
Sandra mendengar Aditya terus berteriak tapi tak di hiraukan, Sandra terus acuh sambil sarapan pagi, tapi lama-lama kepalanya pusing mendengar teriakannya, dan mengganggu tetangga lainnya.
Dengan kesal Sandra keluar sambil berkacak pinggang, "Hey.. kamu berisik! teriakan mu menganggu aku dan sekitarnya, bukan kah aku pernah bilang sebelumnya kan waktu di pantai, mau percaya atau tidak itu hak mu" teriak Sandra dengan ketus.
Aditya lalu bangun dari tidurnya menghampiri Sandra dengan begitu penasaran. "kamu bohong! aku tak percaya" kekehnya.
Sandra tersenyum mengejek, "Terserah! aku tak perduli kamu mau percaya atau tidak, aku juga tak memaksa mu untuk percaya" ketusnya lalu menutup pintunya dengan keras.
Aditya melongo melihat Sandra begitu. "Sandra ayo lah, jagan begini, nanti malam aku jemput ya!" teriaknya, dan langsung berbalik menuju kamarnya.
Tio mendelik ke arahnya sambil berdiri berkacak pinggangnya, Aditya yang melihatnya langsung salah tingkah. "Hehe! maaf ya, aku mendahului mu, habisnya aku tak tahan di cuekin" kilahnya.
"Kamu mulai memperlihatkan ke ahlianmu" cibir Tio.
"Jangan begitu kawan, aku benar-benar mencintainya, aku tak tahan melihatnya marah walau sebentar saja, baru sekarang aku mencintai janda muda, haha" ujarnya cengengesan.
__ADS_1
Tio yang mendengarnya begitu terkejut, "Apa? siapa yang kamu maksud janda muda?" tanya Tio penasaran.
"Sandra! sebelumnya dia sudah kasih tahu aku saat di pantai sebelum dia sakit kemarin, aku pun tak percaya, dan tadi pun menjelaskan bahwa dia janda" sela Aditya.
"Buset dah, aku tak percaya, wanita semuda itu sudah jadi janda, dengan alasan apa mantan suaminya menceraikannya, benar-benar gila, wanita secantik itu di sia-sia kan" sahut Tio.
"Terus kamu dahulukan aku gitu? bukan kah kita sudah sepakat tidak saling mendahului?" dengusnya.
"Kamu sendiri tak maju-maju, apa aku harus nunggu kamu maju dulu gitu? Ardi karyawan toko sebelah dia bekerja sok cari perhatian, tiap hari kasih Sandra coklat dan makanan!" cibir Aditya.
"Kamu lemot sih, asal kamu tahu ya, aku sudah nyatakan perasaan ku padanya tapi gak di balas, malah bilangnya kita beda usia, nyesek banget nggak sih! apa aku harus menambahkan usia ku ya! biar setara dengannya" sela Aditya terlihat berpikir.
"Ingat, nanti giliran aku menjemputnya, awas kamu kesana, hari ini aku masuk pagi juga kayak kamu" ancam Tio, Aditya hanya nyengir mendengar ancaman Tio.
Siangnya Sandra berangkat kerja, keluarnya dari kamarnya terlihat kontrakan Tio dan Aditya sudah sepi.
__ADS_1
"Dasar bocah-bocah itu, syukurlah mereka sudah berangkat kerja, bikin aku pusing saja sama tuh anak" gerutu Sandra sambil jalan kaki berangkat kerja.
Tempat kerjanya dekat dengan kontrakannya sehingga bisa pulang pergi dengan jalan kaki, baru saja mau sampai sudah terlihat Ardi anak timur-timur seperti biasa selalu menunggunya, di depan supermarket tempat dia bekerja, dia tampan dan hitam manis, badannya pun tinggi tegap.
"Selamat siang Sandra, apa semalam tidurmu nyenyak?" tanya Ardi basa basi.
Sandra pun hanya membalas dengan senyum manisnya, "Sangat-sangat nyenyak" sahutnya.
"Ini makan siang buatmu dan juga coklat, aku tahu kamu terlalu fokus bekerja, tapi jangan lupa makan" nasehatnya penuh perhatian.
"Terima kasih Ar.. jangan berlebihan gini deh, aku takut tak bisa membalasnya" selanya tak enak hati.
"Apa karena pak polisi di yang sering menyapa mu itu?"
"Haha! ngaco kamu Ar.. sudahlah, nanti aku telat, sini makanannya, terima kasih ya!"
__ADS_1
BERSAMBUNG..