Cinta&Benci

Cinta&Benci
BAB 12


__ADS_3

Kita zein berteriak minta tolong, dengan tidak sengaja alya yang sedang mecari mereka pun mendengar ada orang yang minta tolong. dengan rasa penasaran yang mendalam alya mengikuti sumber suaranya itu bersama dengan Rico.


"Rico loh dengar enggak!!


"Dengar apa gue enggak dengar apa apa?"


"Aduhh makannya kuping loh tuh dipasang, coba kamu perdalam lagi. seperti ada orang yang minta tolong dari dalam gudang itu deh!!"


"Enggak mungkin alya, mana ada orang yang minta tolong apalagi sumbernya dari dalam gudang tua itu, jangan jangan itu yang kamu dengar bukan mansia deh?"


"Lohh itu ya, dasar penakut. mana ada hantu siang bolong gini"


"Yaaa mau tau aja Alya. kan disangka-sangka juga"


"Enggak mungkin Ayo Ric?"


"Eitt tunggu loh mau bawak gue kemana!"


"Yaa kesumber suara itu lah,masak kekafe yaa kali aja?"


"Gue enggak berani alya, gue takut kita balik aja yok"


"Ooo jadinya loh enggak mau ngawanin gue, oke ingat aja"


"Yaa deh, gue kawanin meskipun terpaksa dan takut!"


Alya dan Rico mengikuti sumber suara itu.


"Ayaa.... pelan-pelan dong, gue takut banget nih sumpah?"


"Dasar penakut, seharusnya cewek yang penakut ini terbalik tembala cwok yang penakut!"


"Yaa.... deh gue ngaku kalau gue tuh orangnya penakut. apalagi ditempat yang seram begini, kan pasti banyak penunggunya!"


"Hus.... loh bisa enggak usah ngomong yang aneh-aneh enggak sih.Ric kayanya sumber suaranya itu dari gudang tua ini deh"


"Yang benaran loh Alya, ini kan gudang yang sudah lama enggak dipakai lagi"


"Tunggu sebentar oke.... "


"Loh mau ngapain, jangan aneh-aneh?"


"Entar loh tau, permisi ada orang disini...... permisi....... "


"Al....sepertinya enggak ada orang deh, buktinya enggak ada yang respon juga kan. kalau begitu kita balik aja yok, kayaknya cuman perasaan loh aja kali!!"


"Benar kata loh Ric, kayaknya cuman perasaan gue aja, ayo kita balik!!"


Pada saat Alya dan Rico ingin kembali. tiba tiba terdengar lagi suara orang minta tolong.


"Sepertinya ada orang diluar sana (kata zein)


"Tolong..... Tolong...... Tolong...... Gue ada di dalam gudang ini!"


"Ric..... loh dengar kan suara itu"


"Yaa alya.... ada orang minta tolong?"


"Permisi...... apakah ada orang disana"


"Yaaa tolong saya,saya terjebak disini semalaman"


"Maaf kalau boleh tau nama kamu siapa yaa!


"Nama saya zein dan teman saya bernama dita. tolong kami siapa pun"


"Zein loh benaran didalam situ?"


"Itu loh Ric....... yaa gue benaran didalam sini. tolong gue please?"


"Tunggu sebentar loh disana, gue dan alya akan mencari bantuan untuk mengkeluarkan kalian berdua disini"


"Yaaa..... Ric makasih,kalau bisa cepat ya. karna dita pingsan?"


"Apa dita pingsan, yaa gue akan secepatnya minta bantuan"

__ADS_1


"Makasih ya"


Alya & Rico pun bergegas untuk mencari petugas sekolah dan menyuruh membuka kan gudang tua itu.selang berapa menit Alya&Rico pun datang kegudang tua itu lagi. akhirnya, gudang tua itu terbuka dan zein dan dita berhasil keluar dari tempat itu. namun dita belum sadar juga.


"Zein...... loh enggak kenapa napa kan"


"Enggak Ric, sekali lagi makasih ya buat kalian berdua nya udah membantu gue dan dita. kalau enggak ada kalian berdua mungkin gue dan dita udah terkunci makin lama disini. bisa mati gue"


"Yaa sama sama zein, (kata Rico yang merasa sangat cemburu)


"Zein, Dita kenapa kok pingsan kayak gitu.jangan -jangan loh ngapain ngapain dia ya!!"(kata Alya)


"Kalau ngomong duh dierem dulu.enggak mungkin lah gue ngapain ngapain dia, gue punya akhlak juga kali."


"Terus dita kok bisa enggak sadar kan diri kayak gitu, kalau enggak loh apa apain terus"(kata alya yang masih bawel banget)


"Gimana gue bisa menjawab semua pertanyaan loh, kalau loh enggak diam alya?"


"Entah tuh loh enggak bisa diam dulu enggak, mulut kok kayak ember bocor(kata rico)


"Jangan berdebat dulu, yang terpenting kita bawak dita keluar dari sini. nanti gue akan menjelaskan semuanya sama kalian oke?"


"Yaa oke..... Tapi loh janji ya akan menjelaskan semuanya sama kami"


"Yaa gue janji, yang terpenting kita bawah dita ke Rumah sakit"


Dengan sekuat tenaga zein mengendong dita dengan perkasa. layaknya laki laki sejati. zein membawa dita kerumah sakit.


"Dokter....... dokter............ "


"Yaa ada apa zein"


"Tolong bantu teman gue, dia tiba tiba pingsan udah cukup lama?"


"Oke.... gue akan membantu teman loh dengan semaksimal mungkin. loh tenang aja ya!!


"Yaa Dito. makasih"


Nama dokter itu adalah dito. dito adalah teman zein sewaktu kecil, mereka sangat akrab bagaikan saudara kandung..


"Bagaimana dito, keadaan dita"


"Allhamdulillah makasih ya To."


"Yaa sama sama, kalau boleh tau cwek itu pacar loh ya!"


"Enggak To dia enggak pacar gue. cuman teman biasa"


"Benaran teman, tapi yang gue lihat loh sangat khawatir banget sama tuh cewek, gue belum pernah melihat seorang zein yang begitu khawatir seperti itu. apalagi dengan seorang cwek"


"Enggak To, itu cuman perasaan loh aja.ya gue khawatir karna apa yang menimpa dita itu gara gara gue, makannya gue merasa sangat bersalah banget"


"Oooo gitu cerita nya, kalau gue lihat sih loh tuh udah mulai ada suka sama cwek itu deh!!"


"Apaan sih loh To, mending loh urusin pasien pasien loh itu masih banyak yang menunggu perawatan loh?"


"Tanpa lob suruh pun gue akan kesana. jangan lupa ya!!


"Apa nya!!


"Jangan lupa makan makannya kalau loh udah jadian sama dita..."(mencoba merayu zein dan berlari)


"Loh kesana enggak,gue serampang nih"


"Yaaa..... sensi amat sih loh, kalau jadi cwok tuh jangan galak galak nanti enggak laku baru tau"


"Diam lohhh......?"


Tidak heran jika melihat Zein&Dito.seperti anjing dan kucing. namun dengan begitu keberadaan mereka sangat melengkapin satu sama lain.disatu sisi zein masih menunggu dita yang belum sadarkan diri.


"Dit... maaf kan gue ya, gara gara gue loh jadi kayak gini.kalau aja gue enggak ngajak loh ke gudang tua itu, pasti semuanya enggak akan terjadi. gue merasa menyesal banget"


"Zein...... mamahnya dits udah tau apa belum?"(kata Rico)


"Belum Ric.... gue enggak ada kontaknya"

__ADS_1


"Yaudah kalau gitu biar gue yang menghubungin."


"Oke.... makasih ya,kalian berdua udah bantuin gue?"


"Yaa santai aja,kayak sama siapa siapa aja loh zein. gue tuh khawatir banget sama keadaan kalian berdua yang kabarnya menghilang entah kemana(kata Rico)


"Sekali lagi maaf ya udah buat kalian khawatir"


"Yaa enggak kenapa napa kok, loh belum cerita kenapa loh sama dita kok bisa ada didalam gudang itu. emangnya kalian ngapain sih"


"Oke... gue akan menceritakan semuanya, biar enggak ada yang salah paham"


"Ehhh......kalian lagi ngapain serius banget,"


"Ini gue mau nanyak sama zein kenapa dia bisa terkunci didalam gudang"


"Oooo ya cerita dong zein, gue penasaran juga nih"


"Sebelum gue cerita, loh udah bisa menghubungin ortunya dita Alya"


"Udah kok zein, kata mamahnya dita, dia akan segera kesini"


"Oke..... bagus lah kalau begitu, jadi gini gue ngajak dita kegudang karna mau membahas tentang pertunangan gue"


"Maksudnya loh sama dita dijodohkan gitu"


"Bukan, gue sama dita enggak dijodohkan.tapi gue minta bantuan sama dita minta menjadi pacar pura pura gue. didepan keluarga gue."


"Jadinya loh msu dijodohkan zein. kok loh enggak pernah cerita sama gue"


"Gue malas aja mau cerita sama loh, karna gue sendiri aja enggak tau bagaimana calon yang akan dijodohkan sama gue nanti"


"Kenapa harus dita zein, kan masih banyak cwek lain"


"Enggak Ric. menurut gue cuman dita yang memenuhi semua karakter yabmng diimpikan ortu gue?"


"Terus bagaimana dita setuju apa enggak zein?"


"Yaaa dita setuju,"


"Kenapa harus bicara digudang, kan bisa ditempat lain!!


"Enggak Al, cuman gudang yang paling tepat untuk berbicara. "


"Terus kenapa kalian kok bisa terkunci semalaman digudang dan kenapa dita kok enggak sadarkan diri seperti itu"


"Jadi gini, pada saat gue mau keluar dari gudang bersama dita, tiba tiba pintu gudang nya enggak bisa terbuka.kami menjerit sekuat tenaga kami tidak ada yang mendengar suara kami, dan kenapa dita pingsan gue sendiri aja enggak tau.sebelum pingsan dita merasa sangat lapar dan gue yang merasa tidak tega, gue kasih coklat yang ada didalam tas gue, pada saat dita memakan coklat itu perutnya merasa sangat sakit dan akhirnya pingsan"


"Syukurlah, gue kira kalian ada hubungan yang lebih jauh lagi(kata Rico)


"Yaa enggak lah Ric. gue tau lah batasan gue"


Pada saat mereka berbincang dita pun sadar dari pingsannya.


"Gue ada dimana......... "


"Syukurlah loh enggak kenapa napa dit, gue khawatir banget melihat loh pingsan kayak begitu"


"Alya...... gue ada dimana"


"Loh sekarang ada dirumah sakit, kami membawa loh kesini karna loh tadi pingsan"


"Sayang...... anak mamah"


"Mamah........ papah......... "


"Mamah khawatir banget sama kamu sayang,mamah rasanya mau mati mendengar kabar kamu menghilangkan,apa yang sakit sayang"


"Mah.... dita enggak kenapa napa kok Mah. mamah enggak usah khawatirin dita ya!!"


"Tetap aja mamah sangat khawatir, kamu dari mana aja sih sayang. apa kamu diculik sama orang jahat, bilang sama mamah siapa orang yang berani menculik anak mamah ini"


"Mati gue..... mamahnya dita galak banget"


"Mamah tenang aja ya Mah. dita enggak diculik kok dita menginap dirumah nenek dibogor. maaf dita enggak sempat menghubungin mamah, karna hp dita mati mah"

__ADS_1


"Yaaa enggak kenapa napa sayang, Mamah lega melihat kamu sekarang"


"Alhamdulillah, selamat gue. tapi kenapa dita kok berbohong untuk menyelamatkan gue ya, padahal gue yang salah udah buat dia celaka seperti itu, kalau dia bisa kan dia bisa cerita ke mamahnya. tapi dia enggak mengatakan yang sebenarnya, gue merasa sangat bersalah banget jadinya nih"


__ADS_2