
Malamnya Tio benar-benar pergi menjemput sandara, Tio menunggu Sandra di depan kantor tempat dia bekerja sambil memainkan ponselnya.
Tio melihat seorang pria menunggu Sandra di depan pintu masuk sambil tersenyum hangat, dan menyodorkan minuman hangat, sehingga membuat Tio geram.
"Pasti dia laki-laki yang di maksud Aditya, kurang ajar banget nih orang" geramnya sambil mengepal kan tangannya.
Sementara Sandra dan Ardi tersenyum bahagia, "Kenapa kamu masih di sini Ar.. bukannya kamu sudah selesai bekerja?" tanya Sandra.
"Aku lembur, karena biasanya pas akhir bulan gini, sibuk cek barang, boleh aku mengantar mu pulang!" ujarnya dengan sopan.
Tapi dengan tiba-tiba Tio mendekat, hay Sandra sayang! apa kamu sudah selesai? bli tampan menjemput mu dari tadi" selanya menunjuk diri sendiri.
Sandra mendelik ke arah Tio dengan kesal, "Ngapain kamu datang menjemput ku? tak usah, terima kasih saja, aku bisa pulang sendiri" ketusnya dengan kesal, lalu melengos pergi, tapi berbalik sesaat menghadap Ardi.
"Aku pulang dulu Ardi, sampai ketemu lusa!" teriaknya sambil melambaikan tangannya.
Ardi begitu geram sama Tio, begitu juga Tio, saling melirik dengan penuh kebencian, Tio langsung mengejar Sandra.
__ADS_1
"Ayo lah beb.. naik lah, kita sama-sama pulang" rayunya dengan sabar.
Tidak! pulang saja sana sendiri, aku bisa jalan kaki, tidak usah sok perduli padaku, jika hanya ada maksud lain" ketusnya sambil jalan.
"Aku takut orang-orang jahat memanfaatkan mu, karena kecantikan mu yang tiada duanya itu, makanya aku tak bisa mengabaikan mu pulang malam-malam beb" gombalnya.
Dengan kesal menoleh ke arah Tio.
"Hentikan gombalan mu Tio, aku mau muntah mendengarnya!" dengus Sandra.
"Haha! itu kenyataan beb, kamu cantik mengalahkan artis Hollywood papan atas" godanya lagi.
Terlihat Aditya duduk di terasnya sambil minum kopi, dan memandang Tio dengan senyum mengejek, karena gagal membonceng Sandra.
"Dasar payah! atasi cewek satu saja tak bisa, jangan sampai kamu marah ya, kalau aku mendahului mu untuk mendapatkan Sandra" gumamnya sambil memainkan ponselnya.
Sandra melihat Aditya juga dengan kesal karena tersenyum manis padanya, "Apa hah! kamu juga tak usah sok baik dan manis, kalian bohong baik padaku tapi ada maunya, males aku sama kalian, huh!" dengusnya dengan kesal sambil berusaha membuka pintunya, yang kadang-kadang susah bisa di putar kuncinya.
__ADS_1
Sedangkan Tio dengan kesal, langsung masuk kamarnya melanjutkan main gem online, tak perduli dengan ejekan Aditya.
Sandra terus mencoba membukanya, tapi tak bisa, sedangkan Aditya pura-pura diam tak melihatnya, sengaja menunggu Sandra meminta tolong sendiri padanya.
karena sudah capek dan kesal, Sandra lalu menyerah, "Hey! tolong bantu aku buka kan pintu ku!" teriak Sandra, tapi Aditya tetap tak perduli.
Aditya diam-diam menyembunyikan senyumnya karena melihat tingkah Sandra yang berusaha minta tolong, berharap Sandra datang menghampirinya bicara baik-baik.
Dengan kesal Sandra pun menghampirinya, "Aditya, tolong buka kan pintu kamar ku" mohonnya dengan malu-malu, karena tadi sempat marah-marah.
Aditya mendongak lalu tersenyum, "Baik sayang ku, akan aku buka kan" ujarnya sambil mengerlingkan sebelah matanya.
"Tak usah genit deh, aku terpaksa minta tolong" gumamnya.
"Apa! baiklah tidak usah aku tolong, pergi buka sendiri saja" gurau Aditya.
Sandra kaget takut tak bisa masuk dan istirahat, "Maafin aku, aku bohong kok, ayo tolong lah, aku capek dan ngantuk banget" mohonnya sambil menyatukan kedua tangannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG..