CINTA BEDA USIA.

CINTA BEDA USIA.
PAKAI BUMBU CINTA.


__ADS_3

Sandra melahap semua nasi goreng itu, padahal nasi goreng itu satu piring penuh, sepertinya Aditya mau makan bersama karena sendoknya pun ada dua, tapi Sandra menghabiskan semuanya.


Keluarnya Aditya dari kamar mandi dengan muka lesu, seakan tak bertenaga.


Sandra meliriknya dengan kesal sambil bersandar di dinding kamarnya. "Kenapa dengan wajahmu, apa habis pup? pergi sana pup di kontrakan mu saja" usir Sandra.


Aditya melihat piringnya yang kosong, dan tersenyum, "Apa kamu menyukai nasi goreng buatan ku? aku membuatnya dengan bumbu cinta" ujarnya bahagia.


"Oh.. itu, kamu yang buat? rasanya biasa saja" kilah Sandra dengan rasa malu.


"Tapi kok habis! tadinya aku mau sarapan bersama, saling suap-suapan, tapi kamu habiskan" rajuk Aditya sambil duduk di dekat Sandra dan ikut bersandar.


"Maaf! nanti aku ganti, aku beliin di warung depan, habisnya aku lapar banget" ujarnya malu.


"Tidak perlu, aku bisa buat sendiri" sela Aditya, lalu tidur merebahkan kepalanya di atas pangkuan Sandra.

__ADS_1


Sandra yang masih kesal berusaha menyingkirkan kepada Aditya tapi tak bisa, karena Aditya langsung berbalik menghadap perut Sandra dan memeluk pinggangnya.


"Lepaskan Aditya! lepas! kamu makin berani sama aku hah, aku benci kamu kalau kayak gini terus" ancam Sandra, tapi makin erat Aditya memeluknya, dan menenggelamkan wajahnya di perut Sandra yang berbalut dengan baju tidur tipisnya.


"Kamu seksi seperti ini, membuat aku tak berdaya, bikin aku tak tahan" gumamnya sambil terus menenggelamkan wajahnya beralih ke tempat favoritnya di bawah sana, sesekali menggigitnya dengan gemes, karena belum di bungkus dalemannya.


Sandra kaget karena baru sadar belum mengganti baju tidurnya apalagi memakai **********, karena biasanya habis bangun Sandra langsung mandi.


"Hentikan Adit! hentikan" geramnya sambil menjambak rambut Aditya.


"Ingat kita sudah resmi menjadi sepasang kekasih, dan jangan pernah mengusir ku!" tekan Aditya tampa melihat wajah Sandra yang sudah memerah.


"Aku terpaksa, karena kamu yang memaksa ku!" balas Sandra.


Aditya yang mendengar ucapan Sandra merasa sedikit kesal, Aditya mendongak melihat wajah Sandra yang masih memejamkan matanya, dengan napas sedikit naik turun, terlihat begitu susah menetralkan nafasnya.

__ADS_1


"Benarkah kamu terpaksa?" tanya Aditya, merasa tertantang langsung menelusup kan jarinya di bawah sana, sambil terus melihat wajah Sandra yang memerah bak kepiting rebus, sesekali mangap dan mengigit bibir bawahnya.


"Kata kan sekali lagi, apa benar kamu terpaksa!" tuntutnya.


"Tidak! ya! hentikan! aku mohon!" lirihnya dengan mata terpejam.


Aditya tersenyum melihat reaksi Sandra, bibirnya bilang tidak tapi hati dan tubuhnya menerima semua sentuhannya, "Kamu terlalu gengsi sayang!" gumamnya, makin gencar bermain, membuat Sandra tak berdaya.


Sementara Tio begitu heran melihat motor Aditya masih terparkir rapi, tapi saat Tio mencarinya ke kamar Aditya ternyata kosong. "Kemana ini orang ya! apa dia pergi joging? sepertinya dia libur!" gumamnya, langsung menaiki motornya dan berangkat kerja.


Tapi saat tampa sadar dia menoleh ke arah kamar Sandra, dan melihat sendal milik Aditya di sana.


"Sialan kamu Adit, kamu ternyata sudah mendahului aku, aku benar-benar payah, semalam malah aku ninggalin Sandra main gem, huh.. benar-benar payah aku ini" gumamnya, sambil berlalu pergi.


Sepanjang jalan otaknya traveling membayangkan Aditya berdua di kamar itu, memadu kasih dengan Sandra yang begitu cantik dan montok.

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2