
Piiiiaaakkk*
Revan : beraninya kau mengatakan hal yang tidak masuk akal pada vicky!(marah)
Kayla : hikss... Aku, aku... Aku berhak berkata seperti itu, dia... Dia yang merebutmu dariku hikss.. Aku... Hikss, bukankah sebagai calonmu aku berhak mengolok orang yang merebutmu!
Revan : tidakkah kau sadar yang menjadi orang ketiga di sini adalah kau, KELUAR!
Kayla berlari ke arah pintu lalu membantingnya dengan keras, revan yang baru saja tenang langsung di buat kesal lagi oleh perbuatan dari wanita yang tidak pernah dia cintai itu membuatnya benar-benar jijik akan melihat wajahnya, apa lagi di juga menjelek-jelekan nama vicky di depannya.
Kembali kepada kayla, kayla yang mengamuk keluar dan mencari mama revan lalu mengadu, seakan-akan ia adalah nona di rumah itu ia memerintah semua orang yang ada di rumah itu termasuk mama revan, walau mama revan tidak menyadarinya namun, revan tau pasti akan akal licik yang di gunakan oleh wanita itu.
Kayla : tante, hikss... Hikss..
Vanya : ada apa kayla, kenapa kau menangis?
Kayla : revan...revan dia menamparku, tante sudah berjanji padaku untuk membujuk revan kan, tante berbohong...hikksss
Vanya : tenanglah kayla, tante sudah berjanji menepati janji tante, tenang saja revan akan jadi milikmu.
Kayla : tante gak bohong kan, janji ya!
Vanya : iya, kamu tidur bareng tante dulu ya, ini udah larut kalau kamu pulang sekarang kan bisa di ganggu cowok bandel
Kayla : baiklah tante.
__ADS_1
Keesokan paginya revan yang sudah selesai berseragam turun dari kamar dan menuju ke arah meja makan untuk sarapan, saat masih menuruni tangga ia di kejutkan dengan kayla yang mengenakan seragam sekolah sama sepertinya, itupun seragam sekolah itu adalah seragam sekolah dimana seragam sekolah itu adalah sekolah ia menuntut ilmu.
Revan : ma, untuk apa dia mengenakan seragam sekolahku?
Vanya : dia akan sekolah di sekolahmu, mama sudah memindahkannya ke sekolahmu, dia juga akan satu kelas denganmu
Revan : Apa?, kenapa mama melakukan itu, aku tidak mau kalau dia mengganggu hubunganku dengan vicky!
Vanya : sudahlah, kau tidak dapat mebantah sekarang, sebaiknya kau sarapan lalu mengantar kayla ke sekolah.
Revan : aku tidak mau! Aku ada janji dengan vicky, suruh saja supir untuk mengantarnya.
Vicky : itu benar tante, aku ada janji dengan revan.
"Vicky!" jawab mereka bersamaan.
Revan : vicky, maaf membuatmu menunggu lama, ayo kita ke sekolah!
Vicky : permisi tante, kami berangkat dulu, dan sampai jumpa di sekolah kayla.
Vanya dan kayla merasa jengkel akan kelakuan vicky pagi itu, mereka hanya membiarkan mereka berduaan dulu. Vanya yang sudah mengatur semuanya matang-matang itu sedikit tenang, jadi dia tidak perlu memikirkan hubungan vicky dan revan.
Saat dalam perjalanan vicky yang agak kesal itu tidak berkata apa-apa saat dalam mobil.
Revan : vi, marah ya!
Vicky : tidak juga, aku hanya kesal
__ADS_1
Revan : itu sama aja kaleeee...
Vicky : hum, jadi dia akan satu kelas denganmu ya!
Revan : ya begitulah, kau jangan salah paham ya, aku hanya mencintaimu kok!
Vicky : baiklah, aku percaya padamu. Oh ya! Aku ingin memberi tahu sesuatu!
Revan : ada apa vi, apa ada yang salah?
Vicky : aku...aku mendapat teror dari kayla.
Revan : apa, kau baik-baik saja kan, apa ada yang terluka?
Vicky : memangnya luka yang ada di keningku ini dilakukan siapa hah?
Revan : kenapa kau baru member tahu sekarang, bodohh!
Vicky : maaf, aku hanya tidak ingin membuatmu khawatir.
Revan : hm... Baiklah, jika kau punya masalah ceritakan ya, jangan kau pendam
Vicky : baiklah, kalau kita mendapat masalah seperti ini, bahkan yang lebih buruk dari ini, kita harus saling percaya ya, dan juga saling mengutarakan masalah, lalu kita akan menyelesaikannya bersama
Revan : mm... Pacarku makin hari semakin pintar saja, baiklah sayang, aku akan melakukan apapun untuk kedepannya, I Love You!
Vicky : Love You Too...
__ADS_1