
Vicky : huh, untung kakak dan mimi tidak melihatnya(mengeluarkan sebuah kertas)
2 menit sebelum kedatangan mimi dan sky :
"Ah... Sakit, siapa itu?"
Ada seseorang yang melembar batu bata kedalam kamar vicky melalui kaca jendela kamar vicky, vicky melihat bata itu ada sebuah kertas yang terikat disana, vicky langsung mengambil dan membaca surat itu, isi surat :
"Menjauhlah Dari Revan, Dasar JALANG" inisial K.
Setelah membaca kertas itu tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mimi dan sky, vicky langsung menyembunyikan kertas itu di belakang bonekanya.
Vicky yang baru saja di sambut dengan kesenangan dalam keluarganya langsung di serbu oleh masalah baru, vicky benar-benar mengkhawatirkan jika kakaknya melakukan hal buruk lagi.
Vicky yang sempat termenung sebentar akhirnya melanjutkan tidurnya sampai hari menjelang pagi.
Keesokan paginya vicky bangun dengan keadaan yang tak cukup membaik, dikarenakan kejadian semalam yang membuatnya berpikir beberapa kali.
Vicky yang melihat kakaknya dan miminya sedang sarapan dan sedikit bersendau gurau satu sama lain ikut bergabung dan hanya berpamitan untuk ke sekokah.
Vicky : mi, kak, vicky langsung ke sekolah yah, vicky sudah terlambat nih!
Sky : gak makan dulu vi?
Vicky : enggak deh kak, udah terlambat nih, sampai jumpa.
Velicia : hati-hati vi!
__ADS_1
Sesampainya di sekolah, vicky tak langsung ke kelasnya, melainkan langsung ke lantai dua dan menuju kelas revan. Saat memasuki kelas revan, vicky tiba-tiba disambut dengan tatapan dingin oleh siswi-siswi yang ada di kelas itu.
"Hey, siapa kau?, kau adik kelas yang tomboy itu yah!" ujar salah satu dari siswi tersebut.
Vicky : memangnya ada apa kak, apa saya membuat kesalahan dengan datang kesini?
"Sepertinya gosip yang aku dengar tidak benar, dari gosip yang aku dengar kau sangat cantik dan seksi, tapi yang aku lihat sekarang, bahkan kau terlihat seperti wanita dari club mal...(terhenti)
Vicky menyela kata-kata sang kakak kelas dengan tamparan keras di pipi kakak kelasnya, vicky yang sangat geram melihat kakak kelasnya itu menghinanya tidak dapat terkendalikan lagi untuk meredakan amarahnya.
Vicky : maafkan aku kak, saya sudah tidak bisa berprilaku sopan lagi, kalau kau ingin menghinaku, ayo ke lapangan, kita duet disana!
"Kau, kau dasar jalang, tidak tau malu, dasar tomboy tidak bisakah kau melihat aku dengan kedua matamu, aku ini kakak kelasmu"
Vicky : walaupun kau kakak kelasku, lalu kenapa? Aku berhak membela diriku karna hinaanmu.
"Dasar jalang!"
Revan : bisakah kau bersikap baik pada pacarku?
"Rev... Revan, dia pacarmu? Dia yang tomboy ini?"
Revan : sekali lagi ku ingatkan, bisakah kau bersikap baik pada pacarku?
"Tapi... Tapi rev.. Dia tidak sopan padaku"
Vicky : Tidak rev, aku tidak akan bertingkah tidka sopan jika aku juga dihina, kau percaya padaku kan?
Revan : aku percaya padamu vi, kita keluar yuk, aku muak melihat wajah mereka, yuk!
Revan dan vicky keluar dari kelas dan meninggalkan sisiwi-siswi tadi, mereka berdua menuju lorong dan ke bawah tangga lantai satu, seperti biasa tempat inilah satu-satunya mereka bisa berduaan.
__ADS_1
Revan : vi, apa kau baik-baik saja?
Vicky : mm... Aku baik-baik saja, maaf ya sudah mengacau
Revan : ini bukan salahmu vi, oh ya! Kenapa kau ke kelasku?
Vicky : aku hanya ingin melihatmu, oh ya! Kau jadikan nanti ke rumah, aku sudah minta izin pada kakakku
Revan : baiklah, setelah pulang sekolah kita ke rumahmu ya, kamu ke kelas deh, bell udah mau bunyi tuhh.
Vicky : iya, ok aku balik dulu ya, kamu jangan keluyuran ya
Revan : iya, tunggu sebentar, aku ingin hadiah
Vicky : hadiah, hadiah apa?
Revan : hadiah karena aku sudah menolongmu
Vicky : terus, pengen hadiah apa nih
Revan : itu... (Menunjuk bibir vicky)
Vicky : ah... Enggak ah, ini disekolah tau
Revan : ayolah, singkat saja, pipi pun tidak masalah
Vicky : em... Baiklah
Cup*
Vicky mencium pipi revan dan meninggalkan revan setelahnya sambil berlari ke arah kelasnya tanpa menghiraukan revan.
__ADS_1