CINTA BEDA USIA.

CINTA BEDA USIA.
MENIKMATI INDAHNYA MALAM.


__ADS_3

Selesai makan Aditya mengajak Sandra berjalan tapi dengan sigap Sandra membawa sepatunya sendiri, Aditya yang melihat tingkah Sandra jadi tersenyum, dan mengingat momen, saat Sandra mencium pipinya tampa sengaja, saat dia suruh lepas sendalnya.


Dengan perhatian Aditya mengikuti Sandra dari belakang, dan merasa begitu bahagia, "Baru sekarang aku merasa benar-benar pengecut dan tak berani menembak cewek secara langsung, benar-benar payah aku ini" keluhnya pada dirinya sendiri.


"Aditya, terima kasih sudah membawa ku kesini, aku benar-benar menikmati keindahan malam ini, lihat bulannya bersinar terang, begitu pun dengan bintang itu" tunjuknya pada langit malam.


Aditya pun mendongak dan tersenyum bahagia, lebih bahagia lagi saat melihat Sandra tersenyum bahagia. "Kamu sangat menyukainya?" tanya Aditya balik.


"Ya, aku sangat suka! terima kasih" ucapnya dengan tulus.


"Mbak!" panggil Aditya. "Ya" sahut Sandra langsung menoleh.


"Hem.. apa mbak sudah punya pacar?" tanya Aditya dengan malu.

__ADS_1


Sandra memandang Aditya dalam remang sinar bulan purnama, "Tidak ada, memangnya ada apa? kok tanya masalah pacar sama mbak" tanya Sandra.


"Hehe! memastikan saja, takutnya nanti aku sering ajak mbak jalan, tiba-tiba aku di tonjok pacar mbak" guraunya.


"Haha! makanya aku berani jalan sama kamu dan Tio, karena tak ada yang marah, bebas tampa ikatan itu sangat menyenangkan Aditya!" jelasnya. "Ya sama! aku juga jomblo, mau jalan sama siapa pun tak ada yang marah"


"Haha, ayo nikmati indahnya malam ini, tampa beban, teruslah bahagia" ajak Sandra sambil memegang tangan Aditya, dia tersenyum bahagia dan berdebar.


Setelah puas berjalan menyusuri pantai, Sandra dan Aditya memutuskan pulang, sampainya di kontrakan, terlihat Tio lagi duduk main gem.


"Ya, aku sudah sepakat dengan Aditya, kami akan bersaing secara sehat mendapatkan kamu!" jelasnya keceplosan.


"Apa? ternyata itu tujuan kalian?" teriak Sandra.

__ADS_1


Tio yang sadar salah bicara langsung menghentikan main gem.


"Tidak begitu Sandra, maaf aku salah bicara" sahut Tio dengan paniknya.


Sandra yang terlanjur cemberut tetap saja mencebikkan bibirnya, Aditya yang melihat Sandra marah hanya diam tak berani bicara apa pun. "Aditya! apa benar semua ini hah!" bentaknya, Aditya hanya mengangguk saja.


Dengan kesal Sandra bangun dari duduknya, "kalian sangat menyebalkan, kalian jangan pernah jemput aku lagi, atau mendekati aku lagi, kalian pembohong! pura-pura baik padaku! tapi ada maunya!" omelnya dengan kesal, lalu jalan menuju kamarnya, dengan keras Sandra banting pintunya sehingga membuat Tio dan Aditya sedikit kaget.


Dengan kesal Aditya melihat ke arah Tio. "kamu terlalu ceroboh, dasar lemes! sekarang Sandra marah, mana mau dekat dengan kita lagi!" ketusnya.


"Maaf! aku keceplosan Adit.." sesalnya dengan lesu. "Ah.. percuma minta maaf, Sandra tidak akan mau lagi dekat dengan kita, males aku!" rajuk Aditya langsung masuk kamarnya, Tio melihat Sandra dan Aditya marah padanya membuatnya jadi sedih, dan tak semangat lagi main gem.


Sandra membanting dirinya di kasur karena kesalnya, dirinya di dekati karena mereka menyukainya dan bertaruh siapa yang bisa mendapatkan cintanya.

__ADS_1


Paginya Sandra melihat Tio dan Aditya duduk di depan kontrakan mereka, tapi Sandra langsung melengos, karena masih marah. Aditya dan Tio terlihat lesu, hanya menghela nafasnya dengan kasar, dan pasrah apa pun perlakuan Sandra.


BERSAMBUNG..


__ADS_2