
Sandra melihat Aditya dan Tio duduk di depan kontrakannya tapi tetap cuek, seakan tak mengenal dan melihat mereka.
Aditya pasrah melihat kemarahan Sandra, dan terus menunduk kan kepalanya karena malu.
Sandra dengan cuek melewati mereka, saat mau ke warung depan membeli sarapan pagi, sementara Tio dan Aditya terus melihat dari jauh kemana Sandra pergi tanpa berani menegurnya.
Aditya melirik Tio dengan kesal, lalu masuk kamarnya.
Tio pun yang melihat kemarahan Aditya menjadi kesal sendiri.
"Huh.. ini karena kecerobohan ku, mereka jadi marah padaku" gumamnya, kesal sendiri.
Sandra terus jalan pergi ke warung depan menggerutu karena masih kesal. "Huh.. aku benci banget, mereka hanya baik jika ada maunya! mulai sekarang, aku tak percaya lagi pada siapa pun" dengusnya.
Sampainya di warung Sandra langsung membeli makanan dan beberapa cemilan dan minuman dingin, langsung kembali pulang ke kontrakannya.
Saat sampai gerbang kontrakan Sandra di kejutkan dengan motor Aditya yang langsung keluar, sehingga hampir saja Sandra terjerembab ke dalam got di depan gerbang, dengan kesal Sandra mendelik ke arah Aditya.
__ADS_1
Sedangkan Aditya tak kalah kagetnya melihat Sandra hampir saja terjerembab, Aditya langsung turun dari motornya dan langsung minta maaf pada Sandra.
"Maaf kan aku Sandra, sungguh aku tak sengaja" ujarnya sambil menyatukan kedua tangannya, tapi dengan kesal Sandra melengos.
Aditya pun berlari mengejar Sandra.
"Sandra! tunggu! tolong maafkan aku Sandra, aku benar-benar tak sengaja" sesalnya dengan penuh rasa bersalah, tapi Sandra tak memperdulikan semua ucapan Aditya.
Sedang kan Aditya terus berusaha meminta maaf, sambil mengejarnya, baru saja Sandra membuka pintu kamarnya dan hendak menutupnya, Aditya langsung menahan pintu itu.
"Please Sandra! dengarkan penjelasan ku" mohonnya, tapi Sandra tetap tak perduli, karena terlanjur kesal pada Aditya.
Sandra langsung melotot marah ke arah Aditya, "keluar kamu Aditya! keluar!" bentaknya dengan kasar, tapi Aditya tetap tak perduli.
"Ok! aku akan keluar jika kamu mau mendengarkan penjelasan ku, dan memaafkan aku" pintanya.
"Huh.. tidak akan! aku sudah tidak percaya lagi padamu, aku benci kamu dan Tio! cepat keluar! aku tidak suka melihat mu lagi!" bentaknya.
__ADS_1
"Aku membuat aturan seperti itu agar Tio tidak mendekati kamu lagi, aku menyukai mu dari awal Sandra" terangnya.
"Aku tak perduli! mau suka beneran atau bohongan, aku tetap tak perduli" dengus Sandra.
Dengan frustasi Aditya tak tahu harus bicara apa, dengan cepat Aditya mencium Sandra, dan membuat Sandra kaget, sementara Aditya makin memperdalam ciumannya, Sandra terus memberontak memukul dada Aditya, tapi Aditya tak perduli, dan terus menciumnya, tadinya Sandra menolak namun semakin lama Sandra terbuai dan melenguh kecil karena kehabisan nafasnya.
Aditya yang menyadari Sandra kewalahan langsung menghentikan ciumannya, langsung membawa Sandra ke dalam pelukannya, dan mencium pucuk kepala Sandra.
"Sumpah! demi Tuhan! aku sangat mencintaimu Sandra, percaya lah" bisiknya sambil mengecup dan mengusap punggung Sandra yang masih berusaha menetralkan nafasnya.
Dengan sisa tenaganya Sandra memukul-mukul dada Aditya.
"Kamu pembohong! buktinya kamu melakukan ini padaku"
Dengan erat Aditya memeluk Sandra, "Maaf, aku terpaksa sayang!" bisiknya, tapi dengan cepat Sandra mendorong Aditya tapi tak bisa, karena Aditya memeluknya dengan erat.
"Lepas kan Aditya!" bentaknya.
__ADS_1
"Sekali lagi kamu memberontak, aku akan membuatmu makin tak bernafas, biar aku bisa memberikan mu nafas buatan sayang!" bisiknya dengan mesra, sehingga membuat Sandra seketika diam tak memberontak lagi, karena takut Aditya nekat lagi.
BERSAMBUNG..