
Sandra begitu kesal pada Aditya karena sudah begitu berani menyentuhnya, dengan rasa benci langsung mengusir Aditya dari kamarnya.
"Lepas kan aku! aku benci kamu! kamu begitu beraninya terus menyentuh ku! pergi sana!" geramnya.
Tapi Aditya tak perduli, dia terus memeluk tubuh Sandra, "Tubuh mu adalah candu bagi ku! aku sungguh-sungguh mencintaimu" bisiknya.
Tapi Sandra terus meronta-ronta menolak pelukan Aditya, yang membuatnya tak berdaya karena sentuhannya. "Kita beda usia, aku akan cari lelaki seumuran ku, kamu terlalu muda buat ku, lepaskan!" ucap Sandra.
"Yah tak apa, cinta beda usia terdengar begitu menarik, dan akan menjadi sejarah dalam cinta kita, apa lagi kamu sudah berpengalaman, itu buat aku makin beruntung!" ujarnya terus membisikkan kata-kata indah agar Sandra percaya akan cintanya.
"Aku tidak mencintai mu! kamu bukan tipe ku, pergi lah, cari wanita muda saja!" usirnya.
Aditya yang merasa tak bisa meyakinkan Sandra begitu kesal, entah benar atau tidak yang di katakan Sandra, tapi itu membuat Aditya malu dan tak percaya diri lagi.
Dengan pelan melepas pelukannya, dari tubuh Sandra, dan malu melihat wajahnya, "Aku rasa, sikap ku juga sangat berlebihan, sudah menyentuhnya begitu cepat, maaf kan aku" batin Aditya merenung sejenak.
__ADS_1
Aditya lalu bangkit berdiri membelakangi Sandra, "Maaf kan aku Sandra, aku tidak akan menyentuh mu lagi, maaf!" ujarnya lalu membuka pintu dan menutupnya kembali, meninggal kan Sandra yang terdiam melihat punggung Aditya hilang di balik pintu kamarnya.
"Huh.. syukurlah dia pergi, aku hampir kehilangan akal sehat ku karena sentuhannya, anak itu begitu lihai, sepertinya dia sudah berpengalaman, aku takut di buatnya" gumamnya, lalu merebahkan tubuhnya, malas bangun lagi.
Sandra memejamkan matanya mengusir bayangan Aditya dan sentuhannya, tapi rasa itu terus menggelitik hatinya. "Sial! kamu benar-benar kelewatan Aditya, kamu sudah merusak pertahanan ku" geramnya dengan kesal.
Makin lama Sandra pun tertidur sampai menjelang sore, tampa menganti baju tidurnya atau memakai pakaian dalamnya.
Sandra bangun karena perutnya yang terasa lapar, tapi begitu kaget dengan adanya masakan lezat tertutup rapi di meja kecilnya.
Sandra pun menyantapnya dengan lahap, "Makanan ini sangat lezat, dia pintar sekali memasak, aku tak pernah makan rasa seenak ini" gumamnya, sambil terus memakannya.
Sandra menoleh kala mendengar pintu terbuka, dia kaget karena Aditya datang dengan bertelanjang dada, sementara dia pun masih mengunakan baju tipisnya, yang memperlihatkan jelas tubuhnya.
Dengan cepat Sandra mengambil selimutnya menutupi gundukan besarnya karena malu.
__ADS_1
Sedangkan Aditya melihat tingkah Sandra yang malu, hanya tersenyum kecil, dan geleng-geleng kepala, sambil menaruh potongan buah segar di depan Sandra.
"Tampa kamu tutupi pun semuanya sudah aku sentuh, dan mencicipinya dengan bibir ku, apa lagi yang di bawah sana!" celetuk Aditya, membuat Sandra tertunduk malu.
"Kamu mesum, kamu nakal, aku benci kamu!" hardik Sandra sambil melotot ke arah Aditya.
"Hahaha! jangan menatap ku seperti itu sayang! aku sudah bilang tidak akan menyentuh mu lagi, tapi bila kamu yang minta, dengan senang hati aku lakukan" ujarnya sambil mengeringkan matanya.
"Tidak akan!" bentak Sandra sambil memalingkan mukanya.
"Baiklah sayang, jika nanti malam kamu tak bisa tidur dan berubah pikiran, telpon aku, atau ketuk pintu ku, aku akan datang menemani mu" goda Aditya.
"Tak usah, aku tak butuh!" dengusnya, terus membuang muka.
BERSAMBUNG..
__ADS_1