
Sementara itu, di waktu yang sama, Rina sedang mengomel pada diri sendiri didepan cermin.
“Kok dia bisa ada di situ sih! kenapa pula pake dekat-dekat, kan kursi di depan juga masih kosong!” gerutunya.
“Apa gak ada cowok lain yang bisa dia tempelin selain Abian? ya walaupun Abian gantengnya gak ketulung sih!“ sambungnya masih kesal.
Dalam hatinya, Rina menjerit. “Aaaakkhhh! semakin dipikirkan semakin kesel dan merusak mood aja.”
Rina mendesah. “Hah!” mencoba untuk memadamkan api cemburu dalam hatinya. “Udahlah jangan di pikirin lagi, yang pentingkan aku pacarnya bukan Aadina.”
Cklekk~ suara pintu
Rina kembali mendesah dan menemukan hatinya. “Hufttt, oke! tenang, Rina. Kamu harus tetap tenang!”
Rina yang sudah mulai tenang, kembali melangkahkan kakinya melaju menjauh dari toilet. Rina yang baru melangkah satu inchi, tiba-tiba langsung di kejutkan oleh seseorang.
“Tenang kenapa?” tanya seorang pria yang berada dekat tepat di depan wajah manis Rina.
“Kyaaaaaa!”
Rina terlonjak kaget. Suaranya hampir membuat murid yang sudah pulang kembali lagi kesekolah. Karena wajah seseorang yang Rina kenali terlalu dekat dengan wajahnya, sampai membuat Rina terpeleset. Untungnya pria itu langsung sigap menangkap tubuh kecil Rina.
“Nae sarang?” pekik Rina yang kemudian langsung ia bungkam.
“Ngapain ada di depan toilet cewek? gimana kalo ada yang liat?” imbuhnya dan menatap wajah nang mirip oppa-oppa itu sambil celingak-celinguk.
“Mereka semua udah pulang kok, kamu habis ngapain di toilet kok lama banget?” tanya Abian yang sudah melepaskan Rina.
Jawab Rina dengan kikuk, “Bi-biasalah! tadi dapat panggilan darurat.”
“Oh, panggilan darurat! bukan karena cemburu, ya?” tanya Abian kembali sambil menggoda Rina.
“Hah! ng-nggaklah. Lagian cemburu kenapa?” sangkal Rina membuat pupil matanya mondar mandir tak berani menatap Abian.
“Terus, kok kamu bisa tau kalau aku di toilet?” sambungnya bertanya, yang kini sudah kembali menatap wajah kekasihnya bak oppa-oppa korea itu.
Abian menarik sudut bibirnya tersenyum lebar. “Siapa yang gak tau? tiba-tiba ada tomat kebakar depan perpus, terus kabur ke arah toilet.”
“Iiiihh, kenapa malah ketawa sih, pake di samain sama tomat lagi, huh!” timpal Rina merasa kesal dan memalingkan wajahnya karena ketahuan cemburu oleh Abian.
“Iya deh! aku ngaku, kalau aku cemburu liat kamu deket-deket sama princess sekolah!” ungkap Rina membuat kedua pipinya mengembang seperti bakpau.
Mendengar pengungkapan Rina, serta tingkahnya ketika cemburu membuat Abian langsung mencubit pipi chubby Rina yang di buatnya semakin mengembang. “Uttutuuu, gemes baget sih kalo lagi cemberut gini! tambah manis deh, jadi pengen cu-”
“Kamu lagi nunggu temanmu, kan?” timpal Rina menyingkirkan tangan Abian.
__ADS_1
“Hah?”
Abian merasa bingung dengan perkataan Rina, sebelum Abian memanggil Rina dengan panggilan sayangnya, Rina langsung menyergah Abian, dan memberi kode untuk berbalik lewat matanya.
“Ekhem! ukhuk-ukhuk!”
“Hah! kenapa sih? kelilipan?” tanya Abian yang masih gak tau maksud Rina.
“Loh kok? sekarang malah batuk-batuk, sih!” lanjutnya menatap mulai khawatir.
“Pasti kamu minum es lagi nih!” lanjutnya kembali menyimpulkan.
“Eh, Sari! kok ke sini? emang udah ketemu ya, bukunya?” tanya Rina pergi melewati Abian.
Abian tertegun ketika mendengar Rina memanggil sahabatnya, dan Abian baru sadar kalo yang tadi itu sebuah kode, bukan karena Rina minum es jadi batuk-batuk, ataupun kelilipan karena kemasukan debu, itu semua hanya kode dari Rina.
Sari berkata, “Udah dari tadi, tau gak? aku tungguin lama banget lho! tapi gak muncul juga batang idung mu, Rin.”
“Hehehe. Maaf ya!” sahut Rina cengengesan.
“Ya udah yukk! sekarang kita pulang. Aku juga hari ini capek banget nih, pengen langsung rebahan!” sambungnya langsung menarik tangan Sari.
“Wow! seorang Rina tiba-tiba jadi mager, ada angin apa nih?” ejek Sari.
Rina menimpali, “Angin barat.”
...- Di waktu yang sama -...
“Yang! kamu kenapa kok dari tadi bengong terus?” tanya Derry pacar Neni.
“Gak kenapa-napa kok!” sahut Neni.
“Jangan bikin aku takut deh.” Balas Derry.
“Hah! kok jadi takut?” sahut Neni kebingungan.
“Cewek, kalo bilang gak kenapa-napa artinya ada apa-apa. Jujur aja sih sama oppa mu ini,” ujar Derry.
“Hahaha! apaan sih, geli tau,” sahut Neni merasa merinding.
“Kok jadi geli sih, bukannya cewek-cewek itu suka sama oppa-oppa?” timpal Derry.
“Kecuali Aku!”
“Haha, sayangku emang beda sih. Sukanya bukan sama oppa-oppa tapi sama yang berotot, wkwkwk,” ujar Derry menggoda pacarnya, Neni.
__ADS_1
Biasanya Neni akan langsung nempel sama Derry tiap kali Derry bercanda atau menggodanya, tapi kali ini Neni sedang badmood dan hanya diam tanpa merespon Derry.
“Honey!” panggil Derry.
“Hah! ya?” balas Neni sambil bengong.
“Tuhkan, melamun lagi!” ucap Derry memperhatikan Neni.
Jawab Neni, “Maaf ya! aku cuman lagi kepikiran sesuatu aja.“
“Ya ampun, Yang. Aku kurang apa sampai kamu mikirin yang lain ketimbang pacar mu ini. Aku jadi sedih, kan!” timpal Derry.
“Aduh my baby honey sweet heart, jangan berlebihan deh! kapan aku bilang mikirin cowok? emang tadi aku ada nyebut gitu? gak, kan!” ungkap Neni mencubit ke dua pipi Derry.
“Terus kalo gitu kamu mikirin apa, Yang?” tanya Derry kepo.
“Aku ... hah …” ucap Neni diiringi helaan nafas yang kasar karena tiba-tiba teringat dengan cowok nang Rina gambar, samar-samar seperti pernah melihatnya.
“Aku cuma merasa kalo Rina lagi sembunyin sesuatu, gak cuma dari aku tapi juga Sari,” ungkap Neni.
“Tapi aku juga gak bisa maksa Rina untuk terbuka cuma karena rasa kepo ku yang tinggi. Dan itu haknya dia, mau terus terang apa nggak sama teman-temannya,” sambungnya.
Neni masih mencerocos tak habis-habis meluapkan keluhnya pada Derry, kekasihnya yang beda sekolah itu. “Kalo gak bisa terbuka sama aku wajar, karena kita baru dekat kelas 3 ini. Tapi sama Sari dia kan udah kenal lama sejak SMP, masa gak bisa terbuka juga ke Sari.”
“Sayang! untuk terbuka itu karena adanya kepercayaan dan keberanian, bukan hanya karena dekat atau siapa yang paling dekat, maupun jarak kita mengenal seseorang, terkadang kita bisa terbuka sama seseorang yang baru kita kenal di banding orang yang paling dekat sama kita,” ungkap Derry menjajarkan.
“Dan tidak semua orang bisa bersifat terbuka. Ada kalanya juga mereka harus memendam rahasia yang memang gak bisa mereka bagi-bagi,” lanjutnya.
“Betul juga sih,” timpal Neni dengan wajah murung.
Orang yang tau Neni dari sekali pandang pasti akan menilai cewek yang nakal karena penampilannya yang super tomboy dan bar-bar. Seperti rumor yang beredar kalo di sekolah lamanya Neni adalah preman sekolah dan sampai di keluarkan dari sekolah lamanya.
Sedangkan untuk mereka yang sudah mengenal Neni akan berubah penilaiannya dengan cepat, karena Neni orang yang sangat peduli, perhatian dan sangat bucin.
Meskipun demikian, Neni hanya peduli dan perhatian kepada orang terdekatnya saja, karena bagi Neni perasaan itu sangat berharga dan tak ternilai, karena itulah mendapatkan perhatian dan rasa peduli darinya sangat langka seperti Red Diamond. Orang yang bisa berteman dan berhubungan dekat dengannya seperti mendapatkan keberuntungan besar.
...Semantara itu ......
“Rin, tadi kamu lagi ngobrol sama siapa?” tanya Sari menatap wajah Rina.
“Oh, itu! tadi katanya teman cewek dia butuh pembalut, terus dia minta tolong aku buat beliin di supermarket yang ada di depan sekolah,” kilah Rina.
Kini bertambah dua kali lipat rasa bersalah Rina kepada teman-temannya, tapi Rina juga gak bisa jujur karena ada alasan besar kenapa Rina menyembunyikan status kalo dia pacarnya Abian, ketua osis yang sangat populer di sekolah.
_________________________________________
__ADS_1
Note : Nae sarang adalah panggilan sayang yang Rina berikan untuk Abian, yang memiliki arti 'cintaku' dan Rina juga seorang penggemar k-pop dan k-drama.