
Keeseokan pagi nya*
Vicky tidak tertidur sama sekali, air mata yang ia habiskan semalam kini sudah mengering di pipinya, vicky bergerak ke arah kamar mandi dan bersiap kesekolah.
Vicky menuruni tangga dan langsung ke arah pintu tanpa menghiraukan orang yang ada di ruang tamu.
"Nona, apa nona ingin makan"(pembantu)
Vicky tidak menjawab dan langsung keluar dari rumah setelah berseragam.
Saat dalam perjalanan, vicky memaku tanpa menghiraukan yang lain disekitarnya, bahkan orang yang sering menyapanya di abaikan.
Sesampainya disekolah, lagi-lagi vicky menhiraukan semua orang yang mendekatinya, bahkan revan pacarnya sendiri di abaikan mentah-mentah.
Revan : pagi vi!(tersenyum)
Vicky :......... "
Revan : ada apa vi, sepertinya kau kurang sehat, apa kau tidak tidur semalam? Matamu sangat sayu!
Vicky terus berjalan tanpa menyadari revan terus bertanya padanya, revan seakan angin bagi vicky sekarang, bahkan saat dikelas ia hanya duduk tegap tanpa berkedip dan tidak memperhatikan saat guru menerangkan materi.
"Vi, apa kau mendengarkan?" (guru)
Vicky lagi-lagi tidak mendengarkan dan menghiraukan orang-orang disekitar, seketika air mata vicky mengalir tanpa berekspresi vicky hanya tetap diam dan diam.
Sena : kenapa kau menangis vi?, bu sepertinya vicky kurang sehat bu!
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, bawa vicky ke uks, tapi setelah kamu mengantar vicky langsung kekelas ya!"
Sena : iya bu, tau aja sena gak mau ikut pelajaran.
"Ya sudah sana, antar vicky"
Sena : iya bu.
Sena dan vicky sampai di uks, sena menudukkan vicky di atas kasur yang ada diruangan.
Sena : vi, aku panggil kakak ya!, tunggu sebentar
Sena meninggalkan ruangan yang isinya hanya vicky seorang. Vicky masih mengalirkan air matanya di pipi mungilnya, vicky terus menangis dengan wajah datar.
Sena datang membawa revan, revan duduk di sebelah vicky, revan meminta sena untuk meninggalkan mereka berdua dan kembali ke pelajarannya.
Sena : wah, panggilan itu muncul lagi tuh, hahaha aku rindu dengan panggilan itu, baiklah kakak, aku kekelas sekarang tolong jaga vicky ya
Revan : ya, pergi deh kamu
Sena meninggalkan ruangan dan beranjak kekelas, revan yang melihat vicky menangis datar tanpa suara bisa merasakan kesakitan vicky saat ini, revan mulai membuka pembicaraan dengan bertanya pada vicky.
Revan : vi, vickyku kenapa?
Masih tidak ada tanggapan dari vicky, lantas revan bingung harus berbuat apa agar vicky mau mengeluarkan suara, revan sudah mencoba semua cara yang hasilnya tidak memuaskan, mulai dari mencium, memeluk, memanja, menggoda tak ada yang berhasil sampai ia menyebut nama kakaknya yaitu sky.
Revan : vicky, apa sky tau soal ini?
__ADS_1
Vicky : tidak(wajah datar)
Revan : eh... Kau bicara, jadi masalahnya adalah sky ya, ada apa dengan sky vicky?
Vicky : tidak ada yang terjadi, aku hanya ingin kakakku yang dulu
Revan : vicky mau dibujuk pake apa?
Vicky : aku mau kau tidak menganggapku sebagai anak kecil, pokoknya semuanya.
Revan : sejak kapan kau masih kecil(memegang pipi vicky)
Vicky : peluk aku!
Revan : Oke, kamu cuma pengen dipeluk doang
Vicky : memangnya aku harus lari kepelukan siapa lagi, kakak sudah tak menyayangiku lagi, kakak hanya memikirkan soal menembak, menembak dan hanya menembak yang ada dipikirannya. Kau tau, dulunya kakak hanya ingin buku yang ada di tangannya, kakak dulu tidak bisa dilepaskan dari buku, tapi sekarang sejak kakak mengenal yang namanya pistol, sekarang buku yang sering dibawa kakak langsung digantikan dengan pistol, menurutmu aku tidak akan marah jika seperti itu.
Revan : vicky benar kok, vicky pantas marah, kecewa dan nangis, tapi kakak sky tidak mungkin kayak gitu tanpa alasan, kan?
Vicky : alasannya ya sudah pasti kakak sudah tidak menyayangiku, kakak dulunya hanya tau kekamarku bukan ke atap untuk latihan menembak, tapi sekarang sudah tak lagi, dulunya yang ada di kantung celana kakak hanya ada permen kesukaanku, sekarang sudah diganti dengan peluru, apa aku tidak berhak marah.
Revan : dengar ya vicky, kak sky begitu pasti ada alasan lain, tidak mungkin alasannya tidak menyayangimu lagi, mana mungkin kau tidak disayang, aku saja menyayangimu dalam waktu 2 minggu ini, masa kakaknu langsung melupakan mu dalam waktu yang lama, intinya vicky yang harus minta maaf duluan, kak sky lebih tua dari vicky, jadi vicky harus bisa ya!(melepas pelukan)
Vicky : jangan lepas dulu pelukannya, aku mau lagi!
Revan : kalau vicky mau terus di peluk hapus dulu air matanya
Vicky : oke!(mengusap mata)
__ADS_1
"