
Vicky dan keluarganya kembali berkumpul bersama-sama dalam sebuah meja makan yang membentang diantara mereka, tidak ada lagi yang vicky butuhkan selain ini, bagi vicky, dengan begini saja vicky sudah sangat bahagia.
Velicia : sky, panggil vicky turun untuk makan, kari kesukaannya sudah siap nih, dia juga harus menjaga kesehatannya mulai sekarang, ayo panggil adikmu ke bawah.
Sky : baik mi!
Di kamar vicky:
Vicky sedang bermain dengan kucing kesayangannha neko, vicky bermain bersama neko di atas ranjang sambil terus mengeong-ngeong melihat vicky yang menggendongnya.
"Meong... Meong"
Vicky : hey neko, kau ini rindu padaku atau marah padaku, apa kau tidak lelah mengeong, kau mau makan snack ikan mu, tunggu ya, aku ambilkan.
Vicky mengambil snack ikan kesukaan neko, vicky memberi neko snack itu, namun neko menolak dengan pergi tanpa pamit pada vicky.
Vicky : hey, aku sudah mengambilkannya dan kau tidak menyentuhnya sama sekali, benar-benar kucing nakal.
Ngikk*
Sky : vi, mimi memanggilmu untuk makan, mimi sudah memasak kari untukmu!
Vicky : baiklah, kenapa kalian selalu memberiku makan setiap waktu, tadi pagi makan, siang makan, sore makan, dan sekarang makan malam.
__ADS_1
Sky : vi, kau harus menjaga kesehatanmu mulai sekarang, sekarang turun dari kasur dan kebawah sekarang, kakak ingin latihan sebentar di atap.
Vicky : latihan itu lagi, bukankah itu sangat berbahaya, olahraga kakak yang satu ini membuatku takut kak, sejak kakak memegang pistol, kakak jadi sangat mengerikan!(menyayupkan mata)
Sky : sudahlah vicky kau tidak akan mengerti, sekarang ayo turun dari kasur dan makan.
Vicky : bahkan sejak kakak sudah memegang pistol, kakak sudah tak pernah berkunjung ke kamarku lagi untuk menemaniku, kakak sudah berubah!
Sky : vi, berhentilah bersikap kekanak-kanakan, kau tidak akan menger... (Terhenti)
Kata-kata vicky langsung bernada naik dan membentak kakaknya yang vicky sayangi selama ini, vicky tidak tau, kenapa kata-kata itu tiba-tiba terlontar dimulutnya.
Vicky : apa yang tidak aku mengerti*berhentilah memanggilku anak kecil lagi, kau... Kau sudah tak menyayangiku lagi, yang hanya dipikiranmu hanya pistol yang ada disaku mu itu, PERGI... Aku tidak mau makan, tinggalkan aku sendiri(menangis)
Hikss..
Hikss..
Sky : terserah kau saja, kakak akan kebawah dan makan, kakak akan menghabiskan semua karimu(menutup pintu & mengerutkan dahi)
Vicky : pergi saja, kata-katamu itu hanya untuk merayu anak kecil, memangnya aku sekecil apa dimatamu(berteriak)hiks... Pergi... Kau bukan kakakku lagi... (Menangis)
Kata-kata vicky sampai didengar oleh pipi dan miminya yang awalnya hanya makan dan sekarang terkaget dengan apa yang dikatakan vicky tadi, terutama kata "kau bukan kakakku lagi", itu benar-benar bukan ciri khas vicky yang dulu selalu mencintai kakaknya, dan sekarang, mereka perlahan mulai menjadi orang asing yang tinggal seatap.
Sky turun dengan perasaan yang kacau dan hampir menangis karena mendengar perkataan adiknya, seperti adiknya itu menghabisi nyawanya dengan pisau dan menusuknya beberapa kali hingga tak bersisa.
__ADS_1
Velicia : apa yang terjadi sky? Kenapa vicky berteriak seperti itu?
Sky : dia hanya marah, biarkan dia menangis dulu, dia akan mengerti setelah tangisnya reda.
Rayen : sebaiknya kau merayunya sky, dia tampaknya marah besar padamu.
Sky : marahnya akan reda pi, tenang saja, oh ya pi, penerbangan pipi besok jam berapa?
Rayen : penerbangan pagi, pipi harus segera pergi, kalau tidak perusahaan yang pipi setujui dengan teman pipi akan bangkrut, kau pesankan pipi tiket penerbangan pertama sekarang ya!
Sky : baik pi, aku akan segera memesankannya untuk pipi!
Velicia : ya sudah, kamu makan deh, nanti bawa makanan buat adikmu ya.
Sky : iya mi.
Dikamar vicky:
Dalam posisi berbaring, vicky terus menangis dan terus mengucapkan "kakak akan datang membujukku, kakak akan datang membujukku" hanya kata itu yang vicky lontarkan, namun... Sky tak kunjung datang, vicky tak berhenti menangis dan terus menambah suaranya agar sky mau masuk kekamar vicky dan membujuknya, namun itu sia-sia.
Vicky terus menangis kencang, sampai dia lelah dengan tangisannya sendiri. Walau vicky sangat kuat didepan umum, namun vicky sebenarnya sangat lemah didepan keluarganya, bahkan vicky rela bertingkah seperti anak-anak demi mendapatkan perhatian dari keluarganya terutama kakaknya yang selalu ia tunggu ketika vicky terpuruk dalam kesedihannya. namun, baru kali ini kakaknya itu tidak datang untuk membujuk ataupun minta maaf. Kini vicky merasa anak pungut di dalam keluarga ini, vicky yang ceria perlahan hilang dari hidupnya dengan sangat cepat, seiring berjalannya waktu.
Dalam hati vicky :
__ADS_1
”kakak pasti akan datang, pasti dia datang, kakak tidak pernah meninggalkanku kalau aku sedang menangis, jangan katakan kalau kakak benar-benar sudah berubah, aku... Aku... Menyayangi kakak, hiks...hiks... KAKAK Hiks...KAKAK!”