Cewek Tomboy

Cewek Tomboy
Menjenguk


__ADS_3

(Diiirtt-Diiirtt) suara ponsel vicky*


Vicky : sena?, untuk apa dia menelpon(mengangkat)halo sena, ada apa?


Sena : vicky apa kau bisa mengecek kakakku? Aku dan orangtuaku sedang tidak ada dirumah, kakak sedang sakit jadi dia tidak ikut. Apa kau bisa mengeceknya?


Vicky : kenapa kau tidak mengabariku lebih awal? Aku akan kesana sekarang, ok dah(tuut-tuut-tuut)


Vicky baru saja membuka pintu tiba-tiba ponselnya berbunyi lagi, kali ini revan yang menelpon seakan-akan dia mengetahui kalau vicky akan ke sana


Vicky : revan, aku akan kesana jangan kemana-mana dulu ya!


Revan : aku tahu kau akan kemari, karena itulah aku menelpon, kau tidak usah kemari aku baik-baik saja! Awas saja kalau kau kemari dengan kondisi hujan begini aku akan membunuhmu! (Mengancam)


Vicky : kau tunggu saja disana, ok dah


Revan : hey! Tapi aku... *(tuut-tuut-tuut)


Vicky berlari menuruni tangga dan keluar tanpa mengabari sky dan miminya, vicky berlari ke arah rumah revan dalam keadaan basah karena hujan. Vicky sampai di rumah revan dalam waktu 2 menit dan berhenti sejenak serta bernafas panjang lalu melanjutkan masuk kerumah revan dalam keadaan basah.


Vicky : revan apa kau baik-baik saja?


Revan : aku sudah bilang tak usah kemari, kenapa kau sangat keras kepala(marah)


Vicky : maaf! Aku kemari basah-basahan gini, maafkan aku ya!


Revan menghampiri vicky dan membuka kancing kemeja vicky yang membuat vicky panik!


Vikcy : apa yang kau lakukan? (Menahan tangan revan)


Revan : kau bisa sakit, suhu badanmu bisa menurun drastis, sana mandi kau bisa memakai bajuku nanti


Vicky : tidak-tidak kan baju sena ada

__ADS_1


Revan : kamar sena terkunci, jadi sementara kau pakai bajuku saja.


Vicky : tapi...!


Revan : tidak ada tapi, kau harus mandi(memaksa)


Vicky : baik-baik(berjalan ke arah kamar mandi)


Selesai mandi vicky keluar dengan menggunakan handuk berwarna putih membuat revan tak bisa memalingkan pandangannya dari vicky.


Vicky : jangan menatapku(malu) dimana bajunya?


Revan : maaf(membalik badan) ada di lemari, aku akan menunggu di ranjang kau masuk ke dalam ruang ganti di sebelah lemari itu.


Vicky : baiklah, jangan menoleh dulu ya!


Revan : mm(mengangguk)


Vicky : ok sudah selesai, kau sudah boleh menoleh.


Vicky : kau masih marah ya! Tunggu sebentar ya! Aku akan mencari makanan dibawah


Revan : kalau kau tak menemukan makanan kau tak perlu memasak oke!


Vicky mengangguk dan tersenyum, vicky turun mencari makanan, vicky menemukan bahan masakan di dalam kulkas namun tak menemukan makanan, vicky terpaksa memasak agar revan tak kelaparan.


Vicky memasak nasi goreng, karena bahan terlalu terbatas dan sedikit jadi hanya bisa membuat yang ada.


Vicky sedikit kesulitan saat memasak telur dan memotong sayuran, vicky sedikit terluka karena minyak, pisau dan bawang yang melukai mata dan tangannya, namun vicky berhasil mebuat nasi goreng dalam waktu 20 menit. Vicky naik membawakan nasi gorengnya pada revan dan menyuapinya


Vicky : revan, aku membuat.. Eh maksudku menemukan nasi goreng dilemari, ayo makan(tersenyum)


Revan : kenapa kau sangat lama, apa lemarinya jauh atau lemarinya tinggi(datar)

__ADS_1


Vicky : sudahlah jangan memikirkan itu, ayo buka mulut. Aaa...


Revan melihat tangan vicky dibalut dan tangan yang melepuh serta mata vicky yang merah. Revan marah dan tak mau makan serta membentak


Revan : apa yang terjadi dengan mata dan tanganmu, apa kau memasak, aku sudah bilang kalau tidak ada makanan tidak usah memasak(membentak)


Vicky : hey kau tidak perlu membentakku, aku baik-baik saja, makan yah, ayolah makan sedikit saja, aku sudah membutnya dengan susah payah(menyodokkan sendok)


Revan kesal dan tidak bergumam sambil terus mengelus tangan vicky yang terluka


Vicky tanpa pikir panjang memakan nasi itu dan menyuapi revan dengan mulut agar revan tak marah.


Revan kaget dan mulai mengunyah makananya sambil masih mengelus tangan vicky yang sakit.


Vicky : apa makananya enak, aku tidak tahu memasak, maafkan aku ya! Sepertinya tidak enak ya, apa kau masih marah? (Mengelus pipi revan)


Revan :... (Memeluk)


Vicky : ada apa revan?


Revan : kau tidak boleh melukai dirimu lagi demi aku! Aku membenci sifatmu yang keras kepala itu, lama-lama kau bisa membuatku menangis!


Vicky : hey! Aku melakukan ini demi kau! Aku baik-baik saja, kau ini sungguh lucu(melepas pelukan)


Revan : jangan menganggap nya sebagai lelucon, apa luka nya sudah dibersihkan menggunakan air dingin? Kau jangan melakukan ini lagi ya!


Vicky : iya-iya maaf! Tadi sudah kubersihkan kok(tersenyum)


Revan : ngomong-ngomong apa kau tak memakai dalaman?


Vicky : ah! Dasar cabull! Hm aku dari tadi merasa tidak nyaman karena tidak memakai dalaman, karena semua dalaman ku basah, celana pendek ini sangat tidak nyaman dipakai, hum(kesal)


Revan : kau sangat lucu(tertawa)

__ADS_1


Vicky : hum dasar cabul!



__ADS_2