
Dengan bahagia Aditya bangun dari duduknya menuju pintu Sandra dan berusaha membuka pintu itu yang memang benar susah dia buka.
"Besok minta buk kontrakan untuk menggantikan mu kunci pintu ini, agar kamu mudah membukanya, ya kalau aku ada di kontrakan, dengan senang hati aku membantu membukanya" ujarnya Aditya sambil berusaha membuka pintu kontrakan Sandra.
Sandra dengan kesal memutar bola matanya mendengar Aditya terus mengoceh, "Ayo sudah selesai belum? ini sudah malam, aku capek, gerah dan ngantuk banget" keluh Sandra sambil duduk di kursi santainya yang tersedia di depan teras.
"Hem.. sebentar sayang! ini susah masuknya, nanti kalau sudah masuk tidak akan bisa keluar lagi kok!" sahut Aditya dengan fokus mengutak-atik pintu.
Sandra dengan kesal menimpuk punggung Aditya dengan tas selempangnya. "Aduh..sakit San.. main pukul saja, mending di cium, kan enak" godanya sambil cengengesan.
sedangkan Sandra makin mendelik mendengar ucapan Aditya.
"Sayang-sayang kepala mu, tidak usah panggil aku sayang terus, nanti orang mengira kita ada hubungan" ujarnya dengan kesal.
"Hehe! sekalian aja benar kan itu lebih baik" celetuk Aditya.
"Aku tidak mau! cepat selesaikan pintu itu!" ketus Sandra.
__ADS_1
Dengan gencar Aditya menggoda Sandra lagi, Aditya berbalik menghadap Sandra melihat wajah kesalnya, dengan tersenyum kecil.
"Bagaimana kalau kamu tidur di tempat aku saja, ini susah sekali bukanya"
Sandra yang mendengarnya langsung marah, "Enak saja! mending aku tidurnya di luar, dari pada aku tidur di tempat mu! kamu kira aku apaan? kamu mau kita di grebek dan di nikah kan gitu!" semburnya.
"Hehe! itu malah bagus" sela Aditya.
"Ayolah cepat Adit.. aku capek banget" mohon Sandra dengan lesu.
"Ok! tunggu lah sebentar lagi, pintu ini memang sudah rusak, besok jangan lupa bilang sama buk Made atau suaminya untuk di gantikan dengan yang baru" pesan Aditya terus mengingatkan.
Aditya kasihan melihat Sandra yang kelelahan, langsung membuka jaketnya untuk menyelimuti punggung Sandra.
"Hem.. kasihan kamu, pintu ini pingin aku dobrak saja, tapi sayang ini bukan milik ku" ujarnya dengan kesal sambil terus berusaha membukanya.
Aditya terus berusaha membukanya dengan sabar, hampir satu jam berusaha membukanya, Aditya pun berhasil, dengan penat dan keringat bercucuran, bercampur aduk dengan kesal yang tiada tara.
__ADS_1
Aditya lalu berusaha membangun kan Sandra tapi tetap tak berhasil.
"Baiklah, sekali lagi aku coba, jika kamu tak bangun juga.. hehe! maaf aku gendong kamu" gumamnya, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan salah tingkah sendiri.
"Sandra! Sandra! ayo bangun, ini sudah sangat larut malam, pintu mu sudah terbuka, ayo bangun kamu tidur di dalam saja" ujarnya, sambil mengusap kepala Sandra.
Sementara Sandra, makin di usap dia makin lelap.
"Hem.. sepertinya aku harus menggendong mu, tidak mungkin aku biarkan kamu tidur di luar begini"
Aditya lalu masuk ke dalam untuk merapikan tempat tidurnya, agar memudahkan memindahkan Sandra.
Baru saja Aditya mengangkat sambil memeluk sedikit bagian atas Sandra, tapi malah sesuatu yang kenyal yang Aditya rasakan pas menempel di dada bidangnya membuatnya makin gugup, Sandra lalu terbangun, "Aaa.. kamu mencuri kesempatan ya!" teriaknya sambil mendorong dada Aditya.
Aditya lalu berdiri sambil berkacak pinggangnya. "Bagaimana aku bisa mengendong mu kalau tak memeluk mu, kamu pun juga memeluk ku, dari tadi aku bangunkan kamu tak bergeming" dengus Aditya.
"Ya maaf, tapi jangan peluk kayak gitu dong!" bentak Sandra.
__ADS_1
"Hehe! ok, aku minta maaf, aku salah peluk" ujarnya cengengesan sambil mendongak ke arah langit yang di hiasi bintang malam.
BERSAMBUNG..