Cinta & Benci Bersamaan

Cinta & Benci Bersamaan
Masuk Ruang BK Lagi


__ADS_3

Seperti biasa Rina dan Sari memesan makanan yang mereka suka, di tengah-tengah antrian yang begitu panjang akhirnya tiba juga giliran mereka untuk memesan. Selang beberapa menit setelah mendapatkan pesanan mereka langsung mencari tempat duduk, saat Rina dan Sari mengedarkan pandangannya untuk mencari meja kosong, pandangannya tertuju pada meja makan siswi yang tepat di sebelah Rina.


"...... Tadi waktu kita mau ke toilet ada orang berkelahi lho, ihhhh serem banget." ujar salah satu siswi di akhiri dengan bergidik takut


"Iya, gara-gara itu kita sampai gak jadi ke toilet, parah banget lho." ujar salah satu siswi lagi


Rina dan Sari yang mencuri dengar pembicaraan mereka langsung tertuju pada satu orang, yaitu teman mereka, Neni. Tak lama-lama tanpa pikir panjang Rina dan Neni segera pergi ke tempat asal berita yang mereka dengar.


Trekkk~ suara namapn diletakkan di atas meja


"Hah?" ujar salah siswi yang duduk di meja itu mendongak ke samping


"Sorry, kita nitip dulu yah sebentar kok, gak lama." ujar Rina dengan terburu-buru dan segera lari menuju tempat yang siswi tadi bicarakan


"Eh? Tunggu rin, aku juga nitip dulu yah." ujar Sari melihat Rina dan langsung meletakkan nampan makanannya di meja siswi itu


"Terimakasih." lanjutnya sambil berlari menyusul Rina


"Mereka kenapa sih." ujar salah satu siswi memandang ke arah Rina dan Sari


"Gak tau." ujar salah satu siswi lagi mengangkat bahu


"Terus nih makanan mereka serius mau di titipin ke kita." ujar salah satu siswi lagi menatap nampan milik Sari dan Rina


"Ya udahlah gak apa-apa, kan kata mereka juga gak bakal lama." ujar salah satu siswi lagi dengan santai

__ADS_1


"Dan keliatannya mereka lagi buru-buru banget." lanjutnya sambil menyeruput mie kuah


Beberapa menit kemudian akhirnya Rina tiba dimana orang-orang sedang berkumpul di depan toilet menyaksikan perkelahian itu, Rina mencoba menerobos kerumunan itu berharap belum terlambat untuk mencegah Neni, akhirnya Rina berhasil dan berteriak menyebut nama temannya, Neni.


"Neni." ujar Rina dengan lantang membuat mereka yang berkelahi ikut menoleh ke belakang


Setelah teriakan itu datang seorang siswi di samping Rina dengan nafas terengah-engah akibat berlari mengejar Rina, yang tak lain adalah Sari.


"......."


Siswi yang berdiri di samping Rina tak angkat suara, namun ke dua bola matanya terbelalak tak bekedip satu detikpun, karena sangat terkejut menyaksikan seorang siswi yang tergeletak di lantai tak berdaya.


"Rina..... Sari....." ujar siswi yang sudah lemah tak berdaya itu dengan suara yang lirih menahan sakit


"Neni...." ujar Sari memanggil siswi itu dengan lirih bergetar


Rina yang juga geram melihat temannya di aniaya seperti itu tak segan-segan Rina menghampiri 2 siswi itu dan langsung menamparnya dengan keras, sedangkan Sari langsung menghampiri Neni dan memapahnya untuk berdiri.


"Sar, buruan pisahin Rina sebelum guru BK datang, mereka sengaja cuman mau mancing Rina." ujar Neni yang kini sudah keluar dari perkelahian itu


"Tolong pegangin dia ya, jangan sampai ikut berkelahi." ujar Sari mengabaikan perkataan Neni dan segera membantu Rina


"Ah, iya." ujar salah satu siswi memapah Neni dengan bengong terheran-heran


"Astaga Sarrrii, lu kenapa ikut-ikutan juga." ujar Neni terkejut melihat Sari langsung menjambak rambut salah satu siswi yang sudah menghajar Neni

__ADS_1


"Lepasin gua, gua mau ke sa..... Auuuchhh, sial. Mereka mukulnya gak main-main." lanjutnya ingin memisahkan Rina dan Sari namun terhenti karena nyeri di pinggang dan kaki kirinya


Mereka yang berkumpul di luar menyaksikan perkelahian itu merasa merinding, tapi mereka juga gak bisa panggil guru karena salah satu dari pelakunya adalah anak pemilik sekolah ini, dan satunya lagi anak kepala sekolah.


"Heh, akhirnya lu datang juga rin, gua akan habisin lu sampai lu mau putusin Abian." ujar salah satu siswi itu dengan wajah antagonisnya


"Ya, siapa lu sampai bisa pacaran sama Abian, muka biasa aja kok belagu." ujar salah satu siswi lagi dengan sombongnya


"Kyaaaaaa." lanjutnya berteriak memegang rambutnya yang tengah di jambak oleh seseorang


"Emang si Abian setampan apa sih malah teman gua yang rugi banget bisa pacaran sama si Abian kalian itu." ujar Sari yang tak melepaskan jambakannya


"Lu tuh apa-apaan sih, dari tadi suka banget jambakin rambut gua, lu gak tau apa perawatan itu mahal." ujar siswi itu berusaha keras melepaskan tangan Sari dari rambutnya


"Sengaja biar lu gak ada waktu buat gangguin teman-teman gua lagi selama setahun, sekalian gua mau cabutin rambut lu biar botak sekalian." ujar Sari yang kini wajahnya sudah berubah menjadi mode ibu tiri


"Ck, yang benar saja masa mainnya jambak-jambakan sih." ujar salah satu siswi yang melihat Sari dan siswi itu sedang saling jambak


"Jadi waktu kelas olahraga kamu banting pintu itu karena kesal rencana kamu gagal begitu, Leysis." ujar Rina memanggil siswi itu


"Iya, gara-gara si Daniya itu gua jadi gagal bikin lu telat pas pelajaran olahraga." ujar siswi itu yang bernama Leysis menatap tajam ke arah Rina


Keributan yang terjadi hanya berlangsung beberapa menit saja dan pertengkaran itu telah sampai ke telinga guru BK, tanpa mengulur waktu guru BK langsung datang ke tempat perkara. Tentu saja sesampainya di sana sang guru amat sangat terkejut, ternyata Leysis anak kepala sekolah ikut terlibat dalam perkelahian, dan lagi-lagi Erika anak dari pemilik sekolah ikut terlibat untuk ke dua kalinya, ntah apa yang akan terjadi pada nasib dan masa depannya Erika, sikap mereka sungguh telah merusak nama baik sekolah juga kehormatan kedua orang tuanya, terlebih Erika adalah anak dari seorang pengusaha.


"Erika, Sari, Rina, Leysis dan kamu Neni, ikut bapak ke ruang BK sekarang." ujar guru BK dengan tegas dan muka galaknya

__ADS_1


Ini sudah kedua kalinya Neni di panggil oleh guru BK, bisa-bisa Neni akan dikeluarkan dari sekolah padahal semester 2 sebentar lagi. Namun masalah kali ini cukup serius, semua guru ikut bersidang tentang kejadian kali ini, dan semua murid di suruh pulang karena jam pelajaran ke 3 & 4 di kosongkan, kecuali Abian yang masih di sekolah ketika tau Rina berantem dengan teman sekelasnya dan sampai masuk ruang BK


Beberapa menit kemudian akhirnya kepala sekolah serta sang pemilik sekolah ini memberikan keputusan yang sudah disetujui oleh semua guru yang ikut sidang, tak terkecuali Rina juga. Pasalnya sang pemilik sekolah meminta Rina untuk tidak membesar-besarkan atas sikap putrinya yang sudah bertindak keterlaluan kepada Rina untuk ke dua kalinya, dan juga kepada Neni temannya. Kepala sekolah sepakat untuk tidak mengeluarkan Neni meski kali ini Neni yang jadi korban, tapi tak menutup kemungkinan kalo Neni yang bertindak lebih dulu, akhirnya sang pemilik juga kepala sekolah meminta agar kejadian ini tak perlu di perbesar, dan jangan sampai tersebar luas keluar sekolah sebagai syarat untuk Neni dan Rina, jika Neni masih ingin tetap sekolah disini. Dan tentu saja semua murid yang menyaksikan atau sempat melihat perkelahian itu semuanya di bungkam untuk tidak menyebarkannya.


__ADS_2