Cewek Tomboy

Cewek Tomboy
Termaafkan


__ADS_3

Babak ketiga, vicky menang telak, vicky dan teman-temannya berniat merayakannya, namun vicky malah berpamitan ke teman-temanku untuk kembali.


Sena : vi, ke kantin yuk!


Vicky : nggak deh, aku akan ganti pakaian dulu, kalian lanjut saja


Sena : kalau kau sudah ganti pakaian langsung ke kantin ya!


Vicky : iya!


Sena dan vicky berpisah, vicky hendak ke rumah sakit namun dia benar-benar sudah tak kuat untuk berjalan, ia memutuskan untuk ke uks dulu untuk mengoleskan obat pada kakinya terlebih dahulu.


Di uks*


Dalam hati vicky:


”Ini benar-benar sakit, kalau revan tau kan bisa gawat! Jangan sampai dia tau deh, aku harus cepat dan melesat ke rumahs sakit”


Vicky masih mengoleskan obat di kakinya, tiba-tiba suara pintu terbuka di iringi dengan tatapan revan yang membara melihat kearah vicky.


Vicky : ah.. Rev.. Revan, sedang apa kau disini?


Revan tak menjawab dan langsung menuju ke vicky dan merebut obat yang ada ditangan vicky dan mengambil alih untuk mengobati vicky.


Vicky : udah gak apa-apa revan, beneran deh!


Tak ada jawaban dari revan, revan hanya fokus mdngobati luka vicky.


Vicky : Ah.. Mmm, revan hati-hati!


Revan : jangan teriak ya, aku akan menggerakkannya, ini sedikit terkilir, aku akan memutarnya, kau jangan berteriak


Vicky mengangguk, revan menggerakkan kaki vicky dan memutar serta menggeser kekanan kekiri, dan akhirnya kreekkk(bunyi suara kaki vicky yang di gerakkan oleh revan)


Vicky : Ah... Ah sakit!

__ADS_1


Revan : kubilang jangan berteriak!, aku sudah peringatkan untuk tidak bermain, kau masih saja membantah!


Vicky : maafkan aku, tapi ini hanya terkilir. Sudah ya revan, aku harus kerumah sakit sekarang, mimi bisa khawatir, aku pergi ya! Kamu disini aja!


Revan : aku akan mengantarmu!


Vicky : tapi bukankah kau masih ada pelajaran setelah ini, dan juga pasti pelatihmu mencarimu, tak apa revan aku baik-baik saja, kau tidak perlu repot!


Revan : hari ini aku tidak ada jam khusus, semua anggota osis aku liburkan setelah pertandingan, dan lagi pelatihku sudah pulang, teman-temanku juga sedang membereskan lapangan, jadi aku bisa mengantarmu ke rumah sakit.


Vicky : ok deh!


Revan : sini aku gendong!


Vicky : beneran, gak apa kan?


Revan : iya!


Revan menggendong vicky dari bagian pundak dan berjalan ke arah mobilnya, vicky merasa ada yang janggal dengan revan, vicky beranggapan kalau revan masih marah padanya, vicky berusaha membujuk revam dengan segala cara.


Revan : pikir saja sendiri!


Vicky : mau dihibur pake apa?


Revan : gak mau, kita masih ada di jalan, jangan macam-macam.


Vicky : memangnya kenapa, mereka tidak ada hubungannya denganku, dan lagi, kita kan ada di mobil, mereka tidak akan melihat kita!


Revan : tapi aku sedang menyetir.


Vicky : ya aku tinggal ke arahmu dan pangku aku, aku kesitu ya.


Revan : terserah.


Vicky ke arah revan dan duduk dipangkuan revan yang sedang menyetir sambil cengar-cengir melihat ke arah depan dan kiri.

__ADS_1


Vicky : apa yang harus aku lakukan agar kau tidak marah lagi?


Revan : pikirkan saja sendiri!


Vicky berpikir tak terlalu lama dan langsung ingat bahwa revan akan luluh jika dicium atau dimanja.


Vicky sontak mencium bagian bawah mata revan, ya terus terang saja, revan langsung luluh namun revan tak mengungkapkannya.


Revan : lagi!


Vicky : eh, apa katamu?


Revan : aku bilang lagi, cium aku lagi.


Vicky mencubit pipi revan dan tersenyum pada revan, vicky lega dapat melihat kembali revan yang manja seperti kucing yang mendengkur minta di elus.


Vicky kembali mencium revan, namun di bagian yang berbeda, sekarang yang vicky tuju adalah bawah bibir revan dam sudut bibir revan, vicky mencium revan dengan saktu yang lama, revan berhasil luluh lagi dan mulai tersenyum serta membalas ciuman vicky.


Vicky : udah gak marah lagi?


Revan : aku tak akan bisa marah terlalu lama padamu, kau adalah gadisku, pacarku, milikku dan hanya padamu aku bisa seperti ini vicky.


Vicky : hoho... Benarkah, aku kira kau sering melakukan ini bersama kayla


Revan : jangan menyebut namanya(marah) kita ini sedang berduaan dan kau menyebut namanya, sungguh tidak romantis.


Vicky : maafkan aku revanku, aku tidak bermaksud begitu, hehehe.


Revan mencolek hidung vicky dan tetap fokus menyetir. Sampailah di rumah sakit. Revan menurunkan vicky dari mobil, untung disana mimi masih belum datang, jadi vicky bisa sampai tanpa halangan sedikitpun.


Revan : oke, aku pergi ya! Aku harus pulang sekarang, mama pasti mencariku, kau jaga diri ya(tersenyum)


Vicky : sampai jumpa(memegang pipi revan)


Revan : sampai jumpa, Cup*

__ADS_1


__ADS_2