
Kemarahan Aditya pada mantannya, karena mengunggah kehamilannya dengan menandai dirinya, jelas-jelas itu bukan anaknya, karena Aditya tidak pernah melakukan hubungan badan meski Aditya sering bermesraan bersama wilona.
Setelah pagi Aditya pergi mengecek keadaan Sandra, dengan perlahan Aditya mengetuk pintu, tapi tak juga kunjung di buka, tak menyerah Aditya lagi mengetuk pintu, akhirnya Sandra membuka pintunya, tapi yang membuat Aditya kaget, Sandra terlihat sangat pucat.
"Mbak! apa mbak baik-baik saja?" tanya Aditya dengan panik, sambil menempelkan punggung tangannya di dahi Sandra, dan betapa kagetnya bahwa demamnya Sandra tinggi banget.
Dengan lemah Sandra langsung tidur kembali, tampa mau bicara dengan Aditya.
Dengan rasa bersalah Aditya memandang Sandra.
"Mbak ayo kita ke dokter, aku antar ayo" bujuk Aditya, tapi Sandra terus menggeleng.
"Tidak usah, terima kasih banyak kamu perduli padaku" lirihnya dey lemah.
"Baiklah, mbak tunggu! aku pergi belikan obat ke apotek, sekalian aku belikan sarapan bubur" pamit Aditya berlalu pergi, Sandra hanya mengangguk lemah.
__ADS_1
Sandra mengingat mamanya hingga membuatnya sedih, jika dia sakit mamanya akan selalu menemaninya, bahkan tidur bersama, karena jika Sandra sakit dia semakin takut sendirian.
Tak selang beberapa menit Aditya pun kembali dengan membawa buah, bubur dan makanan lainnya beserta obat.
"Ayo bangun sarapan dulu sedikit agar bisa minum obat" bujuknya.
Dengan lemah Sandra bangun di bantu Aditya, karena saking lemah dan pusing Sandra menyandarkan kepalanya di bahu Aditya, karena dasarnya Sandra orang yang sangat manja kalau sakit.
Aditya tersenyum kecil, ada rasa bersyukur Sandra sakit, jadi dia bisa makin dekat dengan Sandra, dan sedih juga karena Sandra sakit karena dirinya, dengan sayang Aditya merapikan rambut panjang Sandra.
"Hem.. sudah ma.. aku sudah kenyang" gumamnya, sambil memeluk Aditya makin bersandar di dada bidangnya, membuat Aditya gugup dan tersenyum, "Ternyata mbak sangat manja kalau sakit" batin Aditya.
"Ayo buka mulutmu, minum obat dulu" bujuknya dengan sayang, pertama kali mengurus cewek sakit dan membuatnya senang karena Sandra bergantung padanya.
Dengan mata terpejam tapi mulutnya terbuka Sandra terus mengikuti ucapan Aditya, setelah minum obatnya, Sandra kembali memeluk Aditya, "Ma.. temani Sandra, aku takut" gumamnya dengan mata terpejam.
__ADS_1
Aditya terus memeluk sambil mengelus Kepala Sandra dengan sayangnya, "Semoga kamu cepat sembuh" bisiknya lalu mengecup kening Sandra dengan gugup.
"Ya Tuhan, kenapa aku begini? malah aku menciumnya saat dia tak sadar, maafkan aku" batinnya, sambil mendekap Sandra dengan eratnya.
Setelah Sandra terlelap Aditya pun keluar ingin menelpon Wilona, Tio yang lagi melihat Aditya keluar dari kamar Sandra makin heran, dan menghampirinya, "Bro.. ngapain lagi kamu dari kamar Sandra?" tanya Tio dengan herannya.
"Sandra sakit! itu karena aku, kemarin pas dari pantai, saat sudah mau gelap aku terus memperhatikannya karena aku terpesona dengan kecantikannya, dan Sandra terus memanggilku tapi aku tak menyahut, lalu dia kira aku kesurupan, dia sangat takut dengan mahluk astral, badannya langsung gemetar, aku langsung membawanya pulang dan tadi pagi-pagi aku cek lagi demamnya tinggi banget" ceritanya dengan sedih.
"Apa sudah di kasih obat?" tanya Tio berjalan ke arah kontrakan Sandra untuk melihatnya, Aditya pun mengikutinya, mereka masuk sama-sama mengecek keadaan Sandra, Tio mendekat lalu mengecek dahi Sandra demamnya masih tinggi membuatnya juga khawatir, "Ayo kita bawa ke dokter saja, atau panggil dokter saja biar di periksa di sini" usul Tio.
"Tadi aku sudah kasih obat demam dan sarapan sedikit bubur" ujarnya dengan sendu memegang tangan Sandra.
"Tadinya aku mau pergi menemui Wilona tapi aku tak enak meninggalkan mbak Sandra" keluhnya.
BERSAMBUNG..
__ADS_1