
Aditya pulang dengan rasa bahagia, tapi kecewa juga karena penghianatan sahabatnya, sampai kontrakan dia langsung masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya, agar gampang saat berangkat kerja nanti, setelah bersih dia langsung menuju kamar Sandra.
Terlihat Tio duduk di teras Sandra sambil main gem, Tio kaget karena ke asyik main gem tidak memperhatikan Aditya datang.
"Eh Aditya, kau sudah pulang? bagaimana? apa sudah ada bukti yang kamu temukan?" tanya Tio dengan kagetnya sesaat, tapi matanya dan jari-jarinya dengan lincah bermain, tampa melihat Aditya.
Aditya tersenyum melihat kelakuan sahabatnya, jika sudah menyangkut gem, apa pun bisa di lupakan, bahkan sekitarnya pun tak dia hiraukan. "Bagaimana kabar mbak Sandra? apakah demamnya sudah turun?" tanya Aditya, sehingga membuat Tio kaget.
"Astaga.. aku lupa, maafkan aku bro" ujarnya sambil berdiri, dan berlari masuk ke kamar Sandra, terlihat Sandra berbaring lemas tak berdaya, Tio dan Aditya menghampirinya, Tio lalu memegang dahi Sandra, dan demamnya masih tinggi.
"Adit.. ayo panggil dokter terdekat saja, demamnya masih tinggi, kalau kita bawa Sandra ke rumah sakit kita tidak punya uang dan tidak bisa menjaganya bolak balik, cepat panggil dokter saja untuk periksa dulu" panik Tio, Aditya juga mengeceknya dan benar saja yang di katakan Tio, demamnya tinggi seperti semula.
"Baik tunggu lah, aku akan ke klinik terdekat mencari bantuan" paniknya, Aditya ingat dirinya akan kerja, tapi dengan cepat dia menelpon atasannya meminta keringanan cuti satu hari, dengan alasan kakaknya sakit tak ada yang merawatnya.
__ADS_1
Sampainya Aditya di klinik langsung minta bantuan dokter yang jaga untuk periksa Sandra, dia langsung membawa dokter itu ke kontrakan Sandra, sampai di sana Tio dengan setianya menunggu Sandra sambil memegang tangannya, tampa banyak bicara dokter langsung periksa kondisi Sandra.
Dokter pun bertanya banyak hal tentang Sandra tapi Aditya dan Tio menjawab setahunya saja. "Kami tetangga kontrakannya dok.. kami tidak tahu detail mengenai dia, tolong jelaskan saja, atau di infus di sini saja" jawab Aditya, sehingga membuat dokter tidak bisa menjelaskan terlalu banyak karena mereka bukan keluarganya.
"Baiklah ayo kita bantu sama-sama mbak ini, aku akan meng infusnya, kalian jaga lah dia nanti malam aku akan datang periksa lagi"
Dokter Indra melihat Sandra dengan tatapan teduh tampa berkedip, tampa sadar dia bilang "Sangat cantik" gumamnya, membuat Tio dan Aditya saling pandang karena merasa punya saingan baru.
"Hem.. dokter jangan di pandang terus, dia sudah punya pacar, ayo cepat periksa" sungut Aditya dengan kesal, membuat dokter Indra kaget.
Malamnya Sandra di cek kembali oleh dokter Indra dan suhu tubuhnya sudah stabil, Sandra di kasih minum obat lagi, dengan setia Tio dan Aditya menemaninya.
"Maafin aku, sudah merepotkan kalian" ujarnya sedih.
__ADS_1
Aditya langsung menenangkan, dengan cepat memegang tangan Sandra, "Aku yang minta maaf, kamu sakit karena aku, sungguh aku minta maaf" ucap Aditya penuh sesal.
"Bukan karena kamu Aditya, aku saja yang terlalu lemah, tidak bisa menghadapi trauma ku" keluhnya sedih, untuk mengalihkan perhatian Sandra, Aditya dengan cepat perkenalkan Tio yang setia menolong juga dan dokter Indra.
"Terima kasih Tio, terima kasih dokter Indra kalian semua sudah membantu saya" ucapnya dengan tulus, mereka pun membalas dengan senyum.
***
Berbeda dengan Bayu betapa kagetnya setelah menerima pesan dari Aditya, dan tertunduk lesu setelah membaca bahwa Aditya memutuskan persahabatan mereka.
"Maafkan aku Aditya, maafkan aku! aku tergoda karena kecantikan Wilona dan selalu mengeluh dia kesepian" sesalnya, sambil menjambak-jambak rambutnya sendiri. "Sial ternyata Dimas sudah tahu, aku tak akan punya muka lagi bertemu dengannya, aku pantas di sebut pagar makan tanaman" gumamnya frustasi.
Sejak saat itu Aditya maupun Bayu tidak pernah bertemu lagi, Tio yang menonton rekaman Aditya begitu tercengang, teganya pacar sahabatnya sendiri di embat juga.
__ADS_1
Sandra pun setelah sehat, di bantu Tio dan Aditya mencari pekerjaan di dekat kontrakan saja agar mudah pulang pergi kerja.
BERSAMBUNG..