
Setelah Aditya selesai menata nasi goreng yang dia buat, dia langsung menuju kontrakan Sandra dan mengetuk pintu.
Tok tok..
"Sandra, aku masuk ya!" teriak Aditya meminta izin dan langsung membuka kunci pintunya dari luar, karena semalam Sandra tidur jadi Aditya yang menguncinya dari luar.
Saat Aditya masuk betapa terkejutnya Sandra masih tidur, dengan baju berantakan dan begitu saksi, karena Sandra tak bisa tidur dengan memakai baju lengkap atau pun dalaman.
Aditya menahan nafasnya sambil menjambak rambutnya sendiri dengan frustasi. "Kamu benar-benar menggoda iman ku Sandra! huh.. pemandangan ini merusak otakku serta jantung ku" gumamnya.
Sandra memakai baju tidurnya dengan begitu tipis dan longgar, tanpa memakai bra atau pun segi tiga, sehingga menampakkan tubuh indahnya dengan nyata.
Aditya pun mendekati Sandra dengan perlahan sambil berusaha membangunkannya tapi tak juga kunjung bangun.
"Ayo Sandra bangun, ini sudah siang, ayo bangun sarapan" desaknya pelan.
"Hum.. mama aku masih ngantuk, masih pingin tidur, aku libur hari ini, ayo kita tidur bersama" gumamnya sambil terus memejamkan matanya, langsung menarik Aditya tidur dan memeluknya.
__ADS_1
Hati Aditya berdebar hebat kala bongkahan padat berisi itu menindih dada bidangnya, kaki Sandra pun mengunci kaki Aditya sehingga dia tak bisa bergerak bebas.
"Sandra! Sandra! ini aku, bangun lah, aku tak tahan kamu begini, bangunlah Sandra!" ujarnya tapi Sandra makin erat memeluknya.
Alhasil nasi goreng spesial itu menjadi dingin, dengan nakalnya Aditya membuka baju atasnya agar Sandra mengira sudah terjadi sesuatu antara mereka.
"Hehe! maaf kan aku sayang ku, kesempatan baik ini tak akan aku lewat kan, mungkin dengan cara ini kamu menerima ku" gumamnya pelan, dan ikut meluk Sandra.
Mereka pun tidur sampai siang begitu lelap saling memeluk satu sama lain, saat Sandra membuka matanya betapa dia terkejut kakinya sudah berada di atas perut Aditya sambil memeluknya dengan erat.
"Kamu sudah bangun sayang! ternyata kita tidur begitu lelap sampai siang" gumamnya.
"Lepas kan aku! kamu terus mencuri kesempatan dari ku!" teriaknya.
"Tidak sayang, kamu lah yang mengajak aku tidur dan membuka baju ku, sehingga aku tak berdaya"
"Bohong! kamu..!"
__ADS_1
Aditya langsung mencium Sandra sambil menindihnya dengan mesra, Aditya mengunci kaki dan tangannya hingga membuat tak bisa memberontak.
"Katakan, apa kamu menerima ku menjadi kekasihmu" bisiknya, tapi Sandra terus menggeleng, Aditya pun kembali menciumnya.
Dengan senang hati Aditya kembali bertanya dan terus begitu, hingga akhirnya Sandra menjawab iya, baru lah Aditya melepaskannya, tapi tak lupa memberi sentuhan yang tak kan pernah Sandra lupakan, sehingga Sandra begitu tak tahan hanya mampu mengerang nikmat, sambil mengigit bibir bawahnya sendiri.
Setelah di rasa cukup Aditya langsung berlari ke kamar mandi, untuk menuntaskan sesuatu yang ingin keluar.
Dengan kesal Sandra melirik Aditya yang sudah membuatnya tak berdaya, sambil menetralkan nafasnya sendiri.
"Kurang ajar kamu Aditya, aku benci kamu! kenapa kamu buat aku begini!" sesalnya dengan penuh kekesalan.
Saat Sandra melihat nasi goreng di meja kecil dekat tempat tidurnya, dengan cepat bangun sambil merapikan pakaian, bangun mencuci mukanya dan berkumur di wastafel sambil mencuci tangannya dengan bersih, tak perduli apa yang Aditya lakukan di kamar mandi begitu lama.
Sandra langsung menyantap nasi goreng itu begitu lahapnya, karena dia sangat kelaparan, "Ini sangat lezat, apa lagi saat lapar begini, apa dia beli atau buat ya, kenapa sangat enak" gumamnya, terus menyantapnya sambil meminum air putih.
BERSAMBUNG..
__ADS_1