
Ketakutan Sandra membuat Aditya merasa semakin bersalah. dengan cepat mengendong Sandra menuju parkiran, membawanya langsung pulang.
Sandra terus diam tampa berkata apa-apa saat di gendongan Aditya, sambil mengalungkan tangannya dan menyembunyikan wajahnya di celuk leher Aditya.
"Tenang lah, kita akan pulang" bisiknya.
"Maafkan aku mbak, aku benar-benar merasa bersalah sudah membuat mu takut" bisiknya lagi.
Setelah sampai di parkiran Aditya menurunkan Sandra dengan pelan.
Tampa banyak bicara Aditya langsung mengambil motornya dan menyuruh Sandra naik, tak lupa menyuruhnya berpegangan, sampainya di kontrakannya Aditya mengambil kunci di tas sandra, langsung menuntunnya masuk, tak lupa mencuci kaki langsung menyuruhnya berbaring.
"Sepertinya dia ada trauma, sehingga hal kecil seperti itu benar-benar membuatnya ketakutan" gumam Aditya, sambil menyelimutinya.
"Aku minta maaf mbak, istirahat lah, aku keluar dulu" pamitnya, tapi Sandra langsung memegang tangannya.
"Jangan tinggalkan aku, aku takut!" mohonnya membuat Aditya melongo.
"Tidak ada apa-apa mbak, tapi.. apakah kau tak keberatan aku di sini?" tanya Aditya memastikan. Sandra hanya menggeleng sambil tetap memegang tangan Aditya.
Dengan perasaan dag dig duk, Aditya menyetujui permintaan Sandra, "Tidurlah mbak biar aku menjagamu, nanti kalau mbak sudah tidur pulas baru aku keluar" ujarnya, begitu kasihan sambil menepuk-nepuk tangan Sandra.
Dengan masih perasaan takut Sandra bicara, "Terima kasih!" lirihnya.
__ADS_1
Malam sudah semakin larut, Aditya masih terjaga, setelah dirasa Sandra terlelap, Aditya berusaha melepaskan tangan Sandra dengan pelan, Aditya melihat wajah Sandra yang begitu cantik bahkan tampa polesan dia sudah cantik.
"Aku benar-benar tak menyangka mbak lebih dewasa dari ku, bahkan seorang janda" gumam Aditya sambil tersenyum.
Aditya memberanikan diri menyentuh pipi mulus Sandra, dan mengusap bibirnya dengan ibu jarinya dengan perlahan, sehingga membuatnya tak berdaya, Aditya langsung keluar meninggal kan sandra dan mengontrol hasratnya.
"Ya Tuhan.. maafkan aku, otak ku benar-benar gila karenanya, dia benar-benar cantik" gumamnya, frustasi sambil mengacak-acak rambutnya.
Aditya duduk di teras Kontrakannya sambil membuka ponselnya, untuk mengalihkan perhatiannya dari Sandra.
Dari kontrakan paling ujung, Tio melihat Aditya keluar dari kamar Sandra, dan langsung menghampiri.
"Bro.. kenapa duduk sendirian? bukan kah tadi kau keluar dari kamar tetangga sebelah? apa kalian sudah jadian?" tanya Tio.
Aditya langsung mendelik ke arah Tio, "kepo banget sih?" dengusnya.
"Diam lah! kau membuat ku tambah pusing" bentaknya.
"Haha! kepala yang atas atau di bawah yang pusing?" godanya makin jadi.
"Sialan! pergi kau!" teriaknya, lalu merebahkan tubuhnya di teras itu, sambil melihat langit malam yang terang penuh dengan bintang.
Tio duduk di sebelahnya sambil menghembuskan asap rokoknya, dan ikut melihat bintang.
__ADS_1
"Dia sangat cantik, apa kau sungguh tak ada perasaan padanya? kalau memang benar tidak ada, biar aku yang maju, aku menyukainya" terang Tio dengan jujur.
Aditya langsung bangun, kaget mendengar ucapan sahabatnya,
"Jangan coba-coba kamu mendekatinya" tegasnya.
"Kenapa? bukan kah kamu sudah punya wilona?"
"Kami sudah putus"
Tio melongo karena dia baru saja melihat postingan wilona, yang lagi mengusap perutnya, dengan tulisan sayangnya papa Adit, Tio lalu memperlihatkan postingan wilona karena Aditya sudah memblokirnya dari sosial medianya.
"Lihat ini, Adit! apa sekarang kau mau mendekati Sandra buat mainan kamu?" tunjuk Tio.
Aditya begitu kaget melihat postingan wilona yang minggu lalu dia putuskan karena dia dapati selingkuh, dan tidur bersama selingkuhannya.
"Tidak! ini tidak benar!" geleng nya.
"Dia hamil Aditya!" jelas tio membuatnya Aditya kaget.
"Aku memang sering bersamanya, tapi sumpah aku tak pernah melakukannya, hanya sebatas ciuman saja, dan aku putus dengannya karena aku mendapati dia selingkuh dan tidur bersama" jelasnya frustasi, dan membuat Tio antara percaya dan tidak percaya.
"Bagaimana dengan yang lainnya? apa setiap cewek-cewek kamu begitu juga? kita sama-sama laki-laki normal bro.. apalagi melihat gadis cantik dan seksi di ruang yang sama dengan kita, yah.. entahlah, jujur aku tak percaya, sekarang kau benar-benar dalam masalah besar, sebelum kau jelas, jangan libatkan Sandra atau pun mendekatinya dulu" tegas Tio menasehati.
__ADS_1
Aditya yang mendengar sahabatnya bicara begitu membuatnya makin terpojok.
BERSAMBUNG..