Cewek Tomboy

Cewek Tomboy
Senang


__ADS_3

Revan : apa kau sudah tenang, kau ingin melampiaskannya lagi padaku, aku bisa jelaskan yang ta... *(terhenti)


Kata-kata revan sontak terhenti karena vicky mencium pelan pipi revan dan menggeleng-gelengkan kepala


Revan membalas dengan menghapus air mata vicky yang masih tersisa.


Vicky : aku sudah baik-baik saja, kita pulang saja ya! Aku sedang tidak mood(menatap)


Revan : apa! Kau ingin pulang, kita bahkan belum menaiki satu wahana pun, kita akan pulang kalau uang yang aku bawa sudah habis.


Vicky : tapi...*(terhenti)


Revan mencium pelan bibir vicky dan berkata


Revan : hei, kau percaya padaku kan, biarkan aku bersama mu untuk sehari saja ya(mencubit pipi vicky)


Vicky : hei lepaskan, sakit tau!baiklah-baiklah, tapi hanya sebentar(kesal)


Revan : baik!(melepaskan tangan)


Senja*


Revan dan vicky memainkan semua permainan dan mendapatkan banyak hadiah dari setiap permainan, hadiahnya begitu banyak sampai tangan vicky sudah tidak bisa menggenggam hadiahnya.


Revan : sini aku bantu(mengambil)oh ya! Masih ada satu permainan tersisa, ayo naik itu(sambil menunjuk kincir ria)


Vicky : tapi aku takut ketinggian!*


Revan : huh! Kau tinggal memelukku(mencolek hidung vicky)


Vicky : huh! Modus(cuek)baiklah-baiklah ayo naik, tapi ini yang terakhir ya!


Revan mengangguk dan meraih tangan vicky untuk memasuki kincir rianya.


Saat permainan sudah berputar, vicky takut setengah mati dan tak berani membukan mata.


Vicky memeluk revan dan masih menutup mata.

__ADS_1


Revan : pufftt*Vicky yang pemberani bisa juga merasa ketakutan(tertawa)kemarilah kau kucing kecil yang meminta pelukan.


Vicky : berhenti menggodaku(kesal)apa permainannya sudah selesai?


Revan : belum! sepertinya masih lama, eratkan pelukanmu(mengambil kesempatan



revan : hey! Bangun, vicky bangun!


Vicky : eh! Sudah selesai!


Revan : huh! sudah dari tadi kucing pemalas(mencubit pipi vicky)


Vicky : ah! Ayo kita pulang(kesal)


Revan dan vicky pulang sambil berbincang-bincang, tak lama berbincang-bincang revan melihat ada seseorang yang menjual gelang, dan berniat membelinya.


Revan : apa kau mau gelang? Ayo kita beli.


Revan : tapi gelangnya sangat indah


Vicky : huh tidak! Ayo pulang, aku ingin bermain dengan hadiah-hadiah tadi ketika sudah di rumah.


Revan : wah! Kau seperti anak-anak, tapi bukannya kau sangat membenci boneka ya


Vicky : siapa yang bilang begitu? Aku punya banyak boneka di rumah, mungkin sekitar 80 boneka dikamarku, semua bonekaku besar-besar jadi susah untuk dibawa, tapi boneka yang ini kecil jadi mudah dibawa, itupun boneka ini darimu(tersenyum)


Revan memeluk vicky sambil meminta maaf soal kejadian yang tadi!


Revan : maafkan aku soal yang tadi ya, aku bisa menjelaskan semuanya.


Vicky : revan, sudah tak apa, aku baik-baik saja, lagipula aku percaya kau tidak akan mengkhianatiku, walaupun kau sudah punya calon tunangan, aku tetap percaya padamu(mengeratkan pelukan)


Revan : terima kasih sayang, kau yang terbaik(mengecup kening vicky)cup*


Tidak lama mereka berbincang dan berjalan, akhirnya vicky dan revan sampai di rumah vicky. Mereka berpisah dengan menggunakan salaman mereka.

__ADS_1


Revan : ayo lakukan!


Vicky : melakukan apa?


Revan : kau lupa, salamannya!


Vicky : oh! Kau mengangetkanku saja, baiklah kemari kau jerapah yang tinggi.


Vicky mengelus kepala revan dilanjut mencium bibir, dan memeluk, revan membalas dengan hal yang sama!


Revan : sampai jumpa besok!(cium jauh)


Vicky : sampai jumpa(membalas)


Revan akhirnya sampai dirumah dan mencari mamanya untuk menanyakan soal yang tadi.


Revan : mama, mama kau dimana(tiba-tiba masuk)aku ingin bicara dengan mama


Vanya : ada apa revan, kau mau apa?


Revan : ma, mama putuskan hubunganku dengan kayla, aku tak menyukai wanita itu, beraninya dia memelukku didepan vicky.


Vanya : karna mama yang menyuruhnya mengacaukan kencanmu


Revan : tapi kenapa ma(terkejut)


Vanya : aku ingin menguji vicky apa dia setua padamu atau malah sebalikanya, lagi pula apa bagusnya vicky itu


Revan : vicky berbeda dari yang lain, kau tahu, vicky tidak meninggalkanku dia malah menampar kayla, aku sangat senang melihat vicky menampar wanita tidak tahu malu itu.


Vanya : hm, ini belum seberapa, aku pastikan padamu revan, vicky akan meninggalkanmu cepat atau lambat, atau malah sebaliknya, kau yang akan meninggalkan vicky, lihat saja revan


Revan tak mendengarkan kata-kata vanya dan beranjak menaiki tangg dan masuk kekamar, sambil membanting pintu kamar dengan keras.


Hai guys😘Jangan lupa tinggalkan like dan komentar kalian dibawah serta kritik dan saran melalui kolom komentar!


Beri saya semangatšŸ˜

__ADS_1


__ADS_2