
Jam terakhir sudah berbunyi, revan hendak mengantar vicky ke rumah, selama perjalanan mereka sedikit berbincang.
Revan : kemarikan tanganmu!
Vicky : hah! Maksudmu?
Revan : aku mau menggandeng mu(wajah memerah)
Vicky : (tertawa kecil) kau malu yah, baiklah aku yang akan menggandengmu
Vicky meraih tangan revan yang besar dan menggandengnya dengan tersenyum, revan kemudian bertanya:
Revan : vicky, ayo kita berkencan.
Vicky : hmm bagaimana ya, kau harus meyakinkan ibu dan kakakku.
Revan : baik aku akan membuatmu takjub(wajah sombong)
Vicky : oh ya! Apa kau ada hubungan darah dengan sena?
Revan : darimana kau tahu tentang adikku
Vicky : ah itu, aku juga baru saja mengetahuinya tadi, sena yang bilang padaku.
Revan : benarkah! Memangnya sena satu kelas denganmu?
Vicky : ya! Dia sangat mirip denganmu, dia juga sangat imut dan pendek.
Revan : tentu saja adikku itu cantik dan menawan(wajah angkuh)hehehe
Vicky tak menanggapi, karena vicky memang sudah lelah. 5 menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman aurora.
Vicky : ayo ketuk.
Revan mengangguk. Dan mengetuk
Tok-tok-tok*
Mimi vicky mendengar ada yang mengetuk pintu, mimi vicky tidak yakin kalau itu vicky, karena jika vicky yang datang pasti dia akan langsung masuk tanpa pikir panjang, mimi menuju pintu utama dan membuka pintu, mimi vicky sedikit terkejut karena melihat vicky dan revan bergandengan tangan. Tapi juga bahagia dan menggoda vicky.
__ADS_1
Velicia : ah! Vicky kau membawa menantuku pulang. Kalian kan belum resmi(tersenyum sambil menggoda)
Vicky : mimi!(teriak)jangan menggodaku
Revan : maaf tante, aku mengantar anak tante tanpa izin.
Velicia : ah! Jangan bilang begitu, kau kan calon menantuku kau boleh panggil aku mimi. Ayo masuk! Kakak vicky ada di dalam, sekalian kau minta restu(tertawa)
Revan dan vicky masuk dan duduk di sofa dan melihat sky duduk di sofa sambil membaca buku. Vicky dan revan duduk dan berbincang bersama sky
Sky : vicky duduk disini jangan terlalu dekat. Kalian belum resmi
Vicky : iya-iya kak!, kak, revan ingin mengatakan sesuatu, aku akan ke dapur melihat mama dan membuat teh
Sky : apa yang mau kau bicarakan! (Menatap tajam revan)
Revan : maaf kak, saya ingin meminta izin untuk mengajak vicky untuk jalan-jalan minggu depan
Sky : maksudmu berkencan, mimiku sudah tahu? Apa kau bisa menjaganya?
Revan : tentu kak, mimi sudah menyetujuinya dan saya berjanji akan menjaga vicky.
Vicky : mimi aku akan membuat teh, mimi bisa bantu aku gak?
Velicia : ah! Vi love, baiklah mimi akan memanaskan air
Vicky : terima kasih mimi
Velicia : oh ya vi, vi love kapan kenal revan?
Vicky : oh, aku mengenal revan sudah lama, tapi kami baru saja berteman saat perpindahan semester mi
Velicia : benarkah? Kalian sudah sejauh mana? Ayo beritahu, mama akan mendukungmu jika kalian ingin membuat anak lebih awal(senang)
Vicky kaget dan malu, seketika vicky sangat mengunci rapat mulutnya.
Velicia : jangan malu-malu vi love, bukannya kau harus berterima kasih pada mimi, jarang loh ada ibu yang begitu peka(tertawa jahat) hehehe
Vicky : huh! Te...ter...serah deh!(Cuek)
__ADS_1
Di ruang tamu :
Vicky : baik, terserah kau saja, aku akan mengijinkanmu tapi kau harus menjaga vi love ku, jangan sampai dia terluka karna kau.
Revan : baik kak, saya berjanji.
Velicia : ada apa kalian berdua, sudah berbincang, nak revan ini tehnya(tersenyum cantik)
Vicky dan mimi duduk dan sesekali berbincang tentang keluarga revan
Velicia : oh ya! Nak revan, mama revan udah tau gak tentang hubungan kalian
Revan : belum mi, nanti saat kencan revan sekalian ajak vicky ke rumah mi.
Velicia : sky, kamu percaya sama revan kan sky?
Sky : serah deh! (Berjalan menuju tangga)
Velicia : revan kamu jangan ambil hati sikap sky ya, sky emang gitu karna dia terlalu sayang sama vicky jadi gitu deh.
Revan : tidak apa mi, oh ya mi, udah senja nih, aku pulang dulu yah! aku janji aku akan memperkenalkan vicky ke mama ku.(tersenyum)
Velicia : ya udah revan, revan cepat kasih mimi cucu yah!
Revan dan vicky malu, vicky mengantar revan ke pintu
Vicky : hati-hati yah
Revan : iya, salaman selamat tinggalnya mana?
Vicky tersenyum dan mengelus kepala revan dan mengacak-acak rambut revan di lanjut dengan pelukan dan ciuman. Revan membalas dan melakukan hal yang sama
Revan : kalau lain kali kita berpisah kita akan melakukan ini lagi yah, oh ya kata mimi mu benar ayo kita buat anak(menggoda sambil mencubit pipi vicky)
Vicky menendang bokong revan dan menyuruhnya pulang.
Hai guysšJangan lupa tinggalkan like dan komentar kalian di bawah serta kritik dan saran melalui kolom komentar ya!
Beri saya semangatš
__ADS_1