
Jam istirahat, vicky berniat ke perpustakaan untuk meminjam buku.
Vicky : Eh! Ternyata yang menjaga hari ini ternyata kau elis
Elis : Huh iya nihh! Bosen banget cuma duduk doang, selain itu sangat sepi di sini, sungguh tidak ada yang terjadi!
Vicky : hahaha, kau terima saja nasib mu, oh ya! Aku ingin meminjam buku cerita, yang judulnya Kekuatan cinta itu di rak mana?
Elis : ah ada di sebelah kanan dekat rak kamus bahasa inggris! Tapi jaraknya sangat tinggi, kau tidak akan menjangkaunya.
Vicky : tenang saja, aku kan sudah tinggi(tertawa jahat)
Elis : huh yasudah.
Saat vicky sudah sampai di bagian rak tersebut, vicky hendak mengambil namun tangan vicky tak dapat menjangkau buku itu, vicky terus berjinjit dan masih belum sampai. Untung disana ada revan, revan membantu namun tak mengeluarkan kata-kata apapun. Revan menahan kaki vicky yang sedang berjinjit, vicky meraih dan akhirnya buku itu dapat di ambil. Saat hendak menurunkan kaki tangan vicky tergoyang dan membuat sebagin buku terjatuh, revan melindungi dan revan yang terkena buku itu. Vicky kaget dan merasa bersalah, disana vicky terus bergetar karena revan menatapnya dengan wajah dingin. Dalam hati vicky :
”Kenapa aku bergetar, jantungku lagi-lagi membuat pesta yang besar, wajah dingin revan kembali lagi, dia sangat menakutkan dengan wajah itu!”
Vicky : apa kau terluka, mana yang sakit selain itu terima kasih.
Saat hendak melihat luka revan, revan menyelip tangan vicky, vicky sangat marah dan berteriak di dalam perpustakaan
Vicky : kau itu kenapa! Aku menyuruhmu tidak mengurusi urusan ku bukan berarti kau harus bersikap seperti itu, semuanya keluar, aku bilang semuanya keluar biarkan aku berbicara dengannya berdua(marah dan berteriak)
__ADS_1
Revan : untuk apa kau menyuruh mereka keluar, jika kau ingin melampiaskan amarahmu kepadaku silahkan, bahkan jika kau ingin menamparku langsung saja.
Vicky sangat marah bercampur sedih, tangan vicky sudah tak dapat dikendalikan, vicky menampar revan dan membuat orang yang ada didalam perpustakaan heboh.
Vicky : kau puas? Kau ingin aku lampiaskan semua amarahku bukan, baiklah aku akan mulai
Kau tahu, melihatmu bersikap begitu itu sangat membuatku sakit, aku tak tahu mengapa? Mengapa kau tidak juga mengerti, kau sangat ingin aku melampiaskan semua perasaanku bukan, kau ingin dengar lagi
Kau tahu aku sangat mencintaimu, sejak kau pertama kali memelukku, aku mendengar jantungmu berdetak kencang seperti lagu di telinga ku, kau(menangis)kau sangat jahat, kau bisa saja menolakku terang-terangan disini kau ingin menamparku juga ku persilahkan(marah, membentak dan menangis)
Tangan revan menuju kewajah vicky, vicky memejamkan mata karena takut revan akan menamparnya, namun tangan revan malah memegang pipi vicky dan mencium bibir vicky
Disitu vicky sudah tak tahan lagi, vicky lega memberi tahu perasaannya pada revan, disana vicky sudah tak tahan vicky pingsan di pelukan revan, satu sekolah heboh akan yang terjadi di perpustakaan itu. Revan membawa vicky ke ruang uks, 10 menit kemudian vicky terbangun dan melihat revan ada di sampingnya yang sedang menatapnya. Vicky malu dan memalingkan wajah, namun revan memegang dagu dan mengarahkan wajah vicky ke wajahnya, lagi-lagi vicky dicium namun dicium di area sekitar pipi dibawah mata.
Vicky menangis dan memeluk revan dan berkata :
Revan : baiklah akan kuhentikan, tapi beritahu aku kenapa tangan mu bisa terluka
Vicky kemudian menjelaskan semuanya secara rinci, revan marah namun berusaha tidak bersikap dingin di depan vicky.
Revan : kau ingin mengembalikan wajahku menjadi revan yang perhatian, itu sangat mudah
Vicky : bagaimana caranya?
__ADS_1
Revan : jadilah pacarku!
Vicky terkejut karena revan menyatakan cinta padanya dan sesekali mencium kening, pipi dan bibir.
Vicky : tapi kau harus berjanji menjauhkan wajah itu dari pandanganku, apa hanya itu syaratmu?
Revan : satu lagi, cium aku setelah kau menerimanya dan memberi tahu isi sekolah bahwa kau milikku.
Vicky : baiklah, aku mau! (Cup)
Revan sangat bahagia dan tersenyum manis di depan vicky, sambil mencium pipi vicky.
Revan : tapi tunggu dulu, kenapa kau harus sampai melukai tangan mu hanya untuk menghukum dirimu sendiri?
Vicky : aku sudah mempunyai banyak luka seperti ini, di bagian belakan dan dada ada tiga dimasing -masing tempat.
Revan : apa? Dengan santainya kau mengatakan itu, dengar ya vicky sekarang kita sudah pacaran, kau gak boleh melakukan apapun tanpa kusuruh oke! Kau harus menjaga kesehatanmu
Vicky : revan yang seperti ini yang aku mau, benarkan sayang!
Revan bahagia mendengar kata-kata vicky yang membuatnya seperti terbang di langit, revan memeluk vicky dan mereka berdua akhirnya berpacaran!
__ADS_1
Hai guys😘Jangan lupa tinggalkan like dan komentar kalian dibawah serta kritik dan saran melalui kolom komentar!
Beri saya semangat😍