
Saat bell istirahat sudah berbunyi, vicky hendak ke lapangan basket untuk bermain bersama revan, namun tiba-tiba vicky mengingat masa lalunya yang sangat buruk karena basket
Masa lalu vicky
Saat sore hari vicky kecil yang berumur 10 tahun hendak pergi ke lapangan basket untuk bermain.
Saat sampai vicky kecil melihat seorang anak laki-laki sedang dipukuli oleh orang yang lebih dewasa dari nya. Vicky hendak menolong dengan melempar bola basket ke kepala orang brengsek itu, dalam hati vicky
”Kena kau dasar brengsek, berani-beraninya bermain dengan anak kecil”
Vicky kecil mendekati anak laki-laki itu dan membantunya berdiri, orang yang memukul itu sontak memberi benturan pada kepala anak laki-laki itu, dan pingsan. Orang itu menyeret kaki nya dan membawanya bersama anak laki-laki itu, mereka berdua di siksa serta bola basket kesayangan nya di belah dan di robek-robek dengan kejam kaki vicky kecil di ikat dengan erat dan berbekas serta di gantung dan dipukul hingga bekas di kaki vicky terkena infeksi dan masih berbeka. Vicky yang terus di siksa karena vicky berkata pada orang yang menyiksanya
Vicky : jangan menyakiti anak itu, aku saja kalian tidak berhak menyakiti nya
saat sudah tiga hari mereka menghilang akhirnya polisi bisa menemukan vicky dan anak laki-laki itu, serta menahan orang yang menculik mereka berdua. Sejak hari itu vicky tidak pernah bertemu dengan anak laki-laki itu, bahkan vicky tak sempat bertanya namanya, vicky mendengar bahwa anak laki-laki itu pindah ke kota lain. Dihari itulah vicky agak menjauhi basket karena vicky beranggapan bahwa basket membawa masalah dan berniat menjadi pemberani agar tidak ada yang bisa menyakiti nya serta orang-orang di sekitarnya. Sejak saat itu ia sering meminta agar ada yang mengajarnya bela diri, dan vicky di latih olrh ayahnya sendiri bila ayah vicky ada waktu.
Vicky masih melamun dan memegang gelang yang tadi dipakaikan oleh revan dengan erat serta berperasaan buruk!
Tak lama kemudian saat vicky melamun revan menghampirinya dengan membawa bola basket ditangannya
Revan : vicky, vicky! Ada apa?
Vicky : eh! Kau ya, maaf aku melamun
__ADS_1
Revan : kau melamun apa, melamun tentang diriku, ah! Sudahlah ayo kita bermain
Vicky : sembarangan amat tuh mulut, iya! Iya ini juga lagi mau kesana
Akhirnya mereka bermain basket satu lawan satu skor masih sama, saat hendak lompat dan ingin memasukkan bola ke kekeranjang, bola masuk namun kaki vicky yang pernah terluka kambuh dan vicky terjatuh serta mengeluh kesakitan
Revan yang melihatnya kesakitan sontak menggendong dan berlari ke uks untuk mengobati luka vicky
Revan : minggir! Minggir kalian minggir apa kalian tidak lihat dia kesakitan, dimana ibu yumi!
Rena : Apa yang terjadi pada vicky, ibu yumi ada di uks kak revan bawa saja vicky ke sana
Revan : baiklah, saat jam berikutnya tolong bilang pada guru kalau aku dan vicky tidak masuk
Revan mengangguk, revan berlari ke arah uks revan sangat khawatir pads vicky karena vicky berteriak kesakitan
Vicky : revan, sakit! cepat sedikit!
Revan : bertahanlah, aku akan menemanimu(khawatir)
Sesampainya di uks vicky di periksa oleh ibu yumi(guru uks)revan sangat khawatir sampai mengeluarkan keringat dingin, saat melihat luka vicky, revan kaget karena merasa pernah melihat luka ini sebelumnya, revan ingat bahwa ada seseorang yang mendapat luka sama persis dengan luka vicky, namun revan tak terlalu memikirkan itu dulu, ia sangat cemas pada vicky sampai melupakan semuanya.
Luka vicky sudah di perban dan sudah membaik namun revan tak berhenti berjalan kesana kemari dan hampir menangis
__ADS_1
Yumi : revan tolong jaga vicky sebentar, ibu harus mengajar
Revan : tentu bu!
Ibu yumi meninggalkan mereka berdua, mereka sempat berbincang dan bertengkar
Revan : kau, kenapa kau tak hati-hati
Vicky : aku sudah biasa mengalaminya, ini sudah ke empat kali nya aku seperti ini, aku sudah terbiasa dengan ini, lagipula kau tak perlu membentak ku(wajah kesal
Revan : maaf! Aku hanya khawatir padamu, luka nya cukup parah, selain itu kau dengan santainya mengatakan sudah biasa akan hal itu, tapi itu terlihat menyakitkan(berdiri dan memeluk)
Vicky : hey, hey aku sudah baik sekarang, kau sebaiknya masuk kelas sekarang(melepaskan pelukan)
Tiba-tiba revan melumat bibir vicky lagi, namun vicky tak berontak sama sekali bahkan dia menikmati ciuman itu, dalam hati vicky
”Kenapa revan ini selalu membuatku tenang dan membuat jantungku berdetak sangat kencang, aku malah menikmati ciuman yang menenangkan ini, kau ini sebenarnya siapa yang bisa melelehkan hati ku”
melepaskan ciuman
-------------------------------------
**Hy guys😘Jangan lupa tinggalkan like dan komentar kalian di bawah, serta kritik dan saran melalui kolom komentar ya!
__ADS_1
Beri saya semangat😍**