
(Kriinngg-kriinngg) suara alarm berbunyi dan membuat vicky terbangun, vikcy melihat jam dan jam sudah menunjukkan pukul 06:20,vikcy beranjak dari tempat tidur dan cepat mandi, vicky baru ingat hari ini ada ujian ditambah lagi ini hari senin, akan ada upacara.
Vicky selesai dan turun kebawah untuk berpamitan dengan miminya dan sky.
Vicky : kak, mimi vicky berangkat ya!
Sky : hati-hati(meletakkan kopi)
Velicia : vi love, jangan lupa nanti pipi datang loh!(berteriak)
Vicky : ok mi!(membalas teriakan sambil menaiki mobil)
Vicky : pak, tolong cepat saya sedang ada ujian hari ini.
Pak sopir : baik nona
8 menit kemudian vicky sampai disekolah tepat waktu, upacara baru saja dimulai. Vicky bertemu dengan rena dan sena, dia berdiri di samping mereka berdua. Mereka menunggu upacara selesai sambil berbincang-bincang
Vicky : rena apa kau sudah siap dengan ujian? (suara pelan)
Rena : ya! Sena, kau sudah siap?
Sena : iya! Aku sangat gugup dengan ujian ini, sangat merepotkan
Vicky : kau benar! Tapi kita harus menghadapinya, hei ngomong-ngomong apa kau melihat revan.
Sena : oh kak revan, kakak sedang ada di barisan sana, aku juga tak melihatnya tadi, kami tak kemari bersama.
Vicky : oh! Ya sudah.
Akhirnya upacara selesai, semua murid kembali ke kelas masing-masing, vikcy masih mencari revan karena dia ingin meminta dukungan akhirnya revan ketemu, mereka masing-masing memberikan semangat untuk ujian.
__ADS_1
Revan : hei sayang! Kau mencari ku?
Vicky : jangan panggil sayang disini, ini di sekolah
Revan : huh baiklah! Ada apa kau mencariku?
Vicky : aku ingin meminta semangat dan dukungan untuk ujian, ayolah aku butuh dukungan(membujuk)
Revan : kau ingin didukung dengan cara apa?
Vicky: ..... *(menunjuk ke pipi)
Revan senang dan mengajukan syarat
Revan : baik, akan aku lakukan, tapi kau harus membalasnya dengan cara yang sama.
Vicky : hmm, baiklah, Ayo lakukan!
Vicky mencium revan walau harus berjinjit. Mereka berpisah dan kembali ke kelas.
Suasana kelas vicky*
Di kelas vicky sudah mulai melakukan ujian, mereka semua tegang termasuk vicky, karena vicky selalu mendapatkan nilai rata-tata saat kelas satu tahun kemarin. Vicky berusaha keras, walau ada beberapa pertanyaan yang agak susah tapi vicky tetap menjawab nya dengan teliti dan hati-hati.
Ringg-ringg(bel berbunyi)
Waktu habis vicky merasa lega, saat hendak keluar vicky kaget dengan bibir yang menempel di pipinya, dan suasana dilorong itu sangat ramai sehingga semua orang tertuju padanya.
Bibir yang menempel pada pipi vicky adalah bibir revan. Vicky berusaha melepas, namun revan tiba-tiba memeluk dan menatap siswa, revan menunjukan kode dengan menaruh jari telunjuk di bibir dan mengancam sambil tetap menatap siswa lain yang ada disana.
Vicky : hei! Lepaskan aku! Ada siswa lain disini!
__ADS_1
Revan : memangnya kenapa kalau ada siswa yang melihat kita, bukannya kau pernah berkata kau akan memberi tahu semua siswa kalau kau adalah milikku
Vicky : eh...soal itu! Aku masih...masih(tertenti)
Revan : kau pasti belum memberi tahu mereka kan? Huh kau ini! Baiklah biar aku yang memberi tahu mereka(melepas pelukan)
Revan menepuk tangannya dengan keras sambil berteriak!
Pakpak
Revan : hei kalian semua, lihat kemari, aku ingin menyampaikan sesuatu. Dengar ya! Apa kalian ingat aku pernah menjanjikan bahwa aku akan mendapatkan vicky dan membuktikannya pada kalian, hari ini aku akan memperkenalkan pacarku yaitu Vicky Aurora*, aku peringatkan pada kalian jangan sampai aku melihat luka atau melihat vicky ku ini menjadi pendiam dan bahkan meneteskan air mata karena kalian, jangan memanggilku revan jika aku tidak membalasnya dengan cara yang lebih sadis. Kalian semua, cepat tepuk tangan
Siswa yang menyaksikan itu tepuk tangan dengan keras dengan gembira walaupun ada juga yang tidak setuju mereka semua tetap bersorak-sorak pada vicky dan revan sambik mengucapkan selamat.
Wandi yang melihat semua nya bersorak-sorak, wandi malah sedih bercampur bahagia dan kecewa. Karena vicky merupakan cinta pertama wandi sejak masih kecil. Wandi menjauhi kerumunan dan hendak menuju ke taman.
Sena yang melihat wandi menjauhi kerumunan sontak membuat sena mengikuti wandi.
Sena : hey! Apa yang kau lakukan disini?
Wandi : ah sena ya! Tidak aku hanya ingin sendiri, oh ya! Selamat untuk kakakmu.
Sena : sebelumnya terima kasih, tapi kau pasti tidak senang mereka jadian kan, aku bisa melihatnya
Wandi : ah tidak juga, aku senang melihat vicky bahagia. Lagipula vicky tidak mungkin menyukaiku
Sena : kalau boleh kusarankan, lebih baik mendukung dan menjalani hidup sendiri. Dari pada tersiksa, aku sihh lebih memilih seperti itu, maaf ya soal kakakku.
Wandi : aku rasa kau ada ada benarnya juga, aku akan berusaha melupakan vicky, dan juga tidak perlu meminta maaf, aku sudah memaafkannya! (Tersenyum)
__ADS_1