
Tio dan Aditya menunggu Sandra yang masih sakit, mereka sangat kasihan apa lagi Sandra tampa keluarga.
"kita lihat saja sampai sore, jika demamnya tidak turun juga, kita bawa ke rumah sakit" ucap Tio sambil mengecek kening Sandra. "Pergilah jika kau mau menemui Wilona, biar aku yang menjaga Sandra hari ini aku libur, bukan kah kau kerja pagi bro?" tanya Tio.
Sedangkan Aditya fokus memperhatikan Sandra sambil bersandar, "Aku sudah tukaran jadwal dengan Bayu, aku masuk siang, aku khawatir banget meninggalkan mbak Sandra, dia begini karena aku" sesalnya menunduk sedih, "Sepertinya dia trauma berat dengan hal itu" lirihnya.
Tio mendekatinya untuk memenangkan, "Sabar bro.. kita jaga bersama-sama, kasihan juga kalau kita tinggal sementara dia tinggal sendiri di kota ini, dan jika kamu mau pergi menemui Wilona pergi lah, biar aku di sini sambil main gems"
"Ya, aku ingin mencari bukti dengan kebohongannya, sungguh aku tak pernah menyentuhnya lebih dari ciuman, dia memang baik dan pengertian, tapi aku sangat kecewa kala aku ke kontrakannya mereka lagi asyik begituan, tapi aku penasaran siapa laki-laki itu, Wilona langsung menutupi wajah laki-laki itu, aku menjaganya malah dia kasih orang lain yang merusaknya" keluhnya sambil tersenyum kecut.
"Intinya Tuhan sudah perlihatkan dia wanita tak baik, kau harus bersyukur akan hal itu" hibur Tio, "Benar bro, aku sangat bersyukur"
***
__ADS_1
Aditya pergi mencari Wilona ke kontrakannya, sampainya di sana terlihat sepi, motornya juga tak ada di sana, tapi malah di dekatnya ada motor yang dia kenal ad di sana.
"Bukannya itu motornya Bayu? platnya juga sama, apa pacarnya pindah kos?" gumamnya sendiri. Aditya lalu berinisiatif menunggu Wilona pulang, Aditya duduk di pojok taman kecil yang ada di area kontrakannya itu sambil main ponsel.
Perhatiannya teralih kala Aditya mendengar suara tak asing di telinganya, dan betapa terkejutnya,
"Bayu! apakah dia selingkuhan Wilona? namun Bayu juga kan punya pacar" gumamnya, sambil merekam mereka.
Wilona keluar dengan memakai baju tidur yang begitu pendek, sambil memeluk lengan Bayu, sedangkan Bayu terus mencium pucuk kepala Wilona sambil merangkulnya.
"Kurang ajar, bukan kah dia masuk pagi? tukaran shift sama aku? siapa yang menggantikan shift kerja ku, bahkan dia lagi asyik-asyik di sini, aku tak menyangka kalian menusuk ku dari belakang, sama-sama penghianat" geramnya, setelah Bayu pergi baru lah Aditya keluar dari persembunyiannya.
Wilona yang masih berada di luar duduk santai di kursi depan kontrakannya, begitu terkejut melihat Aditya tersenyum miring sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.
__ADS_1
"Sayang!" teriak Wilona karena senang Aditya datang, tapi dengan cepat Aditya menolaknya.
"Apa maksud di story yang kamu buat itu? lalu kenapa menyebut namaku? kita sudah putus" tanya Aditya pura-pura tak tahu.
"Sayang aku hamil anakmu!" Wilona begitu sumringah.
Aditya menaikkan sebelah alisnya, "Kamu yakin aku pernah menanam benih ku? seperti yang kamu tahu aku tak pernah menyentuh mu lebih dari ciuman, lalu bagaimana mungkin itu anakku? mengaku lah!" desak Aditya dengan tenang.
"Sungguh ini anakmu!"
Tapi Wilona terdiam kala Aditya memperlihatkan rekaman mereka, dengan tatapan mengejek Aditya memperlihatkan Wilona, "Aku tak menyangka kalian mengkhianati ku"
Aditya lalu mengirim bukti itu ke nomer Bayu, tak lupa menulis kata terakhir, "Persahabatan kita sampai di sini, terima kasih, Tuhan sudah memperlihatkan siapa kalian!"
__ADS_1
BERSAMBUNG..