Cewek Tomboy

Cewek Tomboy
Kemarahan revan


__ADS_3

Vicky selamat dari revan dan sampai tanpa ada yang mengahalangi, akhirnya pertandingan dimulai.


"Kelas 2-B dan Kelas 2-C silahkan menuju lapangan" suara peringatan.


Vicky dan teman-temannya serta lawannya masuk kedalam lapangan, untung revan tidak ada disana, wandi sudah mengingatkan kalau revan sedang istirahat dan ditraktir pelatihnya karna ia memenangkan pertandingan di babak pertama. Vicky jadi lebih leluasa untuk bemain dan tidak perlu bersembunyi-sembunyi dalam melakukan trik dribbling.


Vicky : ayo teman-teman, kita harus semangat dan memperlihatkan kekuatan kita, ayoo!(teriak memberi semangat)


"Ayooo!" teriak bersamaan.


(Priittt)bunyi piluit.


Dalam permainan pertama vicky belum merasakan kelelahan yang tidak begitu membuatnya letih dalam bermain dan mendribbling, vicky juga masih kuat melompat untuk menjangkau ringg. Vicky begitu bersemangat, poin pertama di menangkan oleh vicky dengan poin 13 : 7.


Babak kedua vicky sudah merasakan nyeri yang luar biasa dibagian bekas kakinya itu serta ditambah lagi keringat dan kepala yang mulai tak teratur entah memutar kemana.


Disana revan baru saja selesai bersenang-senang bersama teman dan pelatihnya, begitu melangkah mendekati lapangan, ia sudah dikagetkan dengan munculnya vicky di lapangan, revan langsung berlari mendekat ke lapangan dan terus mengawasi vicky yang masih belum pulih sepenuhnya.


Babak kedua selesai, vicky hendak beristirahat, tiba-tiba ada tangan yang meraih lengannya secara paksa dan menariknya menjauh dari lapangan, ternyata itu revan, vicky tidak kaget, vicky mewajarkan sikap revan padanya yang mengkhawatirkannya dengan cara menariknya menjauh, vicky sudah siap menerima ocehan dari revan yang marah seperti singa jantan yang mencari mangsa.


Dibawah tangga lantai 2*


Vicky : revan ada apa?

__ADS_1


Revan : kau masih bertanya ada apa? Kau ini sedang sakit, kenapa kau sangat keras kepala, aku sangat tidak menyukai sifat keras kepalamu itu, kau ini kenapa, aku mengerti ini tentang gengmu dan nama baik kelasmu, namun kau tidak mengerti perasaan sky, pipi dan mimi mu, dan bagaimana denganku, apa kau tidak memikirkanku, aku benar-benar ingin menamparmu vicky, berapa kali sudah ku bilang padamu untuk tidak keras kepala!


Vicky : revan tapi aku... (Terhenti)


Vicky berhenti dan tidak melanjutkan kalimat karena melihat tangan revan yang dinaikkan dan ditujukan kearah pipi vicky, vicky memejamkan mata, vicky takut jika revan menamparnya, namun... Revan menghentikan tangannya dan memeluk vicky.


Revan : vicky, kau tidak boleh seperti itu, apa kau tidak mengkhawatirkan kekhawatiranku, kalau aku melihatmu terluka, aku pasti tidak akan memaafkan diriku sendiri(mengeratkan pelukan)


Vicky membelai kepala revan, vicky mengerti akan perasaan revan, namun vicky masih tetap membantah, revan wajar marah padanya akan kelakuan vicky yang membuatnya khawatir setengah mati.


Vicky : kau boleh menamparku kok!, aku akan menerimanya, aku memang pantas menerima tamparan, aku tahu kau khawatir, tapi aku benar-benar sudah tidak tahan di rumah sakit revan, bau rumah sakit begitu tidak enak, aku benar-benar sudah sehat kok!(melepas pelukan)


Revan : bohong! Tubuhmu saja mengatakan masih sakit namun mulutmu itu benar-benar sangat pandai berbohong, tubuhmu bahkan tidak ada perubahan, aku benar-benar ingin menamparmu vicky, namun aku tidak tega, kau benar-benar tidak mengerti perasaanku(menatap)



Revan : tidak! Aku tidak akan mengijinkanmu untuk masuk ke babak ketiga, tidak boleh!


Vicky : tapi revan... (Terhenti)


Revan : tidaakkk(marah)


Cup*

__ADS_1


Vicky mencium bibir revan, berharap revan luluh dan mengijinkan vicky untuk bermain di babak ketiga.


Vicky : aku mohon(berbinar-binar)


Dalam hati revan :


”jangan tergoda revan, kau harus bisa, tapi... Vicky menciumku dengan tulus, aku tidak bisa menolak”


Vicky : aku mohon!


Revan : baiklah... Baiklah tapi, jika kau mengeluh padaku akan sesuatu aku tidak mau tahu ya!


Vicky : terima kasih revanku^_^


Revan : ya sudah, kamu kelapangan dehh, aku harus ke teman-temanku dulu, kau jaga diri ya, awas saja jika terjadi sesuatu padamu! (Mengancam)


Vicky : iya-iya, aku akan berhati-hati!


Revan : aku pergi ya!



Vicky mengangguk dan melambaikan tangan, vicky kembali kelapangan untuk melanjutkan pertandingan.

__ADS_1



__ADS_2