
Ke esokan harinya saat jam istirahat, di sebuah taman sekolah yang berada di belakang perpustakaan berdiri 3 orang siswa di bawah pohon sedang berbincang, yang mana siswa itu adalah Abian, Ajril, dan Haikal. Dan di tengah-tengah perbincangan 3 kawanan cowok itu tersembunyi 3 orang siswi di belakang pohon yang tak jauh dari mereka. Sebuah obrolan yang damai dan tenang dalam sekejap berubah menjadi hantam membantai, dan 3 orang siswi yang masih bersembunyi terkejut menyaksikannya di balik pohon.
"Itu si Abian kenapa tiba-tiba mukul si Ajril?" ujar salah satu siswi itu menatap serius ke arah 3 cowok itu
"A-aku juga gak tau sar." ujar Rina dengan tergagap melihat raut wajah Abian di penuhi amarah
"Jangan-jangan emang si Ajril dalang di balik semua ini." ujar siswi lagi yang masih bersembunyi bersama Rina dan Sari
Mendengar pernyataan siswi itu yang tak lain adalah Neni, mampu membuat Rina dan Sari terkejut sampai menoleh bersama menatap Neni yang wajahnya sangat serius membaca situasi yang terjadi antara Abian dan Ajril. Sontak Rina dibuat lebih terkejut lagi ketika mendengar pengakuan dari Ajril.
"Karena gua tuh benci banget sama Rina." ujar Ajril dengan lantang penuh kebencian di wajahnya
"Kalian mau tau kan kenapa? Biar gua kasih tau, khususnya lu." lanjutnya menunjuk Abian dengan kasar
"Gara-gara mama cewek itu nyokap bokap gua jadi cerai, dan gua benci banget setiap lu ngomongin dia di depan gua. Makanya gua nunggu waktu yang tepat buat bocorin rahasia kalian, kalo lu sama si anak pelakor itu pacaran. Siapa sangka kalo reaksi fans fanatik lu itu lebih gila dari apa yang gua prediksi." lanjutnya kembali
Rina yang mendengar pernyataan dari Ajril bahwa mamanya adalah seorang pelakor hanya diam membatu, bahkan karena ulah Julia-mamanya, sampai membuat sebuah rumah tangga hancur berantakan. Tapi kapan? itu yang terlintas dalam benak Rina, pasalnya belum lama ini ke dua orang tua Rina, Martin dan julia berantem, karena Martin yang sudah jatuh miskin sampai Julia meminta cerai.
"Rin, lu gak apa-apakan?" ujar Neni melihat Rina yang kini wajahnya berubah menjadi pucat
__ADS_1
"........" tidak ada respon maupun jawaban karena faokusnya tertuju dengan apa yang Ajril utarakan
'Apa cerai itu hanya sebuah alasan? agar mama bisa berhubungan dengan terbuka sama ayahnya Ajril? terus sejak kapan mama dan ayahnya Ajril selingkuh? Apa ayah juga sudah tau? atau belum?' pertanyaan yang menumpuk membuat Rina tiba-tiba merasa pusing dan sakit kepala luar biasa
"Lu gila ya jril, Rina itu gak tau apa-apa soal mamanya kenapa lu lampiaskan semuanya ke Rina, b*r*ng**k." ujar Abian memukul kembali pipi Ajril dan kali ini lebih keras
"Bagi gua, Rina sama mamanya itu sama aja, karena buah jatuh gak akan pernah jauh dari pohonnya. ujar Ajril mengelap sudut bibirnya yang berdarah kemudian membalas pukulan Abian seperti Abian memukulnya
"Udah yan, jangan pukul lagi nanti si Ajril bisa masuk rumah sakit, dan lu juga jril udah jangan pukul lagi, bisa-bisa kalian masuk ruang BK." ujar Haikal menengahi dan menahan tubuh Abian yang hendak membalas pukulan Ajril
"Biarin aja kal, biar gua kasih pelajaran nih bocah sampai dia sadar." ujar Abian dipenuhi amarah
"Apa?" sontak Abian dan Haikal terkejut menatap Ajril merasa simpati dan kasihan
"Jadi menurut lu, gua salah gitu kalo gua benci banget sama anaknya pelakor itu." lanjutnya dengan lantang menatap tajam Abian
"Ya tapi....." ujar Abian namun terhenti karena Ajril memotongnya
"Bahkan gua muak banget liat wajahnya, bikin gua ke ingat soal nyokap gua yang setiap harinya tersiksa." ujar Ajril yang semakin deras air matanya bercucuran
__ADS_1
"Dan gara-gara nyokap gua mergokin bokap gua sama wanita iblis itu menghabiskan malam bersama, sampai akhirnya nyokap gua milih lompat dari tangga saat malam itu juga." lanjutnya kembali ambruk duduk di tanah
Neni dan Sari cukup syok mendengar pernyataan lain lagi dari Ajril, tapi bagi Rina itu seperti berkali-kali tersambar petir di siang bolong.
brukkkk~ suara orang jatuh
"RINAA." ujar Sari menjerit melihat Rina jatuh dihadapannya
"Rin, bangun rin." ujar Neni menggoyang-goyangkan tubuh Rina namun tetap tak sadarkan diri
Mendengar Sari yang menjerit histeris membuat semua pandangan siswa/i yang ada di sana tertuju pada Rina yang terbaring pingsan di tanah, tak terkecuali Abian, Haikal dan Ajril yang saat itu suasananya masih memanas, pandangan mereka langsung teralihkan menoleh ke arah teriakan itu berasal.
"Rina...." ujar Abian langsung berlari ke arah Rina dan menggendong membawanya ke ruang UKS dekat perpus
"Gua benar-benar gak tau harus memihak ke siapa, karena Rina juga pasti gak tau soal perbuatan nyokapnya, tapi kalo gua ada di sisi lu, gua juga mungkin akan ngelakuin hal yang sama kayak lu, tapi itu cuman kepuasan sesaat, gua harap lu segera sadar dan bisa lebih ikhlas, gua turut berduka cita soal kematian nyokap lu." ujar Haikal menepuk pundak Ajril-temannya itu, dan meninggalkannya menyusul Abian ke UKS
Ajril cukup syok melihat Rina pingsan, dan gak menyangka kalau Rina menguping pembicaraannya dengan Abian, tapi itu tidak membuatnya simpati atau merasa bersalah sama sekali, justru hanya ada kepuasan dalam raut wajahnya yang di liputi penuh kebencian.
Peristiwa di taman itu terdengar oleh guru BK, dan keduanya dipanggil juga mendapatkan catatan jelek untuk pertama kalinya. Karena mengingat ujian nasional yang juga sudah dekat di depan mata, dan tinggal menghitung hari. Akhirnya Ajril dan Abian hanya di beri hukum untuk membersihkan toilet selama seminggu, menulis catatan kesalahan sebanyak 5 lembar dan di skors selama 3 hari.
__ADS_1