
Seperti yang dijanjikan tadi, setelah mereka pulang sekolah mereka langsung ke rumah vicky untuk melihat hadiah dari mimi untuk revan.
Vicky : rev, sebenarnya benda yang akan aku tunjukin ke kamu itu pemberian dari mimi buat kita.
Revan : beneran, bagus dong, tapi kenapa muka kamu kayak gak suka, ada yang salah?
Vicky : tidak, aku suka, aku cuma memikirkan sesuatu yang lain.
Vicky sedang memikirkan kejadian tadi subuh yang menyebabkan jendelanya pecah, itu sangat mengganggu pikirin vicky, sampai-sampai saat di kelas tadi vicky hanya terduduk memaku. Vicky tidak mau kalau revan mengetahuinya, vicky takut kalau revan akan marah besar jika dia tahu kejadian itu.
Revan : oh ya! Kenapa kamu memoni rambut kamu kayak gitu, matamu jadi gak kelihatan, ada yang salah denganmu hari ini, apa yang kau sembunyikan?
Vicky : anu... Poniku tidak bisa di ikat, jadi kubiarkan dia terjuntai. Tidak ada yang aku... Aku sembunyikan... Kok!
Revan : kamu yakin!
Vicky : iya, udahlah, cepetan jalannya, lambat banget kayak siput
Revan : hey tunggu!
Sesampainya di rumah, vicky langsung berjalan ke arah sofa yang sedang di duduki oleh miminya yang langsung menyambut mereka dengan senyuman.
Velicia : eh revan, vicky udah pulang, sini duduk. Vicky singkirkan ponimu itu, kau bisa tersandung sesuatu.
Vicky : tidak apa mi, aku baik-baik saja, oh ya revan, aku naik ngambil hadiahnya dulu ya, kamu duduk dulu.
Revan : oke!
Setelah kepergian vicky dari ruang tamu, revan membuka pembicaraan dengan bertanya keberadaan sky kepada velicia.
Revan : mi, kak sky mana?
__ADS_1
Velicia : dia lagi ke perusahaan pipinya, mungkin bakal lama pulangnya, gak tau mau kapan pulangnya tuh anak.
Revan : oh, baiklah kalau begitu, oh ya! Mimi tau kenapa vicky jadi agak aneh hari ini, mulai dari ngelamun terus, nutupin dahi dengan poni dan banyak lagi deh.
Velicia : kamu gak tau kejadian semalam, vicky gak cerita. Semalam itu ada yang... (Terhenti)
Kata-kata mimi dihentikan oleh vicky yang langsung datang dan membawa kotak kecil dan memeluk kotak itu sambil tertegun dan panik.
Vicky : ah.... Anu revan ini dia hadiahmu! Ayo kita coba di kamar, sini cepat(menarik tangan revan)
Revan : iya-iya bentar!
Di kamar vicky, vicky sempat menghela napas panjang, karena lega revan masih belum mendengar kata-kata miminya, untung vicky bisa mencegahnya, kalau tidak revan akan marah besar!
Revan : kamu kenapa sih? Aneh banget dari tadi, kamu lagi nyembunyiin apa?
Revan : awas aja kalau boong, ya udah mana hadiahnya?
Vicky : nih, ini baju kembar, emang kamu mau?
Revan : mau, inikan hadiah dari mimi, lagipula ini sangat bagus dan sangat hangat, mimi mungkin berpikir memberi ini karena musim dingin sudah masuk bulannya.
Vicky : mm, ya. Ayo pakai ini kalau kita keluar, misalnya jalan-jalan
Revan : baiklah, aku bawa pulang ya hadiahnya!
Vicky : ok, sebaiknya kamu cepat pulang, mama kamu pasti nyariin.
Revan : ok, sampai jumpa sayangku(memeluk) jaga dirimu ya.
__ADS_1
Vicky : iya-iya, lepasin dulu, aku sesak nihh!(mendorong)
Revan : hehe maaf!(melepas pelukan)
Vicky : ya udah, kamu pulang deh
Revan : oke, dahh!
Vicky : dah!!!
Revan menuruni tangga dan berpamitan dengan miminya vicky dan beranjak pulang dengan cepat.
Revan : mi, revan pulang ya! Makasih loh hadiahnya
Velicia : hati-hati ya revan, sama-sama(tersenyum)
Revan meninggalkan rumah vicky dan berjalan keluar rumah vicky yang besar nan megah itu sambil sesekali menoleh kebelakang lagi.
Sampai di rumah revan melihat pemandangan yang sangat tidak menyenangkan menyambut matanya. Kayla menghampiri revan dengan memeluk revan dengan erat, itu Justru membuat revan sangat jijik dan marah dengan perilaku kayla kepadanya.
Kayla : rev, aku kangen kamu, kamu capek gak, yuk mandi bareng
Revan : tidakkah kau merasa malu berkata seperti itu didepanku,cihh benar-benar menjijikan!
Kayla : tapi rev, aku calon tunanganmu, aku berhak berkata seperti itu
Revan : menjijikan, kau bahkan masih calon kau sudah berani berkata seperti itu, cuuihh, benar-benar menjijikan(mendorong)
Kayla : memangnya kenapa, apa kau lebih membela si tomboy itu, jalang itu memberimu obat apa sehingga kau bisa menafsu padanya!
Revan : ku peringatan padamu, berkatalah sesuai dengan kenyataan, bukannya kau ya yang menjadi jalang disini, seumur hidupku aku hanya mencintai vicky, ingat ini dengan baik!
__ADS_1