
Dengan sedih Widya mendengar penjelasan Aditya, "Laki-laki yang aku bangga kan ternyata berkhianat padaku dan juga sahabatnya, benar-benar jahat dan menjijikkan kamu bli, hiks hiks" lirihnya, dengan diam menangis sedih, di dalam warung itu.
Setiap orang yang ada di warung itu jadi helan melihatnya, setelah membayar makanan, dengan langkah gontai melajukan motornya pulang, tapi berniat mampir ke kontrakan Wilona.
Aditya pun pulang membawa makanan yang dia pesan, tadinya mau makan di tempat, tapi karena ada Widya, akhirnya Aditya tak enak hati berlama-lama.
Dengan perasaan sedih juga Aditya melihat Widya yang begitu terpukul, "Tapi jika aku tak jelasin, kasihan selamanya akan di bohongin" gumamnya.
Aditya pun makan sendiri sambil terus memikirkan Widya yang terlihat sedih, tapi tak bisa membantunya, "Itu urusan mereka, lagian Widya juga tahu di mana kontrakan Wilona jika ingin mencari pacarnya" gumamnya.
Aditya pun menyibukkan diri, main gem sehabis makan, menunggu malam nanti untuk menjemput Sandra wanita incarannya.
***
Sementara Widya pergi ke kontrakan Wilona untuk mencari Bayu, laki-laki yang masih berstatus menjadi ke kasihnya.
__ADS_1
Sampainya di sana dengan perasaan campur aduk Widya pun melihat motor pacarnya, saat dia mau mengetuk pintu malah di kejutkan dengan suara ******* yang begitu menjijikkan di telinga Widya, dengan kencang Widya mengetuk pintu, karena yakin Bayu dan Wilona lagi bercinta.
"Sayang siapa sih itu ganggu saja, coba lihat dulu sana!" bisik Bayu, tapi Wilona menolaknya.
"Biarkan saja! lanjutkan sayang, nanggung jika di hentikan" pinta Wilona.
Tapi di luar Widya tak berhenti menggedor pintunya,
"Sura gedoran yang tak berhenti membuat konsentrasi Bayu terbagi dan merasa was-was, dengan lebih cepat dia menuntaskan percintaannya, dan menyuruh Wilona keluar melihat siapa yang datang.
"Sana periksa siapa yang datang sore-sore beginian" gerutu Bayu dengan sedih kesal.
Setelah membuka pintunya betapa terkejutnya Wilona melihat tamu yang tak sabaran ingin di buka kan pintu, "Widya! dari mana kamu tahu alamat kontrakan ku?" tanya Wilona dengan terlihat resah.
Dengan tersenyum mengejek Widya terus memandang Wilona dari atas sampai bawah.
__ADS_1
"Apa aku begitu menganggu aktivitas bercinta kalian? kenapa harus kaget? panggilkan aku laki-laki penghianat itu, dan kalian memang pantas menjadi pasangan penghianat" cibir Widya.
"Apa yang kamu maksud Widya?" tanya Wilona pura-pura tak tahu.
"Haha! kamu pura-pura amnesia? panggilkan Bayu sekarang juga!" teriaknya dengan kencang, membuat Wilona kaget.
sedangkan Bayu yang baru mau terlelap, langsung bangun karena mendengar keributan di depan pintu, perlahan keluar dan melihat siapa yang datang, dan membuatnya begitu kaget.
"Wid.. widya!' gumamnya, dengan terbata-bata.
Widya tersenyum miring seolah-olah menghina Bayu, "Hey.. penghianat! kenapa kamu tak bilang putus saja padaku? agar kalian bisa leluasa bercinta, kamu kira aku akan menangis? sekarang aku menuntut penjelasan mu, kenapa kamu harus pura-pura mencintaiku? katakan!" bentaknya, tapi Bayu hanya diam menunduk.
"Baiklah, biar aku yang putuskan kamu, seperti Aditya yang putusin dia" tunjuknya pada Wilona. "kalian memang cocok jadi pasangan, sama-sama menjijikkan dan penghianat" umpat Widya.
"Maafin aku Widya, aku tidak bisa meninggalkan Wilona, karena.. "
__ADS_1
"Dia hamil?" sela Widya tersenyum mengejek, langsung meninggalkan pasangan yang lagi menunduk malu, dan di tonton beberapa tetangga kontrakannya.
BERSAMBUNG..