
Kedekatan Sandra dan Aditya serta Tio, membuat Sandra bahagia, ada teman yang perduli padanya, dan tak merasa sendirian.
Sandra pun mencari pekerjaan yang dekat dengan kontrakannya di bantu Tio dan Aditya, dan dia di terima di salah satu supermarket ternama di kota itu sebagi admin online.
"Sandra! kamu masuk kerja jam berapa?" tanya Tio dari teras kontrakannya.
Sandra yang lagi asyik main ponsel langsung menoleh. "Aku masuk siang Tio, ada apa?" tanya Sandra penasaran.
"Hehe! tidak apa-apa, hanya ingin tahu saja, siapa tahu kamu mau jalan-jalan bersama ku, nanti kamu telpon ya biar aku jemput, kan pulangnya malam" teriaknya dari teras kontraknya sendiri.
"Boleh juga, baiklah, kapan-kapan ya, ajak aku keliling bali' sahutnya bahagia. " Dan untuk jemputannya terima kasih, kan dekat, aku bisa jalan kaki" sahutnya.
"Hem.. baiklah cantik" pasrahnya.
Aditya yang mendengar suara yang dia kenal langsung menghampiri Tio, " kamu caper banget sih?" ledeknya.
Tio memandang Aditya sambil cengengesan, "Kenapa? apa kamu keberatan? ingat ya, Sandra belum jadi milik siapa pun, aku juga berhak mendekatinya" cibirnya.
Tio terus memandang Sandra yang lagi sibuk dengan ponselnya, dan tersenyum. "Gadis itu sungguh cantik bro, aku terpesona padanya" ujarnya penuh kagum.
__ADS_1
Aditya mendengus melihat sahabatnya terpesona pada wanita pujaannya juga, "Sial banget aku harus bersaing dengan sahabat ku sendiri" keluhnya.
Aditya yang melamun di panggil Tio tetap saja tak menyahut.
"Woe.. melamun saja ni orang, ingat ya, kita harus bersaing secara sehat, jangan sampai seperti Bayu" bentak Tio pada Aditya yang melamun.
"Ok, kamu awas kalau menikung dari belakang, sebelumnya kita akan giliran mengajak Sandra jalan, jangan main tikung atau sembunyi-sembunyi" sahut Aditya juga mengingatkan.
"Sudah lah, apa kamu tidak akan kerja?" tanya Tio.
"Aku kerja bentar lagi, kalau kamu?" tanya Aditya balik.
"Aku masuk siang" ujarnya lesu.
"Haha! giliran pertama aku ya?" ledek Aditya.
Tio memicingkan matanya tanda bertanya "Apaan sih?" selanya dengan heran.
"Haha! kan tadi kita sepakat ajak Sandra jalan atau menjemputnya" terang Aditya, sehingga membuat Tio langsung cemberut.
__ADS_1
"Ya udah, berhubung dia pulang malam, pergilah jemput dia" ucap Tio dengan pasrah.
"Ok, ok my best friend" sorak Aditya dengan senang.
Sedangkan Tio tetap cemberut.
***
Aditya pun berangkat kerja dengan hati yang gembira, sedangkan Sandra dan Tio masuk siang.
Sepanjang jalan Aditya terus bersiul dan bernyanyi di atas motornya bahagia nanti akan menjemput Sandra.
Sampainya Aditya di tempat kerja, dia berpapasan dengan Bayu tapi Aditya tak menyapa, begitu pun dengan Bayu, karena tahu diri salah jadi dia tetap diam dan menunduk saja.
Dengan perlahan Bayu mengangkat Kepalanya melihat punggung Aditya yang hilang di balik pintu, "Maafkan aku Aditya, temanmu yang bejat ini sangat tak tahu diri, maafkan aku" pasrahnya.
Dengan cepat membalikkan badan mengerjakan pekerjaannya.
Aditya sadar Bayu memperhatikannya tapi hatinya terlanjur sakit, sehingga dia tak dapat memaafkan Bayu.
__ADS_1
Bayu dan Aditya bekerja di satu perusahaan, tapi walau pun mereka ada masalah pribadi, tak pernah ada cek cok di tempat kerjanya, yang berubah hanya sikap mereka, yang tak bertegur sapa dan tak akrab lagi, keduanya seperti orang asing yang tak saling mengenal.
BERSAMBUNG..