
Kriinngg.... (Bel terakhir berbunyi)
Vicky yang sudah merasa baikan langsung pulang seperti biasanya, tanpa ditemani revan ia pulang sendiri dan sesekali memantulkan bola basket yang ada ditangannya.
Vicky sampai dirumah, ia melihat kakaknya yang sedang duduk di kursi sambil meminum teh dan memegang buku, vicky senang melihat kakaknya sudah mulai memegang buku lagi, ia lega tak melihat benda yang mengerikan itu lagi di sakunya.
Vicky : aku pulang!
Sky : vi, sini duduk sama kakak
Vicky : em... Baik
Tanpa pikir panjang vicky langsung kearah sofa dan duduk di samping kakaknya yang sedang membaca buku.
Vicky : ada apa?
Sky : masih marah sama kakak ya! Maafin kakak ya, kakak tau pasti vicky sangat tertekan dengan sikap baru kakak. Tapi semua ini kulakukan demi kamu, kakak tidak mau hal yang sebelumnya terjadi, jadi kakak bertekad melindungi vicky(memeluk)
Vicky : em... Tidak apa kak, dan seharusnya aku yang minta maaf karena telah membentak kakak semalam, maafin vicky ya kak!(membalas memeluk)
Sky : ya udah, kita impas ya...sekarang kamu ganti baju dulu deh, nanti lanjut lagi ceritanya, Oke!(melepas pelukan)
Vicky : baiklah kak, oh ya! Mana mimi?
Sky : mimi sedang keluar, mimi ke pasar tadi
Vicky : ya udah deh..
Sky : eh... Tunggu! Kamu belum makan dari semalam kan, kakak bakal buatin kari ya!
Vicky : tidak-tidak usah kak, sebentar lagi makan malam, aku masih bisa menahannya, dan lagi tadi udah makan di sekolah kok sedikit(berbohong)
Kruikkruikkruikk...(suara perut vicky)
__ADS_1
Sky : nah, itu kan udah ada buktinya, kamu ganti baju dulu, setelah ganti baju kamu langsung turun makan ya!(menahan tawa)
Vicky : hehehe, iya kak!
Vicky naik keatas kamar, sedangkan sky berjalan menuju dapur, semua kembali pada kesibukan masing-masing.
Selesai berganti pakaian, vicky turun dari tangga dan langsung kearah meja makan, hidung vicky lagi-lagi disambut dengan wangi khas dari aroma kari yang menyengat, aroma itu membuat vicky semakin semangat untuk mencobanya.
Vicky : kakak, apa kakak sudah selesai?
Sky : ini baru saja selesai(berjalan menuju meja)silahkan dicoba vi(menghidangkan kari)
Vicky : terima kasih kak, sini kak, kakak juga makan ya!
Sky : oke, tapi suapi kakak ya!
Sky : iya-iya.
Disisi lain Velicia pulang dari pasar langsung di kagetkan dengan pemandangan indah dari sky dan vicky yang membuat Velicia bahagia.
Velicia : eh.. Kalian sudah baikan? Mimi senang melihatnya!
Vicky : hehe, oh ya mi! Mimi bawa sesuatu tidak dari pasar?
Velicia : ada, tapi ini untuk revan!
Vicky : lah, kok buat revan, aku kan anak mimi bukannya revan
Velicia : tapi mama ingin memberi ini pada menantu mimi
__ADS_1
Vicky : huh, kami kan iri
Sky : kami? Kamu aja kali, kakak kan sudah dewasa
Vicky : hum(ngambek).
Velicia : hahaha, ya sudah kamu lanjut lagi deh makannya, mimi simpan barangnya di kamar kamu, nanti kamu nilai sendiri gimana hadiahnya. Kamu tenang saja, mimi juga punya sesuatu untukmu diatas
Vicky : benarkah? Apa hadiahnya?
Velicia : nanti kamu bakal tau, makan aja dulu
Vicky : hum,, yaudah deh!
Velicia : sky, ini untukmu(memberikan buku)
Sky : terima kasih mi, apa ini keluaran terbaru?
Velicia : ya, ini baru saja rilis kemarin dan langsung dipasarkan.
Sky : ini pasti akan sangat menyenangkan
Vicky : eh... Memangnya itu buku apa?
Sky : eitss... kau belum pantas melihatnya, suatu hari nanti kau akan tau, atau kau tanya saja sama revan mungkin revan punya
Vicky : benarkah, apa setiap laki-laki punya buku seperti itu?
Sky : mungkin saja, kau tidak boleh melihat punya kakak, karena buku ini sudah masuk level teratasnya hahaha(tertawa terbahak-bahak)
Vicky : ayolah, beri tahu aku, mimi apa isi dari buku itu?
Velicia : tanya saja sama sky!
__ADS_1
Vicky : hum...(kesal)