Cinta&Benci

Cinta&Benci
BAB 4


__ADS_3

Lalu setelah pulang kampus. seperti biasanya dita menunggu taksi online ditempat ia menunggu.


" Aduh. mana sih taxsinya kok lama banget. apa dia enggak tau gue dah berkerok?"


"Ahh. itu kan cwek resek. jadi dia belum pulang hari ini, tenggok aja pembalasan gue"


"Ha.... itu dia taxsinya akhirnya datang juga?


"Maaf. mbak atas nama Mbak Dita"


"Ya. "


Tapi seketika dita mau melangkah ketaxsi yang ia pesan. tangan nya seketika dipegang oleh cwok yang ternyata zein. zein menarik tangan gue dengan sangat kencang. dan menyuruh taxsi pesanan gue untuk pergi. aku begitu sangat terkejut melihat sikap zein kepada ku.tapi aku berusaha untuk melepaskan tangan ku kepadanya. namun semua itu sia-sia saja tenaga nya terlaku kuat, sehingga aku tidak bisa melepaskan tangan ku padanya. taxsi yang aku pesanan pun pergi.


"Zein. lepaskan tangan gue, sakit tau"


"Sakit loh bilang. bagaimana dengan gue yang kamu masuk kan cabai ke jus gue?"


"Lepas kan enggak. gue mau pulang!!


"Ikut aku sekarang juga."


"Enggak, aku enggak mau ikut kamu. emangnya kamu siapa aku nyuruh-nyuruh gue!!".


"kamu masih punya hutang sama gue.


" Gue enggak mau. kalau loh enggak mau ikut sama gue, gue jerit nih. biar semua orang datang memukulin kamu!!"


"Coba aja kalau kamu menjerit gue enggak takut!!"


"Oke. kalau itu yang loh mau gue jerit sekarang juga. Tolong...... Tolong...... ".


Seketika dita menjerit minta tolong. para warga pun menghampirin mereka. lalu mempertanyakan kenapa.


"Ini ada apa".(para warga)


"Ini pak istri saya lagi marah sama saya karna saya telat menjemputnya!!"


"Apa loh bilang istri".


"pak saya bukan......?


Pada saat dita mau mengatakan bahwa ia bukan istrinya zein. tiba-tiba kaki dita terpijak. lalu zein mengancam bahwa dia mengatakan sejujurnya maka zein akan berbuat lebih kecam lagi kepadanya. maka dengan terpaksa dita menurutin kata-katanya.


"Makannya mas. kalau ada masalah suami-istri selesai kan baik-baik!!!.


"Ya. pak. kalau begitu kami duluan ya bapak-bapak.ayo sayang kita pulang!!!


"Ya, mas hati-hati."


Dengan terpaksa dita pun naik dikereta zein. aku tidak tau zein mau membawa aku kemana. aku hanya bisa pasrah saja. bukan berarti aku mengalah, tapi aku malas aja untuk berdebat dengannya. lalu setelah beberapa jam perjalanan akhirnya kami pun tiba disuatu.aku mulai bertanya-tanya, mengapa zein membawa aku kesebuah cafe.


"Ehh. ngapain loh ngajak gue ke sini. buang waktu gue aja!!"


"Bawel banget sih loh. udah ayo?"


"Ya. gue bisa jalan sendiri. pikirnya gue nenek mau nyebrang apa di tuntun-tuntun!.


"Oke.. bawel"


"sekarang kamu kita duduk disini!!


"Kita mau ngapain kesini enggak ada gunananya?"

__ADS_1


"Dita. kamu bisa diam enggak sih".


"Ya. jelasin sama gue dulu tujuan loh ngajak gue kesini ngapain!!!"


"Nanti juga loh tau, tujuan gue ngajak loh kesini".


"Ah..akhirnya datang juga pesanan gue!!


"Loh gila ya zein. loh yakin mau menghabiskan pizza sebanyak ini!!!"


"Bukan gue aja yang menghabisin pizza ini. tapi loh juga!!"


"Gue enggak mau. dengar ya gue itu enggak suka pizza jadinya gue enggak mau mkan pizza.ngerti loh?"


"Ooo jadinya kamu enggak mau menerima tantangan gue. berarti loh udah menerima kekalahan pertama kamu dong. berarti peperangan pertama yang dimenangkan oleh gue??"


"Enak aja loh. siapa bilang kalau gue menerima kekalahan. Oke,gue menerima tantangan loh zein!!


"Gue. akan buktikan kalau gue dita bisa menang dari loh".


"Oke. kita tenggok aja siapa yang menang tantangan ini!!!"


"Oke......".


"Tantangannya. kita mulai dari sekarang".


"Ehhhh... ini pizza apa cabai. pedas banget".


"Udah deh loh terima aja tantangan gue"


"Dengar ya. gue belum menerima kekalahan."


Akhirnya, tantangan itu selesai juga. tidak ada yang menang atau pun kalah. semuanya pada seri.


"Oke."


Tiba-tiba telfonnya dita berbunyi. menandakan ada telfon yang masuk. lalu aku yang merasa sangat kenyang dan lemah. denga terpaksa aku membangunkan badan ku yang terasa sangat lemas. untuk menenggok siapa yang menelfon ku. aku begitu terkejut yang menelfon ku teryata Mamah. lalu aku mengangkat telfon itu.


"Asalamualaikum Mah!!.


"Waalaikum salam sayang."


"Ada apa mah. nelfon dita".


"kamu sekarang dimana dit. kok belum pulang udah jam berapa nih, mamah khawatir kamu kenapa-kenapa!!"


"Mamah tenang saja aku enggak kenapa-napa kok mah,bentar lagi aku pulang!!!"


"Yaudah sayang. kamu hati-hati ya"


"Ya mah. assalamualaikum Mah"


"Walaikumsallam sayang".


"loh mau kemana.dita!!"


"Gue mau pulang. mamah gue udah nelfon. bye..."


"Gue antar loh ya?".


"Enggak perlu,gue bisa pulang sendiri".


"Gue. udah bawah kamu kesini jadinya gue harus ngantar kamu pulang!!.

__ADS_1


"Oke. terserah kamu aja!!


"Pegangan yang kuat, nanti loh jatuh gue yang disalahkan lagi sama orang tua loh!!"


"Udah."


"Kalau loh pegangan kayak gini. ya entar dijalan loh jatuh gue enggak tau.pegangan itu kayak gini!!.


"Akhirnya, sampai juga. sekali lagi thanks ya zein???"


"Ya. sama-sama".


"Asalamualaikum.Mamah".


"Waalaikum salam, sayang".


"Kamu darimana aja kok baru pulang".


"Tadi dita ada kerja kelompok Mah"


"Ya. sudah. mamah sudah membuat kan kamu makanan kesukaan kamu. tunggu mamah siap dulu ya".


"Ehhh.... enggak usah Mah. kebetulan dita tadi udah makan di cafe,jadinya masih kenyang banget".


"Yaudah. kalau begitu. kamu istirahat saja ya. sepertinya kamu udah sangat capek banget!!.


"Ya, Mah kalau begitu dita kekamar dulu ya mah"


"Ya. sayang!!"


"Aduh.... gue kenyang banget lagi, rasanya gue mau muntah makan pizza sebanyak itu.tenggok aja gue balas kan dendam gue sama zein, tunggu pembalasan gue!!!".


Dilain tempat zein sampai kerumahnya.yang tidak begitu jauh dari rumah dita. zein kembali ke kamarnya dan membayangkan kejadian yang tadi. zein merasa sangat lucu melihat ekspresi dita.dan merasa sangat puas akhirnya, ia bisa membalaskan dendamnya.


"Akhirnya, gue bisa juga membalas dendam ke dita".


"Tapi gue merasa sangat lucu. apalagi melihat ekspresi dita yang begitu menggemaskan".


Seketika telfon zein pun berbunyi. menandakan ada yang menelfon. lalu zein pun mengangkat telfon itu dan teryata yang menelfon adalah Rico.


"Hallo. Ric ada apa loh nelfon gue!!!!


"Gue. cuman mau kalau kita besok ada tanding basket".


"Apa tanding basket. tapi jadwalnya 2 hari lagi?"


"Perkiraan gue pun seperti itu. tapi tadi pak iwan bahwa ia salah menenggok jadwalnya".


"Oke.. thanks ya udah ngasih tau gue"


"Ya, sama-sama. Ric tadi gue nampak loh sama cewek, siapa cwek itu"


"Oooo. itu dia sepupu gue yang minta antar kan gue ke kafe".


"Oooo.aku kirain kamu ke kafenya sama dita"


"Ya. enggak mungkin lah gue sama dita ke kafe".


"Bagus deh kalau bukan dita itu!!.


"Ya uda deh zein".


"Ya. bye.

__ADS_1


Hari sudah mulai malam. semua orang tidur untuk beristirahat.


__ADS_2