
Selesai makan bersama sang kakak, Vicky naik ke kamar dengan terburu-buru untuk melihat hadiah yang di beli mama tadi.
Vicky : kakak, aku naik ya!(meninggalkan meja makan)
Sky : Huh, iya. Hati-hati jangan lari, hadiah mu tidak akan berjalan kali
Vicky : wlee.... (Menjulurkan lidah)
Sampai di kamar, vicky melihat dua kotak sama persis diatas ranjang vicky, vicky langsung mendekati kotak itu dan membukanya.
Vicky mendapati sesuatu yaitu sepatu dan switer yang sama persis.
Dalam hati vicky :
”mungkin mimi berpikir memberi ini karena sebentar lagi musim dingin, huh kenapa harus pakaian kembar gini, kan malu dilihat orang”
Vicky menaruh kembali pakaian dan sepatu di kotak dan di simpan di lemari, vicky berniat memberi ini pada revan besok namun, bukan di sekolah melainkan rumahnya. Vicky yang cukup lelah dan mata yang agak sakit karena banyak menghabiskan air mata semalam mulai lelah dan membaringkan tubuh di ranjang dan mulai terlelap dalam tidurnya. Namun, baru saja memasuki mimpi, ia langsung terbangun karena deringan ponsel yang berbunyi.
(Diirrtt-diirrtt)
Vicky : siapa sih yang nelpon jam segini(meraih telepon)Eh... Revan ternyata, kirain siapa(menyambungkan panggilan)
Halo rev?
Revan : udah baikan sama sky gak?
Vicky : udah, makasih ya, udah mau nemenin aku tadi, sebagai gantinya aku ajak kamu ke rumah setelah pulang sekolah, ada sesuatu yang akan kuberikan padamu.
__ADS_1
Revan : benarkah, apa kak sky tidak marah?
Vicky : tenang saja, kau kan hanya berkunjung, kakak tidak akan marah
Revan : baiklah kalau begitu, ya sudah kalau begitu, aku tutup dulu ya, kamu cepetan tidur, jaga kesehatan mu ya, bulan ini sudah masuk musim dingin loh, awas saja jika kau sakit lagi
Vicky : iya sayang gak bakal lagi deh
Revan : eh... Coba ulangi tadi kata yang awal
Vicky : kamu kan udah denger, aku gak bakal ngulangin lagi
Revan : hum, jahat. Ya sudah sayang, kau tidur ya, besok aku ingin melihatmu dalam keadaan sempurna.
Vicky : iya, selamat malam.
Revan : selamat malam, I love you :)
Vicky melanjutkan tidurnya dan lelap dengan cepat, bahkan lampu kamarnya belum dimatikan. Sky naik ke atas dan melihat kamar vicky yang terbuka dan lampu masih menyala masuk dan melihat keadaan.
Sky : vi, kamu belum tid...(terhenti)
Sky melihat vicky yang sedang tertidur pulas dalam posisi tengkurap, sky mendekati vicky dan membetulkan posisi tidur vicky dengan menggendong vicky, membaringkan vicky dan memberikan bantal, menyelimuti vicky dan memberi sedikit kecupan di bagian kening.
Cup*...
"Selamat malam adikku yang manis, kakak menyayangimu".
Sky mematikan lampu dan keluar dari kamar dan memandangi vicky serta tersenyum, sky kembali ke kamar dan melanjutkan membaca buku seperti biasa.
__ADS_1
Malam yang begitu sunyi tiba-tiba dibuat geger karena pecahan jendela kaca dari luar jendela kamar vicky yang menghebohkan satu rumah.
Kraakk*(jendela pecah karena lemparan batu)
"Ahh... Sak... Sakit, siapa itu?"
Mimi dan sky yang mendengar jendela yang pecah serta teriakan vicky langsung beranjak dari ranjang dan langsung ke arah kamar vicky.
"Vicky....! (Jawab bersamaan)
Vicky : eh... Mimi, kakak, aku membangunkan kalian ya, maaf!
Sky : vi, apa yang terjadi pada keningmu, dan siapa yang memecahkan jendela itu?
Vicky : ini hanya terkena serpihan kaca yang melayang, aku tidak tahu siapa yang memecahkannya.
Sky meberi pelaster obat pada luka vicky, sky melihat batu yang diarahkan kedalam kamar vicky yang membuat sky kembali berambisi.
Vicky : kakak, aku baik-baik saja, kakak jangan terpengaruh ya, aku yang akan mengurusnya, aku sudah tau pelakunya.
Sky : siapa pelakunya vi?
Vicky : biar aku yang akan membalasnya kak, dia adalah siswa di sekolahku, kakak tenang saja ya. Mimi dan kakak balik tidur deh, aku sudah baik-baik saja.
Velicia : yasudah, kamu tidur deh
Sky : kakak pergi ya
__ADS_1
Vicky : iya kak, selamat malam
Buk*