa memahami apa yang akan terjadi.
Rokurokubi tersenyum mengerikan saat melihat Hiroyuki yang berdiri di depan rel kereta api yang mendekat dengan cepat. Pria itu tidak punya daya untuk menghindar, dan keadaannya yang cacat membuatnya tidak bisa bertahan.
Suara klakson kereta api semakin dekat, dan Hiroyuki hanya bisa merasakan getaran yang mendekati dirinya. Kengerian mencapai puncaknya, dan Rokurokubi membiarkan Hiroyuki menderita hingga detik-detik terakhirnya.
Pada saat kereta api datang, Hiroyuki tak berdaya. Tubuhnya yang cacat hancur oleh rel kereta api, menyisakan puing-puing manusia yang sudah tidak dikenali lagi. Rokurokubi tersenyum puas, menonton kengerian yang telah dia ciptakan.
Kisah kegelapan ini terus berlanjut, dengan Rokurokubi yang semakin ganas dalam pencariannya untuk membalaskan dendam dan menyiksa mereka yang pernah menyakiti hati orang lain.
Setelah Hiroyuki mengalami kematian yang tragis dan mengerikan di rel kereta api, Rokurokubi merasa puas dengan tindakan sadisnya. Senyum jahat melintas di wajahnya, dan dia merasa kenikmatan yang mendalam dari perbuatan kejamnya.
Dia menikmati melihat penderitaan yang dia sebabkan pada manusia dan merasa kuasa yang tak terbendung atas mereka yang pernah menyakiti hati orang lain. Rokurokubi telah menemukan nafsu gelapnya yang semakin haus akan darah dan penderitaan.
Malam terus berlalu, dan Rokurokubi terus berkeliaran di malam yang gelap, mencari korban-korban berikutnya yang akan dia siksa. Dia telah menjadi makhluk yang semakin ganas dan mengerikan, dan desakan untuk membalaskan dendamnya hanya semakin memuncak.
Dalam kegelapan, wujudnya yang seram selalu mengintai, dan suara tangisan korban-korban sebelumnya terdengar di telinganya sebagai nyanyian kemenangan. Rokurokubi telah melampaui batas kekejaman manusia dan kini menjalani misinya yang gelap dengan penuh nafsu.
Hingga akhirnya, hutan yang gelap dan malam yang sunyi masih menjadi saksi bisu dari teror Rokurokubi yang semakin mengerikan. Dia terus mencari korban demi korban, menghantui pikiran mereka dengan ketakutan yang tak terhentikan.
Kisah kengerian ini akan terus berlanjut, dengan Rokurokubi yang tidak memiliki belas kasihan dan siap menyiksa mereka yang melintas di jalannya. Malam yang gelap menjadi saksi bisu dari teror yang tak berkesudahan.
__ADS_1