CINTA BEDA USIA.

CINTA BEDA USIA.
COBAAN APA INI?


__ADS_3

     Aditya terus menggoda Sandra, dengan hal-hal kecil pun, membuat Aditya merasa senang.


"Sayang! apa nanti malam kamu mau makan? apa makan ini tak cukup? kalau tidak nanti malam aku masakin lagi" tanya Aditya.


"Tidak usah, ini sudah cukup! apa lagi kan ada buah potong ini, aku ucapkan terima kasih atas semua makanan ini" ujarnya dengan tulus.


"Apaan sih? kok pakai ucapin segala sih! sesama kekasih kan harus saling berbagi dan melengkapi" balas Aditya sambil duduk di dekat Sandra.


Sementara Sandra mendelik ke arah Aditya karena kesal atas ucapan Aditya. "Tolong jangan lirik aku kayak gitu sayang! aku tak tahan ini, huh.. kamu benar-benar membuat ku panas dingin" gumamnya.


"Diam lah, pergi sana! aku mau mandi" ucapnya ketus.


"Biar aku bantuin sayang!" bisik Aditya terus menggoda, tapi dengan kesalnya Sandra langsung menjewer telinga Aditya, hingga berteriak kesakitan.


"A... tega sekali kamu sayang! ini sakit" ujarnya sambil mengusap daun telinganya.


"Rasain, makanya jangan bicara mesum terus, aku tak suka" sela Sandra.

__ADS_1


Aditya sedikit merasa terhibur karena Sandra mau menyentuhnya walau pun hanya cubitan saja, dengan gemas Aditya langsung mencium Sandra tampa dia siap.


"Ya Tuhan, cobaan apa ini, kenapa rasanya sangat menyiksa ku" gumamnya terus melihat wajah Sandra yang terus mendelik marah.


"kamu kenapa sih? sana keluar aku mau istirahat" usir Sandra.


"Haha! kamu baru bangun sayang! apa belum cukup kamu tidur?" ledek Aditya.


"Tidak! besok pagi aku akan bekerja extra, jadi sekarang waktunya aku istirahat total, ngerti nggak? makanya pergi sana" usir Sandra lagi sambil memakan buah potong segar dari Aditya.


Sambil ngedumel Sandra terus mengisi mulutnya dengan buah-buahan itu, sehingga membuat Aditya tersenyum kecil. "Kelakuan mu memang lucu sayang" ujarnya, langsung menyambar buah yang baru masuk di mulut Sandra dengan mulutnya juga.


Rasa manis dari buah mangga, jeruk dan semangka, membuat ciuman mereka bertambah manis.


Beberapa menit berciuman Aditya pun melepaskan Sandra dengan sama-sama nafas yang memburu, sama-sama menetralkan gairah mereka yang sudah memuncak.


Dengan frustasi Aditya menjambak rambutnya sendiri menunduk untuk meredakan nafsunya tapi dia tak mampu menahannya, dengan nakal sekali lagi Aditya kembali menciumnya, Sandra terus memberinya tapi lama-lama ikut menikmatinya.

__ADS_1


***


Tio pulang dengan tampang yang kusut, karena kena masalah di tempat kerjanya dan mendapatkan masalah dari patah hatinya.


Dengan lesu menoleh ke arah pintu Sandra, dan sendal Aditya pun masih bertengger di depan pintu itu, Tio hanya mampu melihat tampa berani pergi mengetuk pintu kamar Sandra. "Lagi apa ya mereka di sana! apa kah Aditya menyerang Sandra begitu saja? ternyata percintaan ku tak pernah mulus, saat mau serius ada saja halangan, sudah lah, mungkin dia bukan yang terbaik buat ku" gumamnya, langsung menuju ke arah kamarnya.


Sementara Sandra terus berusaha menolak sentuhan Aditya di area pribadinya, "Hentikan Aditya! lepaskan bentaknya sambil menahan sesuatu yang ingin keluar, karena Aditya terus menggelitik milik Sandra dengan dua jarinya, dan sesekali menyesapnya dengan mulutnya.


Dengan kekuatan super Sandra sedikit duduk dan mendorong keras kepala Aditya dari area pahanya, sambil merapikan bajunya, seta nafas yang begitu memburu.


"Hentikan! aku mohon, aku takut kebablasan, tolong jangan sentuh lagi gumamnya sambil memejamkan kedua matanya.


Aditya bangun dari tidurnya akibat dorongan Sandra dan menyeka mulutnya yang basah karena cairan Sandra. " Maaf kan aku San.. aku benar-benar tak tahan untuk tidak menyentuh mu, maafin aku sayang!" sesalnya sambil menyatukan kedua tangannya.


"kita beda dalam segi usia dan status, jangan merusak dirimu, kamu pantas menjadi adik ku saja, bukan pacar" tegasnya dengan suara tersengal-sengal.


Sementara Aditya hanya menunduk sedih karena penolakan Sandra, "Aku tak mandang status atau pun usia mu, aku tulus san..! sungguh!" ujarnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2