
Beberapa menit kemudian Rina, Sari dan Neni keluar dari ruang BK. Saat membuka pintu Rina di kejutkan dengan seorang pria yang tiba-tiba langsung menghampirinya dengan wajah penuh kecemasan
"Rin, kamu gak apa-apakan." ujar seorang pria itu menghampiri Rina dengan cemas
"Gak apa-apa kok." timpal Rina membalasnya
"Gak apa gimana, muka mu sampai memar gitu." ujar pria itu memegangi pipi Rina dan semakin khawatir ketika melihat wajah Rina penuh lebam
"Kenapa gak bilang dari awal sih kalo mereka mulai gangguin kamu. Ma'af, gara-gara aku, kamu dan teman-teman mu jadi terlibat masalah sampai kayak gini." lanjutnya dengan wajah cemas bercampur rasa bersalah
"Kalo lu tau harusnya jangan ngajak Rina pacaran, b*ngs*t." ujar Neni dengan ketus dan kasar
"Udah ni, jangan jangan terlalu kasar gitu, Abian jugakan gak tau." ujar Rina
"Tapi benar rin apa yang di bilang Neni, gara-gara si Abian cowok populer ini persahabatan kita hampir putus, kamu di bully habis-habisan, Neni jadi dapat peringatan karena bales dendam demi kamu, dan sekarang kita semua kena masalah gara-gara fans gilanya si Abian ini. Kenapa kamu masih aja belain dia." ujar Sari tak main-main mengeluarkan semua unek-uneknya dengan kesal dan marah menatap orang itu yang tak lain adalah Abian
Abian hanya tertunduk dan merasa semakin bersalah setelah mendengar pernyataan Sari, sahabat Rina. Dan yang lebih mengejutkan, Abian baru tau kalo Rina di bully sama mereka di depan semua anak-anak, dan tiba-tiba terlintas bayangan tentang kejadian minggu lalu.
"Apa kejadiannya seminggu yang lalu mereka bully kamu?" ujar Abian bertanya kepada Rina dengan wajah serius
"Iya." ujar Rina menundukkan kepala
__ADS_1
"Apa? jadi...." ujar Abian terkejut padahal Abian bertanya begitu hanya untuk memastikan
"Lah lu tau tuh, kenapa diam aja selama seminggu ini dan sekarang malah pura-pura peduli lagi, bullshit tau gak." ujar Neni memotong ucapan Abian dengan emosi yang semakin memuncak
"Sumpah rin, aku tuh beneran gak tau mereka bully kamu, waktu itu..." ujar Abian yang tak melanjutkan ucapannya karena langsung di potong sama Sari
"Gak usah pake sumpah segala deh, udah yuk rin kita balik juga jangan ladenin cowok kamu yang gak guna ini." ujar Sari menatap tajam Abian dan langsung menarik tangan Rina
"Tunggu dulu, aku tuh masih mau ngomong sama Rina. Kalo kalian mau balik, balik aja duluan gak usah ajak-ajak Rina. Rina bakal pulang bareng gua." ujar Abian menarik kembali tangan Rina
"Rin!" panggil Sari dan Neni secara bersamaan dan menatap Rina
"Tunggu sebentar yah, biarin Abian selesaikan dulu omongannya, setelah itu kita pulang, please!" ujar Rina menatap Sari dan Neni bergantian dengan wajah memohon agar teman-temannya mau mengerti
"Ya udahlah, aku juga penasaran cowok ber*ng**k nih mau ngomong apa." ujar Sari dengan ketus menatap tajam Abian
Abian yang dari tadi hanya mendengar kata-kata kasar tentang dirinya dari mulut teman-temannya Rina membuat Abian cukup emosi, tapi Abian sadar dengan keadaan sekarang kalo Abian ke pancing dan marah justru malah membuat semuanya semakin runyam, dan lebih parahnya lagi hubungannya dengan Rina pun bisa di ujung tanduk.
"Rin, soal kamu yang di bully aku beneran gak tau, sumpah." ujar Abian mengangkat jari telunjuknya
"Dan minggu lalu aku sama Haikal baru datang pas bel masuk, jadi gak tau apa-apa mengenai pembullyan itu. Emang sempat dengar berita kalo ada yang berantem di kelas kamu, tapi katanya itu teman kamu-Neni, itu juga aku taunya dari Ajri teman ku......" lanjutnya kembali dengan menjelaskan keadaannya saat itu tanpa ada yang di tutup-tutupi kepada Rina dan di hadapan teman-temannya Rina
__ADS_1
"Kamu bilang, Ajril?" ujar Sari yang berbicara di tengah penjelasan Abian
"Iya." timpal Abian menoleh ke arah Sari
"Teman lu si Ajril ikut nonton waktu pembullyan yang terjadi sama Rina?" ujar Neni yang ikut angkat suara
"Kalo itu aku kurang tau, yang aku dengar si Ajril bilang lu berantem sama teman sekelas lu dan hajar mereka sampai babak belur dan ada yang pingsan." ujar Abian menjelaskan apa yang dia dengar dari Ajril
"Berarti kalo gitu teman lu tau dong si Rina pacar lu di bully, karena kejadian pas gua berantem itu untuk ngbales perbuatan mereka ke Rina." ujar Neni memperjelas kejadian waktu itu
"Apa?" ujar Abian terkejut mendengar pernyataan Neni, pasalnya Ajril gak menceritakan soal pembullyan itu sama sekali, dan hanya menceritakan soal Neni yang berkelahi
"Tapi mungkin aja si Ajril baru datang dan tiba di sana pas lu lagi berantem, jadi dia juga gak tau soal Rina. Kalo tau dia pasti ceritain ke gua juga." ujar Abian membela temannya agar tak di salah pahami
"Ya itu mungkin." timpal Neni menatap tajam Abian
"Si Ajril bisa tau kalo itu Neni yang berantem? emangnya di kerumunan itu dia ada di barisan paling depan ya?" ujar Sari yang tiba-tiba mengerti kondisi saat ini
"Katanya sih dia ada di barisan kedua, soalnya yang di depan dia itu si kembar jangkung makanya agak susah buat si Ajril liat situasi saat itu." ujar Abian menerangkan dengan jelas
"Berarti seharusnya teman lu berpapasan sama Rina saat masuk nyelinap ke kerumunan itu untuk bisa ada di depan barisan kedua. Karena saat itu Rina langsung lari sebelum perkelahian itu terjadi." ujar Neni yang semakin memperjelas situasi saat itu
__ADS_1
Abian yang mendengar pernyataan Neni tak bisa berkutik apa-apa, karena apa yang di katakannya masuk akal dan bisa jadi memang seperti itu kejadiannya. Tapi aneh, mengapa Ajril malah menyembunyikan hal itu dari Abian, padahal saat itu Ajril juga tau kalo Abian belum menerima kabar dari Rina. Apa karena gak mau bikin Abian semakin khawatir? atau ada yang Ajril sembunyikan dari Abian dan Abian sendiri gak tau apa itu?
Tak hanya Abian, Rina, Sari dan Neni langsung teringat dengan sosok yang Sari ceritakan waktu itu, tapi jika memang benar apa untungnya untuk Ajril, Rina bahkan gak pernah bertegur sapa dengan Ajril meski Rina pacar dari temannya. Jagakan bertegur sapa, Rina aja gak pernah ngobrol dan gak kenal mana yang namanya Ajril, Rina hanya tau si Haikal karena kemana-mana dia selalu nempel sama Abian. Dan jika memang benar sosok siswa yang di liat Sari adalah Ajril, lantas mengapa Ajril juga menyembunyikan hal ini dari Abian temannya sendiri, sebenarnya permainan apa yang sedang Ajril mainkan.