CINTA BEDA USIA.

CINTA BEDA USIA.
RASA PENASARAN.


__ADS_3

Aditya terus mencuri pandang, sesekali melirik Sandra, sementara Sandra juga menyadari kalau Aditya memperhatikannya.


Dengan senyum menghadap pantai lepas, merasa bahagia ada temanya duduk dia antara para pasangan di sekitarnya.


"Jangan melirik ku terus, karena tak ada yang spesial di wajahku" sindirnya sambil tetap menghadap pantai.


Aditya merasa malu tertangkap basah, memperhatikan Sandra terus. "Hehe! kamu cantik, siapa bilang tidak ada yang spesial" pujinya.


Sandra melihat ke arahnya sambil tersenyum mengejek, "Gombal' cibirnya.


"Haha! sungguh mbak, aku tidak menggombal, kau lihat saja di cermin, apa yang aku katakan semuanya benar!" rayunya.


"Ya! aku percaya tidak usah di perjelas, ok!" tegasnya, dengan kikuk, Aditya cengengesan sambil menggaruk kepalanya.


"Apakah mbak sudah makan? kita makan bareng yuk, aku yang traktir" bujuknya.


Sandra juga menyadari perutnya sudah mau di isi akhirnya ikut dengan aditya untuk makan bersama.

__ADS_1


"Baiklah aku juga sudah lapar" sahut Sandra.


Dengan bahagia Aditya mencari tempat yang romantis cocok untuk berdua, Sandra yang melihat tempat itu, menaikkan sebelah alisnya, dengan heran.


Aditya yang menyadari rekasi Sandra langsung menjelaskan, "Hehe! jangan menatap ku seperti itu dong mbak, aku mencari tempat ini agar mbak nyaman saja" kilahnya, sambil mengajak Sandra duduk.


"Ayo duduklah, kita nikmati suasana sore ini" ujarnya, sambil Aditya menarik kursi untuk Sandra, sedangkan Sandra merasa begitu tersanjung.


Aditya dan Sandra lalu memesan makanan dan minuman yang mereka rasa enak, mengobrol banyak hal, selesai makan Sandra ingin berjalan kaki di bibir Pantai tidak ingin langsung pulang. "Aditya terima kasih traktirannya, lain kali aku yang traktir ya?" dengan malu menatap Aditya.


"Sama-sama, tak masalah jika mentraktir wanita cantik, itu membuat selera makanku bertambah" guraunya, Sandra langsung membulatkan matanya ke arah Aditya karena malu.


"Hem.. aku ingin berjalan-jalan dulu di pantai membasahi kaki ku" ujarnya menunjuk pantai.


"Baiklah ayo aku temani" sela Aditya.


Dengan heran Sandra melihat ke arah Aditya, "Tidak usah kamu pasti sibuk, biar aku sendiri saja, pulang lah" pintanya tak enak hati.

__ADS_1


"Jagan sungkan, kita tetangga, aku tak mau terjadi apa-apa dengan mu, ini sudah terlalu sore, aku juga mau menikmati indahnya jingga, aku temani sampai kamu bosan bermain" kilahnya, merasa ada kesempatan mendekatinya, karena rasa penasaran juga pada Sandra.


Sandra pun pasrah dan merasa senang di temani Aditya, "Benarkah tidak apa-apa menemaniku? siapa tahu kau akan bekerja, tapi.. "


"Kau terlalu banyak mikirnya, nikmati saja, jika aku yang menawarkan diri, itu berarti aku lagi senggang" ujarnya, dengan cepat Aditya menarik tangannya berjalan menuju pantai, Sandra begitu terkejut tapi bahagia, dan Sandra pun tidak menarik tangannya.


Dengan pelan Aditya menuntun tangan Sandra ke bibir pantai, "Buka sendalnya, sini aku yang bawa" pintanya tapi Sandra menolaknya.


"Jangan! ini tak pantas di bawa olehmu, biar aku saja!" tolaknya, tapi dengan cepat Aditya duduk berjongkok dengan satu kakinya dia tekuk sambil memegang sendal jepit Sandra, sekalian melepas sendalnya sendiri.


"Aditya! jangan!" teriaknya, tetap kukuh tak enak hati membiarkan Aditya menenteng sendalnya.


Tak kehabisan akalnya Aditya menarik tangannya lalu mendudukkan Sandra dengan tiba-tiba di atas paha kirinya, Sandra yang kaget akan jatuh langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Aditya, sampai wajah mereka menempel begitu dekatnya, tampa sengaja Sandra pun mendaratkan bibirnya di pipi Aditya, sehingga membuat dia begitu malu, "Ma maaf aku tak sengaja" gagapnya malu.


Terasa jelas napas satu sama lain berhembus hangat di pipi masing-masing, membuat hati mereka berdebar dengan hebatnya, Aditya terus memandang wajah Sandra dengan intens di hiasi sinar jingga menyinari wajahnya membuatnya semakin cantik, Sandra terus menundukkan wajahnya karena malu sambil masih mengalungkan tangannya."Tidak apa, lepaskan sendal mu" bisiknya di telinga Sandra, dan membuatnya tersadar.


Dengan cepat Sandra membuka sendalnya dan langsung berdiri melepas kan diri dari Aditya, langsung berjalan cepat meninggalkan Aditya.

__ADS_1


Aditya begitu gemas melihat tingkahnya dengan jantung yang masih berdebar, 'Ah.. kenapa aku seperti ini? padahal sudah sering aku menggombal dan menaklukkan para wanita, tapi perasaan ini baru sekarang aku rasakan, apakah aku jatuh cinta padanya!" gumamnya sambil terus memandang Sandra berjalan.


BERSAMBUNG..


__ADS_2