CINTA BEDA USIA.

CINTA BEDA USIA.
MENJEMPUT SANDRA


__ADS_3

Setelah malam, Aditya pun pergi menjemput Sandra, beberapa menit menunggu di depan supermarket tempat dia bekerja, akhirnya Sandra pun keluar dengan wajah yang terlihat lelah.


Sedangkan Aditya masih duduk bertengger di atas motornya, Sandra yang melihatnya menjadi heran, karena malam-malam Aditya di situ.


Sandra pun berlari kecil ke arah Aditya, "Kamu ngapain di sini Aditya?" tanya Sandra.


"Hehe! ya jemput kamu lah! mau ngapain lagi? ayo pulang kamu terlihat lelah, apa pekerjaan mu sangat banyak?" tanya Aditya perhatian.


"Ya, banyak banget, aku capek sekali dan aku lapar" ujarnya polos.


"Haha! kamu ini, sabar, namanya juga baru permulaan, nanti kamu juga akan terbiasa dengan pekerjaan mu yang sekarang, ayo kita cari makan dulu baru kita pulang" ajaknya.


"Terima kasih Aditya" ujarnya dengan tulus.


"Sama-sama, nanti aku akan gantian sama Tio jemput kamu kalau pulang malam begini, kami sudah sepakat" jelasnya, membuat Sandra terharu.


"Terima kasih banyak, kalian sudah banyak membantu ku, terima kasih" ucapnya dengan tulus.

__ADS_1


"Hehe! ayo cepat naik, nanti keburu malam, besok juga kamu akan kerja kan?" tanya Aditya.


Tentu saja bekerja, ayo aku sudah lapar" sahut Sandra sumringah.


lalu naik ke motor Aditya.


Sandra begitu senang, bisa berkeliling, capeknya terasa hilang karena bisa menghirup udara malam, Aditya menoleh ke samping bertanya dengan bahagia karena melihat Sandra yang bahagia, "Kamu mau makan apa?" tanya Aditya.


"Apa saja asal kan enak, higienis dan murah" sahutnya membuat Aditya geleng-geleng Kepala.


"Hehe, baiklah asal enak, aku sangat lapar" bisiknya, di dekat telinga Aditya, membuat Aditya merinding geli.


Sambil tersenyum Aditya memilih tempat romantis dan menghadap pantai, agar bisa leluasa berduaan dengan Sandra, sampainya di sana, Sandra tercengang melihat tempat pilihan Aditya. "Kenapa kamu memilih tempat seperti ini? ayo balik, kita cari tempat sederhana saja" ajak Sandra, tapi tangannya di tahan oleh Aditya. "Tunggu! bukanya tadi kamu setuju saja jika aku memilih dan tak sesuai seleramu?" tanya Aditya, membuat Sandra terdiam.


"Bukan aku tak mau, tapi.. ini terlalu mewah untuk makan malam kita, cari warung pinggir jalan saja" ajak Sandra, tapi Aditya langsung menarik tangannya masuk ke dalam.


"Aditya!" bentaknya, sambil menarik tangannya, tapi Aditya langsung merangkulnya.

__ADS_1


Akhirnya dengan pasrah Sandra mengikuti ke inginkan Aditya, dan Aditya pun mencari meja paling pojok dan menghadap pantai, cocok untuk pasangan kekasih. "Hem.. ini terlalu berlebihan, lain kali aku tidak akan pernah mau kamu ajak makan lagi" sungut Sandra, Aditya hanya menanggapi dengan senyum.


Dengan cepat Aditya memanggil pelayanan restoran, dan mengajak Sandra memesan makanan yang dia sukai, setelah itu Sandra terus memandang pantai yang terlihat tak begitu terang tapi begitu indah di sinari bulan purnama, tapi terdengar deburan ombak saling mengejar, terdengar begitu indah. dalam beberapa menit pun makanan yang mereka pesan sudah terhidang menggugah selera.


"Ayo makan lah!" ajak Aditya dan diikuti oleh Sandra, dengan masih terlihat kesal. "Kalau makan, jangan cemberut, itu tidak baik, makanlah dengan senyum, agar apa pun yang kita makan terasa lezat" candanya.


Dengan ketus Sandra lalu nyengir menampakkan semua giginya.


"Haha! tidak begitu juga, kamu benar-benar manis kalau lagi ngambek" gurau Aditya, membuat Sandra makin manyun.


"Kamu selalu berlebihan, jangan terlalu baik padaku, aku takut tak bisa membalasnya" keluh Sandra.


"Aku tak minta balasan mbak, nikmati saja alur hidup ini, biarkan waktu yang bicara" jawab Aditya dengan senyum.


"Ayo makan, habis ini kita berjalan di pantai itu sebentar, jangan takut seperti kemarin ya? tenang lah aku akan selalu melindungi mu" pesan Aditya, membuat hati Sandra berdesir dan tersenyum malu.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2