
"Ah itu alya, alya loh kebangetan banget ya loh ninggalin gue sama rico berduaan pula!"
"Habisnya kalau gue sama kalian berdua, gue enggak mau jadi nyamuk diantara kalian!"
"Nyamuk apaan, orang gue sama rico enggak ada hubungan apa apa, cuman sekedar teman biasa. kayak loh sama rico juga!"
"Menurut mu teman biasa kalau menurut rico enggak bagaimana?"
"Ya itu terserah dia aja, gue enggak mau memikirkan itu semuanya!"
"Alya hari ini gue enggak bisa pulang bareng loh, karna gue ada urusan penting yang harus gue kerjakan?"
"Urusan apa sih kok gue enggak boleh tau"
"Mana mungkin gue bilang sama alya gue akan pulang bareng zein, nanti dia mikir yang enggak enggak lagi?"(berbicara dalam hati).
__ADS_1
"Gue......gue disuruh sama mamah gue belikan kue langganannya jadinya gue enggak mungkin ngajak loh takutnya loh nunggu lama dan dimarahin lagi sama nyokap loh kan?"sambil memberikan alasan.
"Loh benar juga ya, nanti mamah gue khawatir lagi kalau gue pulang telat, yaudah dit Gkpp kok kalau loh mau pergi!"
"Oke...... yaudah yok alya kita ngambil tas udah bel pulang?"
Aku dan alya pun pergi mengambil tas untuk pulang, dengan terpaksa aku berbohong kepada alya tentang hal ini. aku enggak bermaksud untuk membohongin alya tapi apa daya ku aku enggak mau membuat alya salah paham diantara aku dan zein. alya sudah pergi meninggalkan ku kampus sudah sepi tidak ada orang lagi, saatnya aku berjalan menuju parkiran menemui zein yang sudah menunggu disana. aku yang tidak mau semuanya tau bersama zein, aku menutup wajahku dengan selendang milik ku.
"Mbak siapa ya, ada keperluan apa sama saya!"
"Mbak...... mbak pikirnya gue tuh mbak loh apa, makannya tenggok yang benar?"
"Diam loh enak aja loh bilang, gue kalau enggak pakek kayak kita akan ketahuan sama banyak orang, loh mau kita diceritakan satu kampus kalau kita pulang bareng"
"Wahh loh pinter juga ya, gue enggak mikirin kesana tau. ide yang bagus emangnya loh belajar dari mana ide kayak gitu?"
__ADS_1
"Ehh gue enggak perlu belajar darimana emang gue udah pintar dari lahir kali?"
"Udah deh mulai keras kepalanya, masih dipuji sekali udah keras kepala loh aja?"
"Biarin, ini kita jadi pergi apa enggak kalau enggak yaudah benaran gue mau pulang. gue enggak punya banyak waktu?"
"Ihh sensi banget sih loh, ya sabar dong."
Aku dan zei. pun pergi, aku sendiri tidak tau zein mau membawa ku kemana. aku hanya bisa diam duduk di motornya. lalu kami sampai disebuah cafe, aku sendiri tidak tau kenapa zein membawa ku dicafe itu.
"Kita ngapain kesini, loh lapar mau makan?"
"Ihh bawel banget sih loh, gue ngajak loh kesini karna gue tau amarah pasti akan kesini juga. nanti pas dia tau kalau kita berdua pasti dia enggak akan terima dan langsung bilang ke mamahnya?"
"Apa amarah akan kesini, bagaimana loh tau dia akan kesini?"
__ADS_1
"Gue tau karna gue enggak sengaja mendengarkannya berbicara sama sahabatnya itu bahwa dia akan janjian disini. jadi yang loh lakukan jika ada dia loh pura pura bermesraan sama gue kayak orang pacaran gitu?"
"Apa bermesraan sama loh Ogah banget gue, kalau enggak terpaksa aja"