Cewek Tomboy

Cewek Tomboy
Malamnya Di Rumah Sakit


__ADS_3

Setelah menenagkan sky dari amarahnya vicky bersikeras untuk menyuruh sky serta orang tuanya pulang dan membiarkan vicky menginap sendiri.


Vicky : mimi, pipi dan kakak pulang saja, aku bisa jaga diri kok!


Sky : tidak-tidak, kau pasti akan menyuruh anak itu kemari dan kau pasti bersamanya lagi semalaman, aku tidak akan membiarkannya.


Vicky : aku tidak akan menyuruh revan kemari, kakak, mimi dan pipi pulang saja, dan lagi pipi pasti banyak kerjaan dari kantor, kakak harus membantu pipi bukan, dan mimi juga harus mengurus rumah dan hari ini bukankah mama ada acara berasama teman mama? Ayolah aku akan baik-baik saja!


Sky : kau janji tidak akan mengajak revan kemari? Dan kau akan baik-baik saja kan?


Vicky : iya-iya, aku akan jaga diri baik-baik!


Sky : baiklah, awas saja jika kau berbohong!(mengacak-acak rambut vicky)


Vicky : iya-iya(melepas tangan sky)


Sky : baiklah, pi, mi ayo kita pulang, oh ya! Aku sudah menyuruh salah satu suster untuk menjaga kamarmu dari luar jadi revan tidak akan bisa masuk.


Vicky : iya-iya(kesal)



Akhirnya malam hari tiba, vicky mengambil ponsel dan menelpon revan agar tak mengunjinginya.


Vicky : halo revan?


Revan : vicky, apa kau baik-baik saja, aku akan kesana sekarang!(menuruni tangga)


Vicky : sebaiknya kau tak usah kemari, pintu kamarku dijaga suster, kakak melarang siapapun masuk kedalam kamarku saat ini, kau jenguk aku besok saja ya, ok aku matikan dulu teleponnya, dah(menutup panggilan)


Revan : hey tungg... *


Vicky bersiap untuk tidur, vicky sadar jika ia harus tetap bersekolah besok, ia tak ingin lama-lama di rumah sakit yang menyengat akan bau obat yang menusuk hidungnya. Vicky juga sangat merindukan revan, jadi dia tidak sabar untuk segera keluar dari rumah sakit.

__ADS_1


”Hoaaammm... Aku harus tidur, aku benar-benar kedinginan disini, benar-benar suhu yang mematikan”(mengeluh dalam hati)


15 menit kemudian*


Klik*(suara jendela terbuka)


Revan mengendap-endap dan masuk kedalam kamar vicky dengan hati-hati agar tak membangunkan vicky yang sedang tertidur.


”Sayangku ini pasti benar-benar merindukanku, dia sepertinya sedang memikirkan sesuatu dalam tidurnya”(gumam revan dalam hati)


Revan menarik kursi yang ada disebelah kasur vicky dan duduk disamping kasur vicky, revan terus memandangi vicky dengan sesekali melamun dalam pikiran anehnya.


Perlahan-lahan revan tertidur dan lelap dalam mimpinya.


Revan..... Revan..... Revan*


Tiba-tiba ia mendengar suara yang menyebut namanya berkali-kali, ia menatap vicky yang sedang bergumam namanya, sepertinya dugaan revan benar, vicky sedang merindukannya.


Revan naik ke kasur dan mengarahkan wajahnya ke wajah vicky, hingga terlihat wajah vicky yang pucat dan bibir yang mengering serta tak berwarna sama sekali.


Kata-kata author :


contoh lelaki idaman, ayo jomblo mari kita bergandengan tangan ^_^


Revan meletakkan air panas di meja, dan kembali hanyut dalam kantuknya.


Pukul menunjukkan 04 : 30


Vicky terbangun minta pipis, vicky merasakan sesuatu menggenggam tangannya dengan erat serta hangat, vicky kaget melihat revan yang tidur di sisi kasur.



Vicky mengelus kepala revan dengan hati-hati agar revan tak terbangun, namun tiba-tiba revan terbangun sigap menatap vicky.

__ADS_1


Revan : vicky, kau bangun, kau mau apa, ini masih pagi vi, kau tidur lagi ya!


Vicky : tapi aku mau pipis, bisakah kau melepaskan tanganmu?(mencoba melepaskan diri)


Revan : biar aku antar!(berdiri)


Vicky : tidak usah! Kau tidur saja, lagipula kamar mandinya tidak perlu keluar ruangan kok, itu ada disana!(menunjuk kearah toilet)


Revan : lantainya dingin, aku akan menggendongmu kesana, kemari!


Vicky : baiklah!



Revan : apa kau sudah selesai?


Vicky : ya! Tunggu sebentar*


Ngiikk*


Vicky : ok aku sudah selesai.


Revan : sini! (Menggendong)


Vicky : kau pulanglah, kalau kakak ku kemari dan melihatmu disini, kau bisa dihajar!


Revan : baiklah, aku akan pulang, kau istirahat ya, jangan lupa makan obatmu, dan menjauhlah dari benda yang bersifat dingin(mencium kening vicky) cup*


Vicky : kau bahkan belum sembuh, kau jangan sekolah dulu ya!


Revan : aku punya pertandingan hari ini, aku akan kesekolah, aku pergi ya!


Vicky : hati-hati(melakukan salaman perpisahan

__ADS_1



__ADS_2